Mertuaku Adalah Sahabatku

Mertuaku Adalah Sahabatku
Tidak ada yang mustahil


__ADS_3

Andre akhirnya dirawat di klinik tersebut, Doni mencari tau penyebab semua itu, setelah Andre sadar, baru Doni menanyakan apa yang terjadi.


Disisi lain Aswin Pun mencari tahu siapa sebenarnya disini yang mengawali semua itu, masih ada ketidakpercayaan Aswin pada Ibunya sebab Andre anak yang sangat baik dan tidak pernah mengenal namanya wanita selama kenal bersama Aswin.


Ada yang mencurigakan dalam hal ini, Aswin ingat betul kalau dia memasang CCTV yang bisa melihat ke arah ruang tamu.


Hasil yang Dia lihat dalam laptopnya sungguh mencengangkan, apalagi dia sambungkan jiga dengan Cctv yang ada dia bagian dapur, ternyata jelas sudah Ibunya yang berbuat jahat sama sahabatnya itu.


Aswin sangat menyesali perbuatan Ibunya, tapi kalau misal Andre melaporkan Ibunya juga dianya yang main hakim sendiri. Ini pasti sangat memalukan.


Aswin tidak mengurus dulu Ibunya, Aswin bergegas ke Klinik yang terdekat karena dia yakin kalau Andre pasti dibawa kesana.


Sesampainya di klinik Aswin ke resepsionis menanyakan pasien yang bernama Andre, langsung Aswin ke sana setelah tau kamar nya.


Andre sudah dipindahkan ke ruang rawat.


Aswin mengetuk pintu dulu sebelum masuk.


" tok tok tok..


Dari dalam ada yang membuka pintu yaitu Doni. Sungguh Doni tidak mengenal Aswin sedikitpun, tapi dibukakannya juga dan dipersilahkan masuk.


Andre dalam keadaan badannya penuh memar dan mulut sobek, sangat memprihatinkan keadaannya. Aswin sangat piku melihatnya hanya karena nafsu Ibunya sahabatnya jadi korban.


" Dre aku mau minta maaf, atas apa yang terjadi sama lo" ucap Aswin.


Andre hanya terdiam sebab dia seolah syok banget dengan semua yang terjadi semua serba tiba tiba.


" Don, sudah kamu coba selidiki belum, apa yang terjadi sam gua?" tanya Andre sama Doni temannya tanpa menghiraukan Aswin.


" Belum sempet nunggu lo siuman dulu, gua baru mau bertindak jika lo sudah membaik" jawab Doni.


" Tolong usut sampai tuntas dan laporkan ini ke pihak yang berwajib " Ucap Andre tegas kepada Doni sebab Andre merasa sangat dirugikan dengan semua yang terjadi.


Andre ketika ingat dia bermain dengan Lusi dia merasa sangat jijik. Dia merasa dirinya sangat kotor. Sekalipun dia laki laki dia sangat menjaga kesuciannya. Sekalinya dia bermain malah sama nenek nenek.

__ADS_1


Setelah itu dia yang dijebak dia pula yang kena amukan Aswin, komplit sudah rasa sakit Andre. Dalam hatinya dia tidak akan sedikitpun melepaskan Ibu dan anak itu.


"Baik kalau begitu gua mau laporkan apa yang terjadi sama Lo sesuai apa yang di ceritakan sama Lo" ucap Doni.


Aswin tertunduk malu, dia pasrah, mungkin dia dan Ibunya sangat pantas dipenjarakan.


Aswin melakukan lagi kesalahannya, yang selalu tanpa mencari kebenaran terus bertindak gegabah. Inilah kelemahan Aswin. Sehingga selalu membawa malapetaka baik untuk dirinya juga untuk orang lain.


Sudah berkali kali Aswin seperti ini, penyebabnya selalu Ibunya, Aswin bingung kenapa semua itu selalu terjadi dan terulang kesalahan yang sama.


Orang orang terdekat dia yang selalu jadi korban dirinya. Ayu, Andre mereka adalah dua orang yang berarti dalam hidupnya. Tapi karena kecerobohannya dia harus mengorbankan mereka yang tidak bersalah.


Namun di sisi lain penyebabnya orang yang paling dia sayang dan yang paling dekat dengannya. Ya Lusi Ibunya yang mengorbankan anaknya demi nafsunya.


Dari dulu hingga sekarang. Aswin menyesalinya, namun penyesalan saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan perubahan sifatnya yang selalu cepat mengambil keputusan itu.


Andre benar benar melaporkan Aswin dan Ibunya, Polisi mendatanginya dan membuat laporan di klinik itu. Aswin sudah pulang sejak tadi sebelum polisi datang.


Aswin hanya bisa pasrah tanpa mampu membela dirinya.


Sementara Lusi lagi bersiap mau pulang ke Jakarta, dia khawatir kejadian ini bakal berlanjut kepada yang berwajib.


Saat Lusi melangkah mau mencapai pintu, pintu sudah terbuka duluan.


" Mama mau kemana?" tanya Aswin sendu.


" Mama mau pulang, mama takut ada yang mencoba mau perkosa lagi Mama" ucap Lusi dengan tidak tau malunya.


" Bukankah Mama yang selalu mencoba mencari mangsa berondong" ucap Aswin sambil menatap tajam Ibunya.


Aswin sangat jengkel dengan semua ucapan Ibunya yang merasa dia itu yang paling benar.


" Bu, tunggu jangan pergi dulu, sebab karena perbuatan Ibu, sebentar lagi Ibu akan di jemput sama Polisi" ucap Aswin dengan tenang.


Dia mulai muak dengan semua perbuatan Ibunya itu.

__ADS_1


" Apa Win, ko jadi Ibu yang dilaporkan, kan disini yang jadi korban Ibu, Ibu loh yang dilecehkan" ucap Ibunya Aswin.


" Mana ada Ma yang dilecehkan mendesah seperti itu" ucap Aswin lagi.


" Kamu ya , sama orang tua bukannya menolong malah memojokkan" berang Lusi.


" Coba Mama bayangkan adakah seorang yang diperkosa itu menikmati saat dia diperkosa" ucap Aswin lagi.


" Tidak ada Ma, orang diperkosa wajahnya itu sangat puas, tidak ada, dan aku menyaksikan semuanya, aku melihat Mama sangat puas wajahnya" ucap Aswin lagi.


" Perlu Mama ketahui Andre itu anti Wanita, dia sangat menjaga kehormatannya, bersalaman sama Wanita saja dia tidak menyentuh, apalagi mau melecehkan Mama" teriak Aswin sebab dia sudah tidak tahan menghadapai sifat Ibunya itu.


Tidak berapa lama beberapa Anggota Polisi datang, dan menangkap Aswin dan Ibunya.


Aswin tidak melawan dia lebih baik patuh saja, memang dalam hal ini dia salah. Bila harus masuk jeruji besi dia ikhlas.


Berbeda dengan Lusi, tetep kekeuh dengan pendiriannya, bahwa dia lah yang korban. Dasar wanita ular, masih mau membodohi polisi.


Andre merasa puas dengan tertangkapnya Ibu dan anak itu, Andre jadi ada rasa dendam dalam dirinya. Dia merencanakan sesuatu yang tidak bisa Aswin duga.


Andre menelpon teman temannya dan disuruh datang ke Kalimantan tempat dimana ia sedang dirawat.


Dalam pertemuan itu ada satu kesepakatan dan temanya mau membantu Andre.


Andre mengulum senyum sendiri, dengan apa yang dia bayangkan. Dia merasa akan puas jika dendam ini terbalaskan.


Di tempat lain, di sebuah kampus seorang gadis sedang menunggu seseorang. Tidak lama kemudian datang yang ditunggunya itu.


Ya dia adalah Gea adiknya Aswin, Gea menunggu pacarnya menjemput, sekarang mereka lagi jalan beriringan. Namun ditempat yang tersembunyi ada orang yang mengikutinya, dia memfoto semua kegiatan Gea.


Sesampainya di rumahnya Gea langsung masuk, namun tidak lama pacarnya pamit pulang.


Aang penguntit menelpon seseorang mengabarkan kalau Gea dalam rumah sendiri.


Yang di telpon menginstruksikan pada yang telpon, dia suruh menjauh dari rumah Gea dan akan datang satu orang yang berbeda.

__ADS_1


Gea tidak sadar di luar sana bahaya sedang menantinya. Gea membersihkan diri setelah itu dia makan, dia hidup seorang diri cuma si temani seorang Art.


Gimana Kah nasib Gea, yu kita tunggu di bab selanjutnya.


__ADS_2