
Lisa terus berusaha untuk mencoba menjerat Aswin dengan seribu cara, hatinya sudah terlanjur sakit, jadi dia akan menghancurkan semuanya.
Dia berpikir kalau yang menggaulinya itu Aswin, maka ia berupaya supaya bisa merebut Aswin dari istrinya.
Lusi sudah di perbolehkan pulang, namun Lisa ingin Aswin yang menjemputnya. Dia membikin alsan kepada Lusi, supaya Lusi menelpon Aswin.
Lisa berhasil, dengan penuh drama Lusi berusaha buat Aswin datang.
Aswin datang, tapi sebelum itu dia telpon Istrinya supaya ijin sebentar kepada Bosnya biar bisa menjemput Mamanya pake mobil Ayu.
Lisa disana sangat bahagia, sebentar lagi Aswin datang.
Tidak lama Aswin memang datang, dia menghampiri Mamanya, sementara Ayu membayar dulu Rumah sakitnya.
Lisa berpikir Aswin sendiri datang, maka dia langsung menyongsong Aswin dan langsung mau memeluk Aswin.
Aswin menghindar Lisa memeluk angin, sebenarnya Aswin ingin tertawa dengan kelakuan Lisa.
Dia tahan supaya Lisa tidak tambah murka.
Terlihat wajahnya sangat kecewa, berapa kali dia ingin mendapatkan Aswin tapi selalu dapat penolakan.
Ayu datang, semua sudah beres tinggal pulang, Lusi merajuk tidak mau pulang sama Ayu.
" Win Mama engga mau ya bareng dia suruh dia naik taksi aja" kata Mamanya Aswin.
" Ma, mobilnya punya Ayu, justru aku yang nebeng sama Ayu, daripada naik taksi" sahut Aswin.
" Lebih baik Mama naik taksi, daripada semobil sama pelakor tidak sudi" Ucap Lusi lagi.
Ayu tidak marah, dia hanya tersenyum sambil berkata " Baik kalau memang kamu Lusi tidak mau bareng aku, lagian aku juga banyak kerjaan" kata Ayu sambil pergi meninggalkan mereka.
Aswin memesan taksi setelah itu menyusul istrinya, dan meminta Ayu menunggu sebentar supaya Aswin memastikan Mamahnya naik taksi dulu.
Ayu tidak banyak bicara, dia hanya mengangguk saja, Ayu sudah tidak ada tenaga untuk berdebat, sudah cukup dia menerima caci maki yang menyakitkan lebih dari itu.
Taksi datang, Aswin langsung membawa Ibunya untuk naik Taksi itu, Lisa sangat girang berhasil merebut Aswin dan bisa satu mobil sama dia.
Ternyata dia salah lagi, setelah dia masuk dan Lusi pun sudah nyaman. Aswin membiarkan taksi itu melaju.
Lisa hanya bengong melihat Aswin yang tetap berdiri tidak sedikitpun beranjak sampai taksi benar benar pergi.
Aswin pergi ke mobil Ayu, dan langsung tancap gas untuk kembali ke kantor masing masing.
Lisa sangat geram, gagal lagi gagal lagi.
Apa yang harus dia lakukan kalau seperti ini pikirnya.
Aswin terlalu memuja istrinya, dan sangat menghargai istrinya. Memang Ayu sekarang itu terlihat cantik, sebab badannya juga sudah langsing lagi, mukanya pun sudah glowing.
__ADS_1
Aswin tambah lengket sama Ayu, apalagi Ayu selalu mampu membuat Aswin puas segalanya.
pelayanan Ayu sebagi istri sungguh sangat baik, dan Ayu tidak pernah membantah sedikitpun, sekalipun Ayu uangnya lebih banyak, tapi Suaminya selalu dihargainya.
Tidak ada kesombongan dalam diri Ayu, dan Ayu pun tidak berlebihan dalam mencintai Aswin.
Dia selalu bersiap seandainya Aswin meninggalkannya dia tidak akan terlalu kecewa.
Ayu berpikir, jika Aswin ada didekatnya Aswin Suaminya, tetapi kalau sudah di luar sana Ayu tidak memikirkannya. Sebab dia tidak mau menyakiti hatinya.
Saat pulang kantor pun tiba, Aswin sengaja pulang dulu ke rumah dia untuk melihat Mamanya dulu.
" Assalamualaikum" Aswin mengucapkan salam.
" Waalaikumsalam" jawab Lisa.
" Eh Mas Aswin, sudah pulang, mari Mas duduk dulu, Lisa buatkan dulu teh ya" ucap Lisa.
Aswin masuk tanpa menghiraukan ocehan Lisa, dia langsung menuju kamar Ibunya.
" Mah, gimana sudah baikan?" tanya Aswin.
" Baik darimana, orang anaknya aja mementingkan pelakor" jawab Ibunya membuat Aswin menyesali pulang kerumahnya.
" Ma, aku datang ingin memastikan Mama sehat, bukan mendengar Mama menghina Istriku terus menerus" jawab Aswin jengkel.
" Kamu tuh sudah di guna guna sama dia, sebab mana orang setampan kamu tergila gila sama nenek kaya dia, kalau tidak di pelet apa namanya" seru Lusi menggebu gebu.
Saat mau pulang baru saja dia memegang handle pintu, Lisa sudah memeluk dia dari belakang dengan pakaian yang tidak pantas.
" Mas, engga kangen sama aku, kemarin saja Mas nambah terus, yu Mas mumpung aku lagi pengen" ucap Lisa dengan tidak tau malunya.
Aswin dengan kasar menyetak tangan Lisa, sampai Lisa tersungkur terbawa badannya sendiri saking kerasnya sentakan tangan Aswin.
" Dengar ya, kalau kamu mau jadi wanita ****** silahkan, tapi ingat aku tidak sudi menjamah tubuhmu yang sudah dinikmati satpam komplek itu, dan kamu tau bukan hanya satu orang, kamu di gilir 3 orang" ucap Aswin.
Lisa tidak percaya dengan pendengarannya.
Sebab dia berpikir selama ini yang bermain bersama dia itu adalah Aswin.
Lisa mundur beberapa langkah, ada perasaan. malu dan jijik pada diri sendiri.
Dia sungguh tidak mampu berpikir, harus menerima kenyataan kalau dia digagahi sama Satpam.
Di rumah Ayu, Ayu menunggu Suaminya pulang sambil menyiapkan makan malam, Dia dan Luki menunggu makan bersama.
Ayu mendengarkan celotehnya Luki, mereka lagi asyik bercanda ada yang mengucapkan salam, ternya Bapak Arga juga Andra dan Istrinya.
" Masuk Pak, bu " ajak Ayu.
__ADS_1
" Ko engga telpon dulu, kalau telpon kan bisa aku jemput" ucap Ayu lagi.
" Engga usah merepotkan, Papa udah sembuh ko" ucap Andra sedikit menhan tawa, sebab dia ko geli kalau depan Ayu mengucap dirinya dengan Papa.
Vina menyikut tangan Andra, supaya serius.
Andra paham, lalu dia bicara dengan serius sama Ayu.
" Yu, besok saya akan pulang, acara sudah selesai, jadi kesini dulu pengen nengok Luki " ucap Andra mode serius.
" Ayu tidak menanggapi Andra yang bicara, ia malah menggandeng tangan Ibu Vina di bawa masuk, Pak Arga dan Andra mengekor di belakangnya.
" Bu langsung makan ya, kebetulan aku sudah masak banyak, tadinya nunggu Mas Aswin tapi sampai jam segini belum pulang" jawab Ayu.
" Yu, aku heran sama kamu, ko bisa kamu manggil Aswin dengan embel embel Mas, tapi sama aku manggilnya Dra, Andra seperti itu, jelek jelek begini aku itu Mertuamu loh" kata Andra .
" Dan jangan lupakan Aswin itu anakku, Masa sama anaknya manggil Mas, coba pikir sama kamu" ucap Andra belum puas.
" Iya Pa maaf" ucap Ayu serius.
Andra melihat Ayu dengan mode serius itu tidak kuat nahan tawa, dia tertawa terbahak bahak, Ibu Vina dan Pak Arga pun ikut tertawa.
Hanya Ayu yang bingung kenapa meraka tertawa.
Tiba tiba Ayu mual, dan pusing, Ayu berlari ke toilet, Ayu memuntahkan isi perutnya.
Ibu Vina khawatir dengan Ayu, maka dia mengikutinya. " Kenapa Yu, masuk angin kamu" tanya Ibu Vina.
" Entahlah bu, dari beberapa hari ini perutku tidak nyaman" jawab Ayu.
" kamu sudah telat datang bulan Yu?" tanya Ibu Vina lagi.
Ayu tersentak kaget, bener sudah dua bulan dia tidak datang bulan.
" Bu aku kayanya audah dua bulan tidak datang bulan" jawab Ayu.
" Ya ampun kamu sampai lupa begitu" kata Ibu Vina.
" Ayo ke kamar, aku periksa ya" kata Bu Vina yang kebetulan dia dokter kandungan.
" Yu, kamu telpon Aswin buat beli testpack, supaya lebih jelas" ucap Bu Vina lagi.
Sebelum telpon Ayu diperiksa oleh Bu Vina, dan , Bu Vina meyakini Ayu hamil.
" Sudah Yu kamu positif hamil, kalau menurut pemeriksaan ku, kamu hamil jalan 3 bulan.
" Sebaiknya kamu periksa ke klinik biar bisa di USG" ucap Bu Vina lagi.
Bu Ayu menghampiri Suaminya dan menyampaikan kabar kehamilan Ayu.
__ADS_1
Andra sangat bahagia, sebentar lagi dia dikaruniai cucu lagi.
sampai sini dulu ya.