
Ayu hanya mampu berdoa, dia bersujud meminta sama Allah agar permasalahan Andre Aswin bisa cepat selesai.
Setelah sholat Ayu mencoba telpon sama Andre, ternyata Andre sudah didalam sel dan tidak bisa dihubungi.
Ayu terpaksa telpon Andra,
" Halo, Dra apa aku ganggu gak?" tanya Ayu saat pertama telpon diangkat.
" Iya, Yu gak kok, ada apa?" Andra balik tanya.
" Dra gimana keadaan Gea sekarang?" tanya Ayu lagi.
" Gea lagi dirawat Yu" jawab Andra sendu.
" Dra aku pengen kesana, pengen ngasih dukungan baik itu sama Gea atau sama Aswin" ucap Ayu
" Yu, Gea sudah aman sedang ditangani sama dokter terbaik, kamu jangan khawatir ya, supaya kehamilanmu tidak terganggu"ucap Andra sambil menghawatirkan kehamilan Ayu, bagaimana pun bayi yang di kandung Ayu adalah Cucunya.
" Dra, aku hanya bisa berdoa sama Allah, supaya Gea mampu menjalani ujian ini, aku sangat khawatir, Gea masih muda dia masih panjang masa depannya" sahut Ayu.
" Aamiin, semoga Yu semua cepet selesai, Gea lagi di temani oleh Vina" ucap Andra lagi.
" Dra kamu yang kuat ya, aku dukung dari sini, jika kamu butuh aku, aku selalu siap mendengarkan, jangan kamu tahan kesakitan mu seorang diri, aku tau kamu Dra" ucap Ayu lagi.
" Kamu memang selalu tau Yu, kamu sahabatku terbaik, tidak ada yang mengenal aku selain kamu" ucap Andra sambil menundukkan mukanya dan mengelap ujung matanya.
Ayu dan Andra selalu saling mendukung, apapun masalahnya selalu berbagi.
Baik Ayu atau Andra tidak pernah meninggalkan saat salah satunya ada masalah mereka selalu bahu membahu dalam segala hal.
Setelah mereka menutup pembicaraan mereka, Andra merenung betapa Ayu sangat peduli padanya, keadaan seperti apapun Ayu selalu peduli, sekalipun Aswin menyakitinya.
Dilain tempat, Andre lagi merenungi semua yang terjadi, dan barusan pengacaranya datang sambil membawa telpon, sebab Ayu ingin sekali berbicara pada Andre.
" Mas ada yang mau bicara sama Mas" ucap Pan Haris sebagai pengacara Andre.
" Siapa Mas, orang tuaku tidak tau kan?" Andre balik tanya.
" Katanya namanya Ayu" jawab Pak Haris.
" Mba Ayu?" tanya Andre lagi.
" Iya katanya namanya Ayu dia ada di Surabaya katanya" jawab Pak Haris lagi.
" Baiklah coba sambungkan" akhirnya Andre mau menerima telpon dari Ayu.
__ADS_1
Telpon pun tersambung, saat awal mendengar suara Ayu, Andre tersadar ternyata dia sudah salah melangkah.
" Assalamualaikum" Ayu mengucapkan salam.
" Walaikumsalam, Mba" jawab Andre sambil bersedih.
Ayu adalah orang yang paling mengerti dia, Andre dilimpahi kasih sayang dengan harta sementara orang tuanya sibuk sendiri sendiri.
Ayu lah yang selalu mendukung dan ada untuknya saat dia kesepian bisa dianggap Ayu adalah Ibunya.
Kasih sayang Ayu padanya tidak bisa dilupakan begitu saja.
" Mba, aku salah, aku jadi orang jahat" ucap Andre sambil menangis mungkin jika Ayu didepannya dia akan memeluknya dan menumpahkan segala rasa sesak didalamnya.
" Dre kamu gak jahat kamu hanya tersesat saja" jawab Ayu selalu buat tenang semua kata kata Ayu.
" Dre mba pengen kesana buat kuatkan kamu, tapi keadaan Mba tidak memungkinkan " ucap Ayu lagi.
" Gak apa apa Mba, mba yang sehat ya, nanti kalau masalah sudah selesai Andre kesana jenguk Mba, udah lama gak ketemu Andre kangen banget" ucap Andre lagi.
Mendengar semua kata kata Ayu Andre merasa agak tenang pikirannya, entah kenapa semua kata katanya membuat dia menjadi sedikit tenang dan ingin segera membereskan semuanya.
Akhirnya Andre mengembalikan handphonenya dan dia merasa lebih baik.
" Mas sebaiknya Mas mencoba minta maaf sama keluarga korban siapa tau mau mencabut semua tuntutan" ucap Pak Haris.
Disini bisa ditarik kesimpulan, bila suatu kejahatan tidak harus dibalas dengan kejahatan lagi kalau kita tidak mau merugi.
Dengan segala apa yang Andre lakukan bisa diambil satu pelajaran yang sangat berharga bagi semuanya.
Andre sangat menyesalinya, dia merasa jadi orang yang paling jahat.
Dia ingat saat Ayu histeris saat kejadian beberapa tahun silam, sampai sekarang Andre tidak tau siapa yang telah berbuat jahat sama Ayu.
Ayu pergi tanpa pesan, Andre mencari kemana mana tidak ada khabar.
Saat ada khabar dan bisa bicara dengan Ayu, malah dia dalam keadaan yang sangat buruk.
Andre merenung dan menangis seorang diri setelah Pak Haris pergi untuk mengurus semuanya.
Pak Haris mencoba menemui Andra dan bisa janji temu yang Andra tentukan tapi tidak bisa hari ini sebab dia merasa masih sangat syok dengan kejadian ini.
Andra ingin sendiri dulu, untuk menenangkan dirinya dari luapan amarah.
Andra tidak ingin meluapkan amarahnya pada orang yang salah. Namun dia ingat akan perkataan Ayu bahwa dia harus belajar sabar dan harus bisa menerima semua ujian ini dengan sabar.
__ADS_1
Dan berusaha menyelesaikannya
dengan kepala dingin, cari solusi yang paling sedikit resikonya, dan kalau bisa jangan sampai menyakiti orang yang tidak berdosa.
Sampailah pada waktu yang ditentukan Andra dia berusaha sebaik mungkin menata semua perasaan yang membuncah dalam dirinya.
Sebelum dia pergi menemui pengacaranya Andre dia telpon dulu Ayu, dia meminta kekuatan dan dukungan dari sahabatnya itu.
Akhirnya ketemulah mereka, Pak Haris sangat menghormati Andra sebab dia tau siapa Andra pemilik beberapa rumah sakit.
" Selamat pagi Pak" Pak Haris membuka pembicaraan saat mereka sudah duduk berhadapan.
" Pagi Pak, ada apa Pak sampai repot repot mau bertemu dengan saya" jawab Andra.
" Maaf Pak klien saya ingin bicara sama Bapak, namun keadaan dia ada di sel, jadi dia hanya memberikan ini sebuah pesan suara".
Andra ingat semua kata kata Ayu, dia harus memberi kesempatan kepada siapapun. Maka dia menerima dan membuka pesan suara dari Andre.
" Sebelumnya saya Andre mau minta maaf sama Om sekeluarga, saya salah sangat bersalah, saya akan menerima segala konsekwensinya, yang penting bagi saya Om memberikan maaf pada perbuatan saya, dan saya siap bertangungjawab dengan semua perbuatan saya yang merugikan keluarga Om terutama Gea pribadi. Saya bersedia menikahi Gea sekarang juga bila Om mengijinkan" itu pesan suara yang Andre kirim dia berharap Ayahnya Aswin mau memaafkannya.
Akhirnya Andra mendengar semua penyesalan Andre, dan Andra tau siapa Andre dulu sebelum kejadian ini Andre sangat baik. Cenderung Andre itu religius, namun karena satu kejadian membuat Andre berubah.
Andra mempertimbangkan semuanya, akhirnya dia meminta waktu untuk berpikir.
Andra dan pengacara pun pergi meninggalkan tempat pertemuan tadi.
Ayu menunggu dengan hati tidak tenang, takut Andra berubah pikiran dan tidak mau menerima maaf dari Andre.
Sebab merasa tidak sabar dengan jawaban Andra akhirnya Ayu telpon Andra.
" Halo Dra, gimana kamu sudah ketemu dengan Andre?" tanya Ayu tidak sabar.
" Aku gak ketemu Andre Yu, dia mengutus pengacaranya' jawab Andra apa adanya.
" Aku kira kamu mau mendatangi Andre ke sel" ucap Ayu.
" Tadinya aku pikir juga begitu, tapi pengacaranya hanya memberikan rekaman suara Andre saja" jawab Andra.
" Terus apa yang Andre katakan Dra?" tanya Ayu lagi.
" Dia mau bertanggung jawab dengan kehamilannya Gea" ucap Ayu.
" Itu bagus Dra sebab Gea sangat mencintai Andre" ucap Ayu sangat antusias.
" Yu tidak semudah itu, Gea sekarang lagi terpuruk, jiwanya terguncang, bagaimana bisa dia menerima Andre" jawab Andra.
__ADS_1
" Dra aku mengalami kasus seperti Gea, orang terdekat yang melecehkan aku Dra, aku terguncang saat itu, namun akupun memikirkan anak yang ada dalam perutku saat itu akhirnya aku menerimanya" ucap Ayu memberi arahan pada Andra agar mempertimbangkan .
"