Mertuaku Adalah Sahabatku

Mertuaku Adalah Sahabatku
Kecurigaan Aswin


__ADS_3

Andra dan Ayu memutuskan pulang, mereka baru ingat ada suami dan anaknya yang pasti sedang menunggu.


" Dra aku ko rada khawatir ya, kalau Aswin tidak bisa menerima kenyataan kalau aku tuh sahabat kamu ?" ungkap Ayu, ada rasa tidak nyaman saat ingat akan Suaminya.


" Tenang aja nanti aku jelaskan, kan tidak ada yang salah dengan itu " jawab Andra .


" Iya cuma ko ya ada perasaan tidak nyaman, kalau aku boleh jujur selama ini Aswin begitu baik sama aku, aku mulai nyaman sama dia " ungkap Ayu lagi.


" Iya itu bagus dong, berarti kamu bisa menerima dia sebagai pasanganmu, aku tenang kalau kamu sudah bisa saling menerima sama suami kamu " ujar Andra.


Ayu heran dengan ungkapan dari Andra, ko seperti ada yang disimpan, namun tidak bisa diungkapkan.


Ayu jadi berpikir kemana mana, tapi dia tidak boleh gede rasa. Cepat Ayu menepis perasaan itu. Sekarang Andra adalah Mertuanya.


" Ingat Ayu, Andra hanya mengganggap mu sahabat tidak lebih" Ayu me sugesti dirinya sendiri.


Ayu merasa dirinya terlempar ke masa lalu dimana dirinya hanya bisa mencintai dalam diam.


Tidak ada yang bisa melarang, namun sangat menyakitkan bagi Ayu. Kini semua berubah sekalipun rasa itu ada dan berusaha Ayu tekan.


Andra selalu menyayangi Ayu sebab, Ayu sangat peduli padanya. Dimana saat Andra tertekan sama orang tuanya.


Andra begitu mencintai perempuan yang tidak disetujui keluarganya. Disanalah ada Ayu yang selalu membesarkan hatinya, dan membantu perjuangannya sampai tercapai semua yang diinginkannya.


Andra tidak peka, sebab Ayu yang sangat pandai menyimpan rasa yang ada untuk nya.


Saat ini Andra dan Ayu menuju pulang, sesampainya dirumah Ayu tidak melihat Suaminya dan tidak suara anaknya juga.


Ayu mencari keberadaan Suami dan Anaknya.


Sementara Andra dan Luky lagi ke supermarket yang dekat rumahnya.


Andra dengan tenang duduk si sofa, Ayu mengambilkan air buat Andra.


" Pada kemana Yu ko sepi ya?" tanya Andra.


" Justru itu aku juga heran, tapi tas dan baju kerjanya sudah ada di kamar" jawab Ayu juga keheranan, ada sedikit rasa khawatir di dalam diri Ayu.


Akhirnya Ayu memutuskan untuk menelpon Suaminya itu, dalam panggilan pertama belum diangkat, pas deringan ke tiga baru ada jawaban.


" Halo " Aswin menjawab telpon nya. dia tau dari tadi istrinya telpon , Aswin met netral kan dulu hatinya biar tidak terlihat ada amarah.


" Kamu dimana, ko dirumah kosong ?" tanya Ayu.


" Aku lagi ajak Luky beli es cream " jawab Aswin berusaha biasa, supaya Ayu tidak curiga.


" Kamu tunggu di rumah sebentar lagi aku pulang " ucap Aswin sambil menutup telpon tanpa menunggu jawaban dari istrinya.

__ADS_1


Aswin pun cepat menuju kasir dan membayar semua belanjaannya.


Aswin sampai di rumahnya. Aswin menarik nafas dulu dia ingin terlihat biasa di depan Ayah dan Istrinya.


" Assalamualaikum " ucap Aswin.


" Walaikumsalam " jawab Atu dan Andra.


" Bunda , aku kangen " teriak Luky sambil berlari memeluk bundanya.


" Dari mana sayang?" tanya Ayu pada Luky.


" Aku habis diajak jalan jalan sama Ayah , Bun " jawab Luky sambil terus bergelayut di leher Ayu.


Aswin terdiam, dia memandang Ayu tak berkedip, serasa ada yang beda dengan penampilan Ayu selama ini.


" Win ngedip, kenapa kamu memandang Istri mu sampai segitunya " seru Andra sambil tersenyum. Andra tau Aswin terpesona melihat Ayu berubah walaupun tidak banyak.


" Eh, eh engga Pah, aku lihat Ayu ko ada yang aneh ya" ujar Aswin gugup.


Aswin sedikit malu dia tertangkap mengagumi Istrinya sendiri.


" Aswin, Ayu berhubung sudah mau malam, Ayah harus balik ke hotel, biar besok pas acara fresh , Ayah pamit ya" ucap Andra pamit.


" Kalau keburu habis Acara Ayah kesini dulu sebelum pulang, tapi kalau tidak keburu Ayah langsung balik ke Jakarta ya, jangan di tunggu " ucap Andra lagi.


" Engga nginap disini aja Yah" tawar Aswin, hanya sebagai basa basi.


Andra mendekati Luky, namun Luky malah kelihatan takut.


" Kenapa sayang, sini sama Kakek sebentar Kakek kangen sama kamu sayang " ucap Andra mencoba meraih Luky.


Luky bukan mau malah menangis.


" Ya sudah tidak apa apa ya, jangan nangis, Kakek pamit pulang ya " ujar Andra sambil mengusap kepala Luky.


Lalu Andra mengeluarkan sesuatu dan diberikan sama Aswin.


" Win pake ini, untuk bantu bantu kamu selama kamu belum naik jabatan disini " ucap Andra sambil memberikan kartu kredit.


" Tidak usah Pah, gaji Aswin cukup ko buat kami bertiga " tolak Aswin, dia tidak mau merepotkan Ayahnya.


Namun Andra tidak mau ditolak, maka Andra memberikan kartu nya kepada Ayu lalu pergi.


Ayu mau tidak mau menerima, namun dalam hati dia berjanji tidak akan memakainya.


Aswin memandang Ayu tanpa bisa dimengerti. Aswin pun keluar mengikuti Andra.

__ADS_1


" Pah, hati hati, makasih atas perhatiannya "ucap Aswin pada Ayahnya.


Andra pun meninggalkan rumah Ayu dengan ojeg online.


Sepulangnya Andra, sudah tidak mampu menahan lagi hatinya. Tapi dia melihat Luky di gendongan Istrinya.


Aswin mengurungkan niatnya untuk bicara sama Ayu mengenai kegelisahan hatinya.


Ayu melihat Aswin seperti itu dia sadar, ada yang disimpan dalam hati Aswin.


Ayu membawa Luky ke kamarnya dan membawa ke kamar mandi dulu, membersihkannya, menggosok gigi dan mencuci muka serta tangan dan kakinya.


Ayu selalu membiasakan Luky semenjak dini untuk menjaga kebersihan tubuhnya.


Lalu Ayu menidurkan Luky, sebelum itu di beri dulu susu formula.


Tak lama dari itu Luky tertidur di kamarnya, Ayu perlahan meninggalkan Luky setelah dipastikan Anaknya pules.


Ayu melangkah menuju kamarnya, biasanya Aswin tidur bersama Luky. Namun Aswin diam di kamar Ayu sambil memainkan handphone nya.


Ayu mendekati Aswin " Win aku minta maaf ya, tadi aku kelamaan perginya " ucap Ayu memecah keheningan dan berusaha mencairkan suasana yang terlihat sangat kaku.


" Yu, boleh aku nanya sama kamu?" ucap Aswin.


" Tanya saja, apa yang ingin kamu tau tentang aku " jawab Ayu enteng.


" Seberapa dekat hubungan kamu sama Papah aku ?' tanya Aswin lagi.


" Aku dan papah mu sangat dekat, dia adalah penyemangat hidupku, disaat orang lain menjauhiku papah mu hadir sebagai pahlawan ku " jawab Ayu tenang tanpa beban.


Ayu mengatakan kebenaran, tidak ada yang ditutupinya, semua dikatakan sesuai fakta kecuali perasaannya.


" Sedekat itu Yu, bukankah papa ku sangat mencintai mama ku?" tanya Aswin lagi.


" Ya papa mu sangat mencintai Mama mu, dan itu semua tidak mengganggu hubungan ku dengan Papa mu, juga hubungan Papa mu dengan Mama mu " jawab Ayu lagi malah membuat tambah bingung Aswin.


" Kami berdua hanyalah bersahabat, Papa mu dan Mama mu adalah sepasang kekasih yang saling mencintai, kalau sama Aku Andra selalu bersikap baik hanya sebatas sahabatnya " ucap Ayu lagi.


" Saat itu aku sudah sangat bersyukur ada orang mau berteman sama aku, yang selama ini kebanyakan orang selalu memandang fisik juga harta " ujar Ayu lagi mulai terbawa perasaan.


" Maafkan aku Yu, aku sudah salah paham sama kamu, tapi kalau aku tidak salah melihat dimata mu ada sinar cinta untuk Papa ku " Ucap Aswin hati hati.


Ayu kaget dengan pernyataan. Aswin, serapat apapun perasaan sulit disimpan dengan baik.


Semua terlihat, saat kerinduan muncul, mungkin Andra tidak sadar akan tatapan Ayu, Aswin lah yang mampu melihat cinta di mata Ayu.


Aswin ingin marah, namun dia tidak sanggup menyakiti wanita yang dicintainya.

__ADS_1


Yu segini dulu ya, nanti kita sambung lagi.


selamat membaca.


__ADS_2