
Ayu tiap subuh terbangun di pelukan Aswin, semakin hari kemajuan yang baik terus terjadi, Ayu tidak kaku lagi kalau tidur satu ranjang bersama, Dia sudah sangat nyaman tidur bersama Aswin, Pagi ini Ayu terbangun dengan wajah yang sangat merona jika mengingat kegiatannya tadi malam dengan suaminya.
Ada semburat malu diwajahnya. Dia ingat saat dengan tidak sengaja dia dan Aswin bersentuhan bibir, awalnya biasa aja, namun naluri laki laki, yang sudah lama menahan membuat Aswin kesulitan menahan.
Ayu yang sudah siap melayani suaminya seakan pasrah dengan apa yang dilakukan Aswin. Jujur awalnya mereka sangat kaku, sebab memang mereka berdua dulu melakukan karena ketidaksengajaan.
Sehingga saat ini mereka melakukan malam
pertama yang sebenarnya. Tidak ada paksaan dan tidak dalam pengaruh alkohol.
Awalnya Ayu ada rasa takut, namun Aswin melakukan dengan sangat lembut, dia mengutamakan kepuasan istrinya dulu.
Ayu tersadar dalam lamunannya saat Aswin keluar dari kamar mandi " Sayang mau mandi ayo aku bantu" ucap Aswin
" Yang aku tau katanya sakit kalau malam pertama, apa kamu juga sakit yang?" tanya Aswin.
" Engga begitu, hanya sedikit perih " kata Ayu jujur.
" Ya udah, kamu mandi yang, keburu habis waktu subuhnya " ujar Aswin sambil membantu Ayu ke kamar mandi.
Melihat perhatian Aswin begitu besar serta Aswin yang sabar menunggu Ayu membuka hatinya. Ayu merasa jadi wanita yang paling bahagia.
Walaupun awalnya jalan yang salah yang Aswin tempuh namun sekarang mereka merasa saling memiliki.
Ayu dan Aswin juga luky udah pada siap semua. Tahun ini Luky mau masuk sekolah.
Ayu berencana sekolahin Luky yang deket rumahnya Pak Arga, biar bisa antar jemput sama Kakeknya.
Luky sudah nyaman bersama beliau, sebenarnya Ayu dan Aswin berniat ambil Beby sister tapi Pak Arga kurang setuju.
Beliau kurang percaya sama orang lain, Mereka masih sanggup ngurus cucunya itu.
Istrinya Pak Arga tidak mau berpisah sama Luky, udah terbiasa dan susah senang sudah mereka lewati bersama.
Aswin pergi pake motornya, sementara Ayu pergi dengan mobilnya.
waktu terus berlalu, tidak terasa Ayu dan Aswin sudah menikah 1 tahun lamanya mereka berjalan normal normal saja. Namun namanya kehidupan tidak akan selamanya mulus, ada saja konfliknya.
Seperti yang sedang dihadapi Aswin dan Ayu.
Mereka sungguh bingung dengan Ibunya Aswin yang tiba tiba ingin tinggal bersama Aswin.
Sementara Aswin masih tinggal di rumah dinasnya, Ayu sudah mencoba menawarkan supaya Aswin mau beli rumah pake uang Ayu, Aswin menolak, dia ingin punya rumah hasil jerih payahnya.
Selama ini yang dipake kehidupannya uang Aswin, uang Ayu cuma kadang kadang kalau diperlukan. Aswin punya prinsip kalau Suami yang harus menafkahi istri.
Namun sekarang Ibunya Aswin menuntut tinggal di rumah Aswin, entah ada tujuan apa?
Akhirnya karena memaksa, Ayu mengijinkan mertuanya ikut bersama dia. Awal biasa aja tidak ada drama yang berarti.
__ADS_1
Pas sebulan sudah dirumah mulai bertingkah.
Dia mengeluh cape sebab harus masak buat anak dan menantunya.
Drama di sore hari. " win mamah cape, seharian ngerjain kerjaan rumah dan masak buat kalian" kata Ibunya Aswin.
" Mah, kan sudah Aswin bilang, mamah tidak usah mengerjakan apapun, kita biasa semua dikerjakan berdua pagi pagi, ya kalau tidak keburu pulang kerja kita lanjutkan" jawaban Aswin.
" Iya tapi mamah risi lihat rumah berantakan " kata Ibunya lagi.
" Win kamu dan istri kamu kan kerja, cari pembantu aja, kan ada Luky juga biar tidak dikasih ke orang lain " kata Ibunya mencoba menghasut Aswin.
Awalnya Aswin masih bisa bertahan dan tidak terpengaruh dengan ucapan Ibunya.
Lama lama Aswin jadi goyah juga. Dan tanpa bicara sama Ayu, Aswin meng iyakan apa yang Ibunya minta yang lebih parahnya Ibunya yang memasukan seseorang untuk jadi pembantu di rumah Aswin.
Masalah mulai datang, Ayu yang tidak tau ada pembantu dirumahnya kaget, pas pulang kerja tiba tiba ada orang baru wanita masih muda dan cantik.
" Assalamualaikum" ucap Ayu.
" Walaikumsalam" jawab Ibunya Aswin.
Ayu terdiam saat melihat wanita yang lagi ngobrol bersama Ibunya Aswin.
" Ada tamu mah?" tanya Ayu.
Ayu kaget dengan reaksi Mertuanya tersebut.
" Loh kemarin yang menyuruh saya memanggil Mamah siapa?" tanya Ayu yang sudah mulai siap dengan drama yang akan terjadi.
" Lisa kamu lihat kan istri Aswin yang tidak tau malu itu" ucap Lusi pada Lisa.
" Bu maaf, saya mungkin masih bisa bersabar dan menghormati Ibu sebagai Ibunya Aswin, tapi jika Ibu sudah berani menghina dan membawa orang lain ke rumah ini sebaiknya Ibu pulang aja ke rumah Ibu" jawab Ayu.
" eh denger ya, Lisa ini calon istri Aswin, saya tidak sudi anak saya harus menikah dengan perempuan tua yang tidak tau diri, sudah jelek bau lagi" hinanya lagi.
Saat terdengar suara motor Aswin, Lisa pura pura jatuh, Dan Ibunya berusaha menolongnya.
Ayu hanya tersenyum saja, trik seperti itu sudah kuno dan Ayu sangat yakin Aswin tidak akan percaya.
" Assalamualaikum" ucap Aswin
" Walaikumsalam " jawab Ayu.
Aswin masuk dan Ayu mengambil tangan Aswin untuk diciumnya.
Aswin kaget melihat Ibunya sedang memeluk Lisa yang sedang menangis sambil memegang pipinya.
" Mah ada apa?" tanya Aswin
__ADS_1
Drama dimulai, Ibunya Aswin berakting, sama Lisa juga berusaha berakting sangat cantik.
Namun di sayangkan Ayu lebih pandai dari mereka.
Sebelum Ibunya Aswin mengadu Ayu lebih dulu bicara .
" Mas coba dengar ini " ucap Ayu yang menyerahkan rekamannya kepada suaminya.
Aswin bingung, tapi tak pelak juga dia klik audio tersebut, semua kata kata ibunya terdengar jelas, baru satu hari membawa Lisa ke rumah sudah Ayu patahkan dengan kecerdasan Ayu.
" Maksud Mamah apa dengan semua ini" berang Aswin.
" Iya aku tidak memang dari dulu tidak suka dia, kamu tau Aswin dia yang menggoda Papamu sehingga Papa mu pergi meninggalkan Mama" mulai fitnah dijalankan.
Ayu tidak habis pikir, Lusi selalu saja menyalahkan nya dengan segala masalahnya.
Padahal Ayu tidak tau menahu tentang semua rumah tangga Mertuanya tersebut.
Aswin goyah, sebab Aswin pernah melihat Ayu sangat dekat dengan Ayahnya.
" Benarkah seperti itu Yu?" tanya Aswin menyelidik istrinya.
Ayu sangat sakit hati menerima pertanyaan itu, sebab dia sudah menerima Aswin 100 persen dan tidak mengingat lagi masa lalunya.
Dan semua tuduhan Ibunya tidak benar.
" Kamu sudah meragukan aku Win?" Ayu balik bertanya sama Aswin.
" Alah kamu jangan ngeles ya, aku tau semua kebejatan kamu bersama Andra, mungkin saja Luky anaknya Andra " begitu kejam tuduhan yang diberikan Mertuanya itu.
Lisa memandang dia dengan senyum penuh dengan ejekan.
" Kalau kamu mulai meragukan aku, sebaiknya aku yang akan pergi dari sini Win" ucap Ayu.
" Sebaiknya pikirkan lagi tidak usah banyak drama yang bakal membuat aku lebih sakit hati lagi, aku tidak pernah memintamu menikahi ku" ucap Ayu lagi.
Ayu tidak ingin banyak menghadapi konflik dan dia tidak mau buang tenaga untuk banyak berdebat dengan mertuanya itu.
" Sebaiknya aku mau ke rumah Bapak dulu, mungkin aku akan tidur disana dulu ,silahkan cari kebenaran dulu jangan sampai menyesal karena mengambil keputusan yang terburu buru" Ucap Ayu lagi. Dan dia bener pergi dari rumah itu.
Aswin hanya diam mematung tanpa mau mencegah istrinya pergi. Dia bingung dengan apa yang dibicarakan Ibunya.
Seandainya semua yang diucapkan Ibunya benar, dia sudah salah menikahi orang.
Tapi jika Ayu yang benar dia akan menyesal telah menuruti apa kata Ibunya.
Gimana Kah kelanjutan kisah Aswin dan Ayu kita tunggu di bab selanjutnya.
selamat membaca
__ADS_1