Mertuaku Adalah Sahabatku

Mertuaku Adalah Sahabatku
Kepergian Ayu kehancuran Aswin


__ADS_3

Ayu sudah sampai di rumah dinasnya, semua bahagia sebab hanya merekalah yang tau akan penderitaan Ayu selama tiga bulan kebelakang.


Ayu sudah mempersiapkan kamar kamar buat mereka, sebab Rumah yang Ayu dapat ,cukup besar dua lantai dengan kamar di bawah tiga diatas juga tiga.


Ayu menempati Kamar utama yang terletak di lantai dua. Sementara Luki anaknya persis didepan kamar Ayu.


Kamar Pak Arga dan istri ada di bawah, sementara kamar Art nya ada di pinggir kamar Pak Arga.


Sementara kamar pembantu yang ada dibelakang di biarkan kosong, buat jaga jaga nanti Ayu butuh art lagi.


Ayu menganggap Art nya itu sebagai keluarganya. Tidak ada yang di beda bedakan.


Keluarga Pak Arga sudah dianggap Orang tuanya. Jadi Ayu tidak merasa sendiri lagi setalah memiliki mereka.


Sekalipun Ayu sakit hati oleh Suaminya namun Ayu masih bersyukur masih punya orang orang yang menyayanginya.


Aswin begitu terpukul mendapati Ayu telah pergi, kejadian beberapa tahun yang lalu terulang lagi.


Aswin harus mencari kemana, Ayu tidak punya teman dekat. Dan Aswin mencari ke Kantornya, Info yang di dapat adalah Ayu telah keluar dari perusahaan itu.


Memang itu sudah diatur semuanya. Ayu ingin menghilangkan jejaknya. Jadi dia bisa menjalani hidupnya dengan tenang.


Aswin terus mencari sampai dia lelah, dia tidak tau harus mencari kemana.


Akhirnya Aswin minta ijin cuti ke kantornya dan pulang ke jakarta menemui Ayahnya.


Dia tidak bisa minta tolong sama Mama nya sebab Mama nya yang selalu berusaha memfitnah Ayu.


Waktu pun cepat berlalu, dan Aswin sudah sampai di Jakarta, Dia tidak langsung ke rumah Ayahnya, dia kerumah adiknya dulu.


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam,


" Eh, Mas kamu ko gak ngabarin dulu pulang kesini " kata Gea.


" Mana mba Ayu nya sama Luki mas?" tanya Gea.


Aswin malah masuk tanpa menjawab pertanyaan adiknya.


" Mas, ada apa? bukankah Mama disana sama Mas?" tanya Gea lagi.


" Justru itu Mas pulang, Ayu pergi " jawab Aswin.


" Apa yang terjadi Mas?" tanya Gea lagi.


Aswin terpaksa menceritakan semuanya.


Aswin jujur sama Adiknya, Dia yang salah dalam hal ini, makanya dia ingin menemui Ayahnya.

__ADS_1


" Bentar aku telpon dulu Papa ada dimana" ujar Gea.


" Halo Pa, Papa dimana" tanya Gea .


" Halo, Papa ada dirumah, baru pulang dinas, ada apa tumben telpon biasanya langsung datang" jawab Andra.


" Ini Pah Mas Aswin ada di sini, katanya mau ke rumah Papa" ucap Gea lagi.


" Sudah Masmu suruh disitu aja, Papa yang akan ke situ" ucap Papanya.


Andra yang baru saja pulang dinas harus pergi lagi sebab dalam hati Andra ada rasa kemarahan yang menggelegak dalam hatinya.


Andra langsung memarkirkan mobilnya. Dan tanpa salam dia masuk saja ke rumah. Melihat Aswin yang kacau Andra mengurungkan niatnya untuk memukul anaknya itu


" Ada apa kamu pulang kesini Win"


" Bukankah kamu sudah bahagia ya tanpa Ayu disisi kamu" sindir Andra.


Andra sangat murka pada Aswin, kenapa selalu ngambil langkah yang salah saja.


Tidak pernah belajar dari kesalahannya.


" Pah, aku udah mencari Ayu kamana mana, tapi gak ketemu, kata orang yang kerja dikantornya katanya Ayu sudah keluar dari tempat kerjanya" ucap Aswin.


" Apa Papa tau kira kira Ayu punya saudara dimana?" tanya Aswin.


"Jadi sekarang Papa gak tau siapa saudara Ayu, udah gitu Ayu tidak punya sahabat kecuali Papa"


" pah, tolong aku, aku tidak sanggup kalau harus hidup dalam penyesalan" ucap Aswin sambil menangis pilu.


Aswin sungguh sangat menyesal, tidak tau harus berbuat apa, sebenarnya Andra bisa aja melacak Ayu, cuma Andra ingin melihat dulu sampai sejauh mana usaha Aswin untuk menemukan istrinya.


" Pah aku mau keluar saja dari tempat kerjaku disana, aku mau kembali kesini aku mau cari kerja disini aja" ucap Aswin.


" Ya sudah kalau mau kamu gitu, kamu bisa kerja di tempat Papa, kamu bisa sebagai pengelola keuangan kebetulan posisi itu uang kosong" ucap Andra.


" Pah tolong lah lacak Ayu, aku tidak punya kuasa, kalau Papa kan bisa melacak keberadaan Ayu" Aswin memohon pada Ayahnya.


Sebab Andra tidak tega melihat Aswin seperti itu, akhirnya Andra telpon seseorang yang bisa lacak melacak orang.


Andra mengirimkan Foto Ayu dan juga Luki untuk memudahkan pencarian.


Tidak butuh waktu lama satu minggu sudah ada info tentang Ayu yang menetap di kota Surabaya.


Aswin yang mendapat kabar itu tidaka membuang waktu lagi, dia langsung terbang ke Surabaya dengan berbekal Alamat yang dikasih oleh informan tersebut .


Aswin sudah sampai di kota Surabaya, dan langsung menuju Alamat yang dia bawa.


Sesampainya di tempat yang dituju, Aswin sangat bahagia walaupun belum ketemu sama yang punya rumah.

__ADS_1


" Assalamualaikum," Aswin mengucapkan salam.


" Walaikumsalam" ada orang yang menjawab, namun Aswin tidak mengenal suaranya.


Pintu pun di buka, keluarlah satu wajah yang selama ini dia rindukan.


" Yu" ucap Aswin tergagap.


" Mas, mau apa jauh jauh datang kesini?' tanya Ayu.


" Mas mau minta maaf sama kamu dan Luki Yu, Mas menyesal" ucap Aswin.


" Mas tapi kita sudah bercerai, tidak ada lagi hubungan antara kita, Mas pun meragukan Luki kan, jadi sebaiknya mas kembali kepada kehidupan Mas yang sudah bahagia itu" ucap Ayu.


" Kata siapa Yu aku bahagia, aku akui aku yang salah, yang tidak kuat nahan cemburu, tapi Yu tolong beri aku maaf" ucap Aswin memohon.


" Aku selalu memaafkan Mas, tapi tidak untuk sebuah penghianatan" ucap Ayu.


Aswin bingung siap sebenarnya yang berkhianat.


" Yu ngomong yang jelas siapa yang berkhianat?" tanya Aswin.


Ayu mengambil hpnya dan memperlihatkan vidio dan chat dari Lusi.


Aswin meraih hp itu, dan melihat semua yang ditunjukan oleh Ayu.


Aswin sungguh kaget dengan Vidio itu, dia tidak merasa pernah melakukan itu.


Aswin melihat tanggal vidio itu dikirim, dan Aswin mencoba mengingat semuanya.


Sungguh Aswin tidak mengingat kejadian itu, cuma yang ada dalam pikirannya pasti ini ulah Mama nya.


" Mas sebaiknya pulang, dan selesaikan secepatnya perceraian kita, aku gak akan hadir, supaya cepat ketuk palu" ucap Ayu lagi.


" Aku sudah mencabut gugatan itu Yu" ucap Aswin lagi.


" Ayah" teriak anak kecil yang selama ini merindukan Ayahnya.


Aswin merentangkan tangannya, dan Luki langsung menghambur pada pelukan Aswin.


Aswin memeluk anaknya, Dia sudah lama merindukan anaknya.


Aswin meneteskan air mata, dia sudah hampir kehilangan anak dan istrinya. Aswin bersumpah mau memperjuangkan Ayu walaupun dia sadar Ayu tidak akan mudah menerimanya


" Ayo Yah masuk" ajak Luki.


Terpaksa Ayu memberi jalan pada Aswin untuk memasuki rumahnya.


Bagaimanakah kelanjutannya, apakah Ayu memaafkannya, tunggu saja ya bab berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2