Mertuaku Adalah Sahabatku

Mertuaku Adalah Sahabatku
Ayu hamil? 3


__ADS_3

Andra tidak bisa menutupi kebahagiannya, Ayu hamil dan dia menyaksikannya, Andra ingin Ayu ikut dengannya ke Kota Jakarta, namun Ayu kerja tidak mungkin meninggalkannya.


Andra menghampiri Ayu di meja makan,


" Yu selamat ya, kamu akan bertambah momongan, Papa berharap kamu melahirkan bayi perempuan, supaya sepasang" ucap Andra dengan tampang serius.


Ayu menatap Andra dengan menahan tawanya. " Serius lo mau di panggil Papa ama aku?" Tanya Ayu.


Pecahlah tawa mereka, memang sejujurnya Ayu dan Andra tidak bisa bicara serius, kecuali dalam hal hal tertentu.


Ibu Vina datang menengahi, " Kalian tuh kenapa sih kalau ketemu, engga bisa kayanya ngobrol yang beber gitu, pasti ujungnya malah bercanda" ucap Bu Vina.


" Bu, aku geli kalau harus manggil Papa ke Suamimu, aku dari dulu manggil Andra mau gimana bisa di rubah coba" jawab Ayu.


" Dasar mantu gak ada akhlak begini, masa sama Mertua panggil nama, itu nama ya gak sopan Yu" ujar Andra.


" Pengen banget ya di panggil Papa sama mantu ini" ucap Ayu lagi.


" Au ah gelap " ucap Andra.


Saat mereka asyik sekali dengan canda mereka, Bu Vina minta ijin ke kamar Luki menemani Luki tidur.


Disaat mereka lagi berdua di meja makan, Andra terus mengganggu Ayu, menggodanya dengan segala candaan, Ayu tertawa bahagia.


Tepat Ayu sedang tertawa dan sambil mukul kecil Andra, Aswin muncul.


Mereka tidak mendengar salam Aswin saking asyiknya mereka bercanda, Pak Arga sudah pulang, posisi mereka memang berdua saja.


Aswin dibakar rasa cemburu, melihat pemandangan istrinya yang begitu akrab dengan Papanya.


Apalagi tanpa sengaja Andra bicara mengingatkan Ayu yang menginginkan anak dulu tapi tidak ada laki laki yang mau sama dia, di situ Ayu mendadak sendu, dengan reflek Andra meraih tubuhnya dan memeluknya.


Aswin kaget sampai sampai matanya terbelalak. Istrinya nyaman di peluk Papanya.


Saking tidak bisa menahan rasa cemburu. Aswin berbalik badan dan meninggalkan rumah Ayu.


Aswin kembali ke rumahnya, dan langsung masuk kamarnya, hatinya sangat pedih memikirkan istrinya yang dianggap Aswin benar semua kata kata Ibunya.


Aswin jadi percaya semua omongan Ibunya.


Aswin jadi curiga kalau Luki pun bukan anaknya.

__ADS_1


Aswin sangat lelah dengan pikirannya. Akhirnya dia tertidur.


Andra dan Bu Vina pamit setelah makan malam, Andra pikir toh Aswin pasti sebentar lagi pulang, jadi dia memutuskan langsung pulang saja.


Setelah kepulangan Andra Ayu menunggu Suaminya sampai larut malam, Ayu mencoba menelpon Suaminya tidak ada jawaban.


Ayu merasa khawatir, tidak biasanya Aswin seperti itu, biasanya kalau telat pasti ngasih kabar.


Disisi lain Aswin sudah tidak ingin memikirkan masalahnya dia tidur dan mengabaikan semua panggilan telpon, baik dari Ayu juga dari Andra.


Keesokan harinya Ayu sudah bersiap untuk ke kantor walau dengan badan lemas sebab Ayu bulak balik ke kamar mandi muntah.


Ayu dengan wajah yang pucat terpaksa pergi mau gak mau sebab hari ini ada rapat penting di kantornya tidak mungkin dia tidak hadir.


Ayu tidak mau bawa mobil terpaksa naik taksi ke kantornya. Saat Ayu baru saja berangkat Aswin datang. Dia melihat mobil istrinya masih terparkir.


Aswin masuk tanpa mengucapkan salam, hatinya sedang gundah, dia pikir Ayu masih dikamarnya, dia langsung masuk kamar sebab dia mau ngantor juga.


Pas masuk kamar ternyata Ayu sudah berangkat, pikiran buruk menghampirinya.


Aswin berpikir Andra yang mengantar Ayu ke kantor, sebab dia melihat mobilnya.


Aswin terus berasumsi dengan pikirannya sendiri, dan dia memutuskan untuk meninggalkan rumah Ayu, dia kemasi semua bajunya, dan meninggalkan rumah itu tanpa klarifikasi dari ayu.


Aswin tidak sadar dengan sikapnya itu malapetaka akan datang.


Ayu pergi bekerja namun pikiran tidak tenang dengan tidak pulangnya suaminya itu, di telpon tidak diangkat, di cath tidak dibalas.


Waktu cepat berlalu saat pulang kantor pun tiba Aswin pulang kerumahnya dengan muka kusut, dia langsung masuk kamarnya dan mengunci diri dalam kamarnya.


Lusi ada rasa senang melihat anaknya kembali kerumah itu. Lusi mendatangi kamar Aswin dan mengetuknya.


Aswin membuka pintu sebab bagaimanapun dia akan selalu menghormati ibunya.


" Win ada masalah apa nak, sampai muka kamu kusut begitu, ayo cerita sama Mama" ucap Lusi dengan lembut pada anaknya.


Aswin mendekati Mamanya dan memeluk Mamanya sambil berkata " Maaf kan Aswin Mah, yang selalu menyakiti hati Mama"


" Tidak Nak, sebenarnya apa yang terjadi dengan kamu?" tanya nya lagi.


" Ma, apa benar kalau Ayu ada hubungan dengan Papa?" tanya Aswin mulai meragu.

__ADS_1


" Apa kamu sudah melihat buktinya, dan kamu baru percaya dengan yang Mama omongkan selama ini?" Lusi mulai melancarkan fitnahannya.


" Iya Ma , aku melihat Papa memeluk Ayu, saat Ayu kelihatan sedih" ucap Aswin.


" Itulah Papamu demi si Ayu itu tega ninggalin kita Win" ucap Lusi lagi.


Namun dalam hati Aswin masih ada keraguan, dia masih ada satu kepercayaan pada istrinya itu .


Tapi tidak dengan Lusi, kesempatan digunakan nya sebaik baiknya untuk terus menghasut Aswin supaya Aswin membenci istrinya dan menceraikan nya.


" Apa kamu sudah makan sayang ?" tanya Lusi lagi.


" Belum Mah, aku gak ada selera makan" jawab Aswin.


" Ya udah sekarang tunggu kamu di sini Mama akan bawakan kamu makan ya, biar sedikit kamu harus makan, sedih juga harus pakai tenaga" ucap Lusi sambil berseloroh.


Lusi keluar kamar Aswin bermaksud untuk mengambil makanan buat Aswin.


Aswin kembali merebahkan diri lagi posisi dia menghadap tembok. Lisa masuk dengan perlahan, Aswin menyangka yang masuk Mamanya jadi dia tidak membalikan badannya.


Lisa sengaja memakai parfum Lusi supaya Aswin tidak curiga. Lisa melancarkan aksinya, awalnya dia mengelus kepala Aswin, lalu dia ikut merebahkan diri dan memeluk Aswin dari belakang.


Aswin merasa nyaman dengan pelukan Lisa yang dia anggap Mamanya itu. Tidak lama Lusi datang dan melancarkan aksinya.


Lusi mengarahkan kameranya dan memvideokan Aswin dan Lisa yang tidur sambil di peluk Lisa.


Berhasil mendapatkan Vidio Nya , dengan cepat Lusi mengirimnya kepada Ayu.


Lisa bangun dan berganti posisi dengan Lusi tanpa Aswin sadari. " Sayang bangun yu makan dulu" ucap Lusi.


" Iya Ma " Aswin pun bangun dan mencoba makan walau pun terasa hambar.


Ayu yang baru saja selesai membersihkan diri, dia melihat ada yang masuk ke hp nya.


Dia penasaran dia membukanya.


Ayu syok, Ayu tidak mampu berkata kata air mata pun meluncur tanpa menunggu perintah.


Hati Ayu sangat sakit, apa yang selama ini ditakutkan nya terjadi. Ayu hancur disaat di rahimnya tumbuh janin yang dinantikan suaminya, malah sebaliknya yang Ayu terima.


Ayu tersungkur, dia benar benar merasa hancur. Hidupnya kembali terpuruk, tidak ada yang bisa dia lakukan kecuali menangis.

__ADS_1


Tadinya ia masih berpikir positif tetapi semua hancur setelah vidio itu datang. Inilah jawaban kegundahan hati nya selama ini saat datangnya Ibu Aswin dan Lisa.


Rumah tangga yang Ayu cita citakan bahagia nyatanya tidak sanggup dia pertahankan. Badai itu datang terlalu dahsyat sehingga dia terjatuh dan terpuruk.


__ADS_2