
Gea dirumah seorang diri, dia pulang dari kampus langsung istirahat, dia merasa lelah dengan padatnya mata kuliah.
Kuliah kedokteran bukanlah sepele perlu kecerdasan juga semangat juang untuk mencapai keberhasilan.
Memang Gia sangat berbeda dengan Aswin, Gea menurun dari Andra yang suka sekali dengan medis, Aswin suka sekali dengan pengembangan Bisnis.
Mungkin bisa seperti itu sebab Aswin anak dari Kakeknya Andra yang seorang pebisnis. Sementara Lusi kuliah di keperawatan karena saat itu Andra ingin supaya Lusi seprofesi sama dia.
Orang yang menguntit Gea menunggu dan memasang sesuatu di teras Gea, orang yang mencurigakan itu seolah dia yang disuruh membetulkan sesuatu di rumah Gea itu.
Dan dia terus merangsek masuk ke rumah Gea lewat pintu belakang. Sebab pintu baru saja Gea buka tanpa menguncinya, dia tidak curiga sebab selama ini aman aman saja.
Setelah berhasil masuk orang tersebut memasang sesuatu di tempat tempat yang bisa memantau kegiatan Gea sehari hari.
Kerja orang itu sangat cekatan, sebab sudah terbiasa, akhirnya dia keluar juga tanpa menimbulkan kecurigaan.
Gea jika di rumah suka memakai pakaian yang sangat terbuka, dia berpikir toh dia hanya sendirian, jadi dia lakukan semaunya saja. Dia tidak menyadari ada bahaya mengintainya.
Penguntit segera menelpon tuannya, dia bicara sambil meng angguk anggukan kepala tanda mengerti.
Sementara di tempat lain, Ayu baru saja menyelesaikan kerjanya, dia sekarang mudah lelah, dengan kehamilan ke 7 bulan ini dia sudah susah gerak terlalu berlebih.
Ayu lagi bersiap untuk pulang, dia menunggu supir yang menjemputnya semenjak datang ke Kota Surabaya Ayu sudah tidak menyetir sendiri lagi.
Sementara keadaan Lusi dan Aswin sekarang lagi di interogasi oleh Polisi. Namun tidak lama datang seorang pengacara dan berbicara pada Polisi tersebut.
Pengacara tersebut adalah utusan Andre dan Andre memutuskan untuk mencabut laporannya, dia begitu banyak pertimbangan yang dia pikirkan.
Andre akan membalas semuanya bukan dengan cara memenjarakan Aswin dan Mamahnya.
Andre punya rencana sendiri. Kini Andre bisa pulang kembali ke Jakarta, semua yang dia rencanakan selain bisnis semua berjalan sesuai dengan keinginannya.
Andre memendam dendam yang sangat besar sama Mamah Aswin, sebab dia merasa terhina dan dan dilecehkan apa yang dia jaga selama ini harus berakhir dengan seorang nenek nenek itu yang dia pikirkan. dan semakin dia ingat dia senakin ingin melampiaskannya.
Dan disinilah Andre sekarang, dia menunggu di kampusnya Gea. Dia menunggu target datang, setelah dia melihat Gea sendiri temannya Andre turun dan pura pura menabrak tubuh Gea.
Gea terjatuh semua bawaannya terburai.
Gea marah, lelaki yang menabraknya juga marah.
" Hai kalau jalan pake mata lo" teriak Gea kesal.
" Lo yang yang harusnya pake mata , lo kan dari tadi lihat hp" balas laki laki tadi.
Turunlah Andre dari mobilnya, dia berjalan mendekati Gea.
" Eh Bang Andre " ucap Gea dia kenal sama Andre malah waktu dia kecil sangat akrab.
Malah Gea mengidolakan Andre yang sangat pendiam itu. Dan Andre lah satu satunya sahabat Aswin yang tidak mengenal cewe.
" Halo Gea, kamu kenapa?" tanya Andre pura pura.
" Ini bang ada orang udah salah nyolot lagi" jawab Gea mengadukan laki laki tadi.
" Bang jangan seperti itu dong, kalau salah minta maaf, ini kan sama cewe" ujar Andre.
Cowok tadi bukan minta maaf malah pergi begitu saja, Andre tersenyum samar sampai Gea tidak bisa melihatnya.
Target sudah masuk perangkap, Andre tinggal menjalankan misi selanjutnya.
" Gea mau pulang atau gimana?" tanya Andra lagi.
" Iya Bang " jawab Gea gugup, siapa sangka dia bakal ketemu pria pujaannya ini.
" Bawa kendaraan sendiri atau gimana?" tanya Andre lagi.
" Tidak Bang saya nunggu supir jemput saya" jawab Gea.
" Mau ikut abang pulang gak?" tanya Andre lagi.
__ADS_1
Tampa pikir panjang Gea mengiyakan ajakan Andre dia tidak curiga dengan Andre sebab Gea tau Andre seperti apa.
" Ayo, kita jalan sekarang" ucap Andre.
Andre tau Gea tidak akan susah untuk dia ajak sebab Andre rau kalau Gea dari dulu ada perasaan sama dia. Cuma Andre tidak menanggapi sebab si masih ingin mengejar cita citanya.
Namun dia sangat menyesalinya semua yang terjadi kemarin, makanya dia ingin melampiaskan kekesalannya terhadap Gea yang sama sekali tidak rau apa apa.
Tidak terasa waktu berjalan Gea dan Andre sampai dikediaman Gea selama ini.
"Bang mau mampir dulu" ajak Gea dia sangat berharap Andre mau mampir walau bagaimanapun dia masih besar rasa itu.
" Lain waktu aja ya, Saya sekarang ada urusan yang lain' jawab Andre.
Andre menjalankan lagi mobilnya dia tersenyum senang, dia akan permainkan hatinya dulu, nanti kalau sudah cinta mati Gea pasti akan menyerahkannya sendiri.
Andre ingin bermain cantik tidak terburu buru, dia orang yang sabar, dia tidak ingin terburu buru, dia berniat menjeratnya setelah dapat dia akan menghancurkannya.
Gea yang merasa sangat bahagia tidak berhenti tersenyum, namun dia tidak sadar semua kegiatannya terekam oleh kamera tersembunyi, Termasuk dia yang hanya memakai Bra dan celana pendek saja masuk ke area dapur.
Dia berpikir aman, padahal semua kelihatan sama Andre, a
Andre sampai menelan air ludahnya sendiri melihat penampilan Gea yang aduhai itu.
Tidak dipungkiri Gea punya badan yang sangat bagus.
Andre yang tidak bisa menahan dirinya yang disebabkan oleh Gea akhirnya dia pergi menuju rumah Gea.
Selama 15 menit Andre menghabiskan waktu untuk ke rumah Gea. Sesampainya di depan pintu Andre tidak langsung turun, dia memijit no Gea.
" Halo" Sapan Gea sambil merasa tidak percaya pujaan hatinya menelpon.
" Gea lagi apa?" tanga Andre sambil memandang Gea yang lagi rebahan di sofa.
Andre telpon hanya basa basi saja, dia lama lama gak tahan juga dengan menyaksikan
penampilan Ge yang seperti itu.
" Gea aku ada di luar rumahmu, apa aku boleh mampir" ucap Andre.
Sungguh Gea tidak percaya, Andre yang sangat pendiam, dan yang diidam idamkan
ada di depan rumahnya.
Namun dia sadar kalau penampilannya itu membahayakan, bila dia membuka pintu sekarang.
Gea masuk kamar dan berganti pakaian yang lebih tertutup untuk menyambut kekasih hatinya.
Gea membuka pintu dengan tergesa gesa, dia tidak sabar menyambut pujaan hatinya, pacarnya terlupakan.
" Assalamualaikum" Andre mengucapkan salam setelah melihat Gea membuka pintu.
" Walaikumsalam" jawab Gea full senyum.
" Masuk bang, saya senang sakali abang mau mampir" ucap Gea sambil terus memasang senyum termanisnya.
Andre masuk dan duduk di sofa, Gea duduk di depannya. Gea pengen sebenarnya duduk di pinggir Andre tapi Gea takut di tolak kaya jaman dulu.
" Sini, kamu duduknya disini" ajak Andre.
Gra kesenangan sebab memang hatinya sudah sangat berharap dari dulu.
Gea duduk mendekat, dan Andre sedikit memepet ke paha Gea yang sedikit terbuka itu.
Andre pura pura tidak sengaja membuka hp yang isinya film dewasa yang temannya kirim.
Semua sudah Andre rencanakan dengan matang, Dia ingin bermain dengan Gea tanpa paksaan biar kesannya Gea yang menyerahkan diri.
Suara dari film itu membuat Gea penasaran.
__ADS_1
" Suara apa itu bang, ko kaya orang yang lagi?" tanya Gea tidak meneruskan kata katanya.
" Nih lihat sendiri temenku iseng ngirim yang beginian, aku tidak sengaja membukanya" jawab Andre sambil menyerahkan hp nya sama Gea.
Dia memang sengaja supaya Gea terangsang, dan meminta dia menyentuhnya, Andre berniat menyentuh anaknya Lusi, sebab yang mengambil keperjakaan dia emaknya, jadi dia merasa rugi kenapa tidak anaknya dia akan embat untuk.mengaganti kerugian itu.
Gea menonton, matanya tidak lepas, sambil tidak sadar dia menelan ludahnya, dia sungguh terangsang sebab dia tidak pernah menonton hal hal yang seperti itu. Yang dia lihat sungguh merangsang dirinya.
Secara perlahan Gea memegang tangan Andre, Andre membalas sambil mengelus paha Gea yang sedikit demi sedikit terangkat.
Gea tidak sadar tangan Andre sudah mengelus elus paha mulusnya. Gea semakin terangsang.
Dan entah siapa yang duluan baik Andre ataupun Gea sudah sama sama tidak sadar mereka diliputi kabut gairah yang sangat dahsyat.
Gea menyerang Andre dengan agresif, Andre pun melakukannya dengan cara yang sangat lembut, dia takut Gea kesakitan.
Dia mau mengambil sesuatu yang sangat berharga yang ada didiri Gea, tapi dia tidak ingin berbuat kasar dia ingin membuai Gea.
Terjadilah pergumulan panas antara Gea dan Andre, awalnya Gea kesakitan tapi dengan perlakuan Andre yang sangat lembut, dan Andre adalah pujaan hatinya jadi Gea menyerahkannya dengan suka rela.
Sebelum penyatuan Andre masih bertanya dengan tatapan gairah yang sangat menggebu dia berusaha menahannya.
" Apakah kamu tidak akan menyesalinya setelah aku masukin kamu nanti kamu akan kehilangan?" tanya Andre sambil menahan yang sesak dibawah sana.
" Aku menginginkan ini dari dulu, aku tidak pernah melakukannya sekalipun dengan pacarku, tapi aku selalu menghayal melakukannya bersama abang ucap Gea.
Gea dengan agresif membuka yang masih
menutup Andre dan dia yang memulainya.
Andre mengambil yangvpaling berharga dari Gea tanpa paksaan, dan Gea meminta beberapa kali, sampai Andre kelelahan, sungguh dia tidak menyangka kalau Gea akan seganas itu.
Setelah mereka mencapai puncaknya, meraka tertidur dalam keadaan polos keduanya hanya ditutupi sama baju mereka yang tadinya bertebaran disana.
Sofa sera karpet menjadi saksi perbuatan mereka dan ada kamera tersembunyi disana.
Andre yang duluan terbangun, dia segera memindahkan Gea ke kamarnya.
Andre dengan cepat memakai pakaiannya, serta mengambil semua kamera yang terpasang di rumah Gea semuanya sudah tercapai, dendamnya terbalaskan.
Andre pun melenggang pergi tanpa rasa bersalah, yang ada dia sangat puas dan Andre akan mengulangnya lagi jika Gea menginginkannya.
Gea terbangun dari tidurnya, dia meraba pinggirnya ternyata Andre sudah pergi meninggalkannya.
Gea baru sadar kalau dia sudah kehilangan satu satunya yang dia jaga selama ini.
Gea merenung, dia bingung dengan perasaannya. Dia ada ada rasa menyesal namun ada rasa bahagia yang sangat membuncah di hatinya, apa lagi saat Andre menelponnya.
" Udah bangun sayang?" tanya Andre dengan kata kata yang membuat Gea tambah melayang.
" udah Bang baru saja" jawab Gea.
" Sakit ya anu kamu?" tanya Andre lagi.
" sedikit, tapi gak apa apa aku senang bisa memberikan sesuatu pada orang yang aku cintai selama ini" ucap Gea jujur.
" Maafkan aku ya , seharusnya aku menjaga kamu bukan malah merusak mu" ucap Andre seolah menyesal.
" gak apa apa Bang, aku malah senang, bila abang mau lagi aku siap bang" ucap Gea tanpa rasa malu sedikitpun.
" Sekalipun kita belum menikah?" tanya Andre kesenangan dia bisa melampiaskan semuanya pada Gea tanpa harus bersusah-payah.
" gak apa apa, yang penting abang mau sama Gea dan jadi milik Gea" jawab Gea.
" Baiklah, tapi aku gak mau merusak hubunganmu dengan pacar kamu loh" ucap Andre.
" Akan Gea bereskan dulu masalah Gea lalu kita jadian ya Bang" jawab Gea.
" Baiklah Abang Pergi dulu ya , kamu istirahat saja, muach buat kamu" pungkas Andre.
__ADS_1
Dan Andre pun menutup telpon sambil tersenyum puas.