
Ayu meninggalkan rumah itu, dia pulang ke rumahnya yang diam diam beli, inilah yang Ayu takutkan makanya dengan uangnya ia membeli rumah yang dekat rumah Pak Arga, Aswin tidak mengetahui, sebab Pak Arga yang mengurus segalanya.
Rumah itupun diurus sama Pak Arga dan istrinya, malah kamar Luky suda terisi sebab Luky kalau siang di rumah Ayu bersama Pak Arga dan Istri, Ayu pun memberi art dan juga tukang kebun buat menjaga rumahnya itu.
Kalau sore Ayu pulang kerja Ayu menjemput Luky di rumahnya. Setengah tahun yang lalu Ayu beli sejak Ibu mertuanya terus menerornya dengan segala cara.
Ini hari yang paling Ayu takutkan, keraguan Aswin terhadap dirinya. Maka dari itu Ayu mempersiapkan segalanya baik rumah, dan hatinya.
Ayu keluar rumah tanpa membawa baju satupun, sebab dengan diam diam Ayu sering bawa bajunya juga Luky.
Begitupun dengan surat surat penting Sudah Ayu amankan semua, semua miliknya sudah tersimpan rapih di rumah tersebut.
Yang tertinggal di rumah Aswin hanya beberapa saja. Aswin tidak menyadari itu. Sebab dia akhir akhir ini sibuk dia juga lagi ada promosi jabatan jadi dia bener bener berusaha semaksimal mungkin untuk mencapainya.
Dan Ibunya yang setiap saat merecokinya itu yang membuat tidak menyadari semua tindakan Ayu.
Lusi senang dengan kepergian Ayu, dia terus mencoba menghasut anaknya itu.
Lisa pun turut andil untuk terus mendekati Aswin. Lisa berpakaian layaknya wanita malam, Lisa dan Lusi menganggap Aswin bakal sama pria lainnya yang mudah tergoda dengan melihat tubuh seksi saja.
Padahal Aswin dari muda suka orang yang lebih tua darinya. Dia lebih berhasrat melihat wanita seumur Ibunya. Dan itu sudah terjadi sejak duduk dikelas 1 smp.
Suatu malam, Aswin baru saja pulang, Aswin masih belum mau menjemput Ayu, begitupun Ayu belum mencoba menelpon Suaminya.
Ayu takut kecewa, dia tidak ingin sakit untuk kesekian kalinya, jika dia rumah tangganya harus berakhir dia sudah menyiapkan diri dan dia tidak akan namanya menikah lagi.
Ayu sudah banyak berubah lemak dalam tubuhnya sudah menyusut banyak, dia sudah ideal badannya, kulit nya pun sudah semakin glowing, dia sering perawatan.
Ayu terlihat lebih muda sekarang di banding tahun lalu. Ayu tidak ingin orang pada menghinanya termasuk Mertuanya itu.
Aswin duduk di ruang tamu, dan menyenderkan tubuhnya si senderan sofa, dia pusing dengan maslah rumahtangganya. Dia rindu anaknya yang sudah beberapa hari belum ketemu.
Tiba tiba Lisa datang bawa teh hangat buat Aswin, " Mas cape ya, nih Lisa buatkan teh hangat biar badannya rileks " ucap Lisa sambil tersenyum genit.
Bukan Aswin tidak tau dengan maksud Lisa. cuma Aswin ingin tau sampai sejauh mana itu perempuan menggodanya.
Aswin pura pura mau tehnya " Oh iya makasih Lis, kamu engga minum sekalian " kata Aswin memberi angin segar.
" Tentu mau dong Mas, tunggu sebentar ya , aku bikin buat aku " katanya sambil pergi ke dapur . Dia kembali ke dapur dan membuat teh buat dirinya sendiri.
Saat dia datang dengan tehnya, Aswin bicara lagi. " Mana cemilannya masa ngeteh cuma teh aja " kata Aswin lagi.
" Oh iya ya mas, sebentar aku ambil cemilan di dapur" kata Lisa lagi, dia tidak sadar kalau lagi dipermainkan oleh Aswin.
Aswin menukar teh mereka. Lisa tidak menyadarinya, Aswin langsung meneguk teh yang sudah ditukarkan.
Lisa saking senengnya dia langsung ikut meneguk tehnya, sampai habis. Aswin menunggu reaksi Lisa sebab dia curiga kalau tehnya itu sudah di kasih sesuatu.
Tidak lama kemudian terlihat gelisah, Lisa mengibas ngibas mukanya yang terasa panas itu.
__ADS_1
Sementara Lusi lagi asyik dengan berondong di kamar hotel yang dia sewa. Lusi akhir akhir ini suka sekali beli berondong buat memuaskan hasratnya.
Melihat itu Aswin pergi ke luar, dan memanggil satpam komplek yang agak genit.
Aswin menyuruh satpam komplek masuk, dan jika Lisa meminta sesuatu suruh memberinya, Aswin pergi kerumah temannya dahulu.
Dan jika sudah selesai Aswin menyuruh satpam itu telpon dia.
Satpam datang, Lisa lagi kelejotan kaya cacing kepanasan, Satpam mendekati Lisa, Lisa langsung menyambar satpam itu dia sudah tidak tahan menahannya.
Maka terjadilah yang seharusnya tidak terjadi.
Aswin merutuki dirinya kenapa dia biarkan orang seperti Lisa dirumahnya sementara istrinya pergi dari rumah.
Aswin baru sadar akan kejahatan mama nya yang mau menghancurkan rumah tangganya.
Aswin memutuskan ke rumahnya Pak Arga, Namun tidak ada orang di rumah itu. Aswin bertanya pada tetangga sebelah. Aswin mendapatkan Info kalau Pak Arga ada di rumah yang satunya lagi.
Aswin tidak menyangka kalau itu rumah yang Ayu beli, dia mengira kalau Pak Arga punya rumah dua, sebab, Aswin tidak begitu kenal baik sama pak Arga.
"Assalamualaikum" Aswin mengucapkan salam.
" Walaikumsalam" seorang wanita paruh baya membukakan pintu buat Aswin.
" Mau cari siapa Mas " tanya Art nya Ayu.
" Pak Arga ada ?" tanya Aswin lagi.
" Pak maaf ada yang cari bapak " ucap art tersebut.
" Siapa sus " Ayu yang bertanya.
" Kurang tau Bu" jawab art itu.
Pak Arga cepat memberhentikan dulu makannya, Namun Ayu melarangnya.
" Bapak habiskan dulu makannya, sus suruh tanggu tamu Bapak nya" Perintah Ayu .
" Baik Bu" jawab art itu.
Art yang bernama Susi itu pun pergi untuk menemui tamunya.
" Mas maaf, tunggu sebentar Bapak masih menyelesaikan makannya dulu" ucan Art itu.
" iya mba makasih" ucap Aswin.
Akhirnya Pak Arga menemui tamunya, ternyata yang datang Aswin.
" Eh maaf nak Aswin kenapa tidak langsung masuk aja, Ayu dan Luky ada lagi makan" sapa Pak Arga merasa kurang enak hati pada Aswin.
__ADS_1
" Tidak apa apa Pak takut ganggu juga " katanya.
" Ayo nak kesini" ajak Pak Arga.
Aswin beranjak dari duduknya dan mengikuti Pak Arga. Ayu yang mendengar suara Aswin langsung berdiri menyambut Suaminya, dan mengambil tangannya untuk diciumnya.
Ayu tidak melupakan kodratnya sebagai istri. Dia tetap menghormati Suaminya.
Aswin merasa bersalah dengan sikap Ayu itu, kenapa dia meragukan istrinya yang dia perjuangkan itu.
Aswin sadar setelah melihat kelakuan Lisa dan Lusi yang selalu buat ulah. Untung Aswin selalu waspada.
" Mas apa kabar, sehat" tanya Ayu.
" Badan aku sehat, tapi tidak dengan hatiku" jawab Aswin.
" Ayah, aku kangen " ucap Luky sambil menghambur kedalam pelukan Aswin.
Aswin terharu ternyata Anak dan Istrinya tidak berubah sedikitpun, Dia yang salah, yang sempat meragukan istrinya.
Ditempat yang berbeda diwaktu yang sama, Lisa sedang bertempur terus sampai pagi sama satpam komplek itu, bukan hanya dengan satu orang tapi dengan 3 orang, sebab yang satu tidak kuat melayani nafsu Lisa.
Pagi pagi Lisa terbangun dengan badan terasa remuk redam, dia menghabiskan malam dengan gagahnya, pagi paginya hancur.
" Dia berpikir dia berhasil menjebak Aswin, dia tersenyum bahagia, sebab dia pikir dia bermain bersama Aswin.
Sementara Aswin sendiri sedang melepas rindu dengan anak dan istrinya.
" Mas, kenapa Mas tiba tiba datang kesini?" tanya Ayu penasaran apa yang membuat Aswin sadar.
" Ada hal yang mencurigakan dengan Art yang mama bawa yu" jawab Aswin.
" Syukurlah kalau kamu menyadari lebih cepat" ucap Ayu.
" Mas aku tidak akan memaksa jika Mas sudah tidak menginginkan aku, aku sadar siapa aku, tanpa harus dihina, disebutkan aku jelek, gemuk, bau" ucap Ayu.
" Mas aku pikir, setelah aku pindah jauh, itu tidak akan ada orang yang menghinaku lagi ternyata Mertuaku sendiri menghina aku abis abisan" ujar Ayu sambil menatap Suaminya dengan sendu.
" Maaf kan Aku Yu, maafkan ucapan mama aku juga ya, aku tau kamu wanita kuat, mungkin ini ujian rumah tangga kita yu, kamu harus lebih bersabar lagi ya" ucap Aswin.
" Sekarang kamu istirahat aja ya Mas" ucap Ayu.
Pak Arga dan istri sudah pamit pulang setelah makan malam tadi.
Ayu dan Aswin pun beristirahat di kamar mereka.
Yu tunggu bab yang selanjutnya.
selamat membaca.
__ADS_1
Terimakasih atas semua dukungannya