Mertuaku Adalah Sahabatku

Mertuaku Adalah Sahabatku
Kebimbangan Ayu


__ADS_3

Aswin sekarang berada di rumah Ayu, Luki terus saja nempel seperti takut ditinggalkan. Tiga bulan tidak bertemu membuat Luki rindu berat, ada kegamangan dalam diri Ayu.


Mungkin jika Ayu menerima kembali Luki akan bahagia, tapi bagaimana dengan dirinya yang akan menerima kesakitan sepanjang waktu. Sudah cukup baginya selama ini di menderita tidak ingin terulang lagi.


Luka masih basah, jangan sampai ditambah luka baru.


" Yu, berapa bulan kehamilanmu itu?" tanya Aswin.


" Apa perlunya kamu nanya tentang kehamilanku" jawab Ayu.


" Sudah tidurkan Luki dikamarnya, dia sudah nyenyak tuh, lalu kamu boleh pulang" ucap Ayu.


Aswin mengangkat Luki ke kamarnya, dan kembali duduk berhadapan sama Ayu, Aswin mau mengambil tangan Ayu, namun Ayu dengan cepat menghindar dan Aswin hanya menangkap angin.


" Sebaiknya kita tidak usah bicara lagi, seandainya masih menganggap Luki anakmu silahkan datang dan temui dia kapan saja, tapi kalau untuk aku biarkan aku bahagia tanpa kehadiranmu" ungkap Ayu.


" Yu, maaf kan aku, aku salah, aku terlalu terbakar cemburu saat itu" ujar Aswin mencoba meluruhkan hati Ayu.


Namun hati Ayu sudah dingin, sudah tidak menginginkan kehadiran Aswin lagi. Ayu sudah mencoba mencintainya setulus hati, Ayu sudah memberikan segalanya, akan tetapi jika kepercayaan saja tidak ada, apa yang akan menjadi pondasi cinta kasih mereka.


" Maaf Mas, berikan saya waktu, saya hanya ingin bahagia, tanpa harus memikirkan tuduhan tuduhan keji itu, biarlah Mas tetap berpikiran seperti itu aku pasrah, dan aku tidak akan sedikitpun menyangkalnya, toh itu keinginan Ibumu" ucap Ayu lagi.


Ayu sudah mati rasa apalagi teror ancaman selalu datang silih berganti, Ayu ingin melepaskan semuanya.


" Maaf kan aku Mas, aku tidak bisa menerimamu kembali, semua kesalahanmu sudah aku maafkan, tapi tolong kasih tau Ibumu tidak usah lagi mengancam aku atau anakku, aku sudah siap jauh darimu, kembalilah pada Ibumu" ungkap Ayu dengan dada yang sangat sesak.


Selama tiga bulan ini Ayu diancam, di teror sampai hampir hampir Ayu kena mental, namun ada seseorang yang selalu perhatian pada Ayu.


Sehingga Ayu bisa melepaskan masalahnya dan dengan bantuannya Ayu bisa menjauh dari Kota Kalimantan, dengan jabatan yang menggiurkan.


Ayu berkonsentrasi dengan pekerjaannya.


Dia tidak ingin dipusingkan dengan segala macam ancaman juga teror. Namun baru saja Ayu akan mulai hidup tenang, Aswin datang kembali.


Sungguh Ayu kadang ingin menyerah saja.


Namun sang penolong selalu memberi support yang sangat besar sehingga dia mampu bangkit terus tanpa rasa sagu lagi.


Akhirnya Aswin kembali dengan tangan hampa, dia tidak bisa meluluhkan hati Ayu, kini dia menjadi sangat menyesal dan bingung apa yang harus dia perbuat jika hati Ayu menutup rapat rapat.


Rasa bersalah telah menuduh Ayu yang tidak tidak, tanpa penyangkalan dari Ayu ternyata sangat menyakitkan dirinya. Dia tidak bisa berbuat apa apa.


Aswin saat ini hanya berniat untuk kembali ke Kota Kalimantan dan membereskan semua, dia akan resign dari kantornya, dan akan bicara sam Ibunya.


Aswin merasa kecolongan dengan tingkah laku Ibunya itu, Apalagi dengan perbuatan Lisa dan Lusi yang sengaja mengirim vidio pada Ayu, sungguh semua di luar nalarnya.

__ADS_1


Aswin kecewa pada Ibunya, kenapa Ibunya ingin menghancurkan kebahagiannya. Tidak ada sedikitpun empati padanya, kenapa Ibunya ingin melihat Aswin hancur perasaannya.


Di tempat lain, Andra sedang berdiskusi dengan Vina.


" Sayang, sebaiknya apa yang harus ku lakukan?" tanya Andra.


" Kalau Mas ada waktu dan tidak sibuk sebaiknya sih Mas ketemu Ayu, dan ceritakan permasalahan yang sebenarnya" jawab Vina.


" Menurutku jika hanya Aswin yang menjelaskan, Ayu tidak akan menerima sebab Aswin menuduh Ayu begitu keji" ucap Vina lagi.


" Ya kamu benar sayang, tapi waktuku akhir akhir ini sibuk banget, apalagi sebentar lagi ada pembukaan cabang baru klinik kita" ucap Andra.


" Iya Mas, tapi masalah ini tidak bisa berlarut larut, tidak bisa kita biarkan kasihan Aswin. Bisa jadi Ayu menolaknya, aku yakin karena sesama perempuan aku bisa merasakannya" Ucap Vina Lagi.


Andra dan Vina terus berdiskusi sampai larut malam, namun mereka belum ada satu keputusan yang bisa mereka ambil sebab dirinya juga istrinya sama sama sibuk.


Profesi seorang Dokter juga pemegang perusahaan sangat menyita waktu mereka berdua.


Sampai anaknya pun kadang terabaikan, untuk orang tua baik dari Vina ataupun dari Andra selalu ada buat anak mereka.


Aswin sudah sampai di kota Kalimantan, dia langsung pulang ke rumah dinasnya.


Terlihat sepi seperti tidak ada orang, namun setelah sampai di sebuah kamar Aswin mendengar suara aneh, terus dan sangat menjijikan.


Aswin begitu kaget melihat Ibunya lagi ditunggangi sahabat lamanya Andre.


Aswin sangat murka, dia sungguh tidak terima dengan kelakuan sahabatnya itu.


Aswin tidak tau saja siapa yang memulai duluan.


Jauh sebelum Aswin datang, Andre datang untuk mencari Aswin. Mereka sudah lama tidak bertemu. Kebetulan Andre ada sebuah pertemuan di kota itu.


Andre datang yang menyambut Ibunya Aswin.


Bicaralah mereka didalam, ngobrol basa basi.


" Apa kabar tante sudah lama tidak bertemu?" tanya Andre ramah.


" Baik, gimana kamu juga baik ya, sekarang kamu tambah ganteng aja" jawab Ayu


" Ah tante bisa saja, Tante juga semakin cantik dan awet muda" ucap Andre menghibur.


" Eh, ngomong ngomong mau minum apa?" tanya Lusi.


" Tidak usah tante, saya tidak lama kalau Aswin Nya tidak ada biar saya pulang saja" ujar Andre.

__ADS_1


Andre itu anak baik, belum pernah pacaran apalagi menikah, dia masih menekuni bisnisnya yang dulu dia rintis, dia datang menemui Andre ingin mengembangkan usahanya di Kota itu siapa tau bisa maju.


Namun Lusi tidak akan membiarkan Andre keluar begitu saja. Lusi melihat Andre yang menawan tidak akan menyia nyiakan kesempatan itu.


Maka Lusi memberinya sebuah minuman yang sudah dia campur dengan obat perangsang yang dosisnya sangat tinggi.


Setelah meminum air itu Andre langsung bereaksi seolah melihat Lusi itu bidadari yang harus dia dapatkan.


Akhirnya terjadilah hal yang menjijikan itu tanpa Aswin tau sebenarnya siapa disini penjahatnya.


Andre akhirnya melepaskan semuanya, dia bagaikan melayang ke nirwana, Lusi sangat puas dengan permainan Andre yang sangat amatiran itu.


Aswin yang melihat itu semua langsung menghajar Andre dengan membabi buta.


Andre tidak berdaya, dia masih linglung, pengaruh obat itu membuat dirinya seperti orang bodoh.


Lusi berteriak, namun dia dalam keadaan polos, dia tidak mungkin menolong Andre.


Lusi turun dan memakai pakaiannya dengan asal, dia khawatir anaknya jadi pembunuh.


Aswin tidak terkendali, Andre pingsan dia tidak melawan sedikitpun, nahas nasib Andre, niat hati ingin bertemu sahabat lamanya malah menjadi santapan singa betina yang sangat buas.


Teman Andre datang menjemput, memang sebelumnya Andre di drop sama temannya yang berdomisili di situ.


Saat datang teman Ande kaget bukan kepalang kanapa jadi seperti ini.


Teman Andre yang bernama Doni itu tidak banyak bicara dulu, dia langsung membawa Andre ke klinik terdekat. Sementara Aswin di peluk dari belakang oleh Lusi untuk menghentikan kebrutalannya.


" Mah, kanapa mama melakukan hal yang menjijikan seperti ini, dia sahabatku ma?" teriak Aswin tidak terima dengan kelakuan Mamanya itu.


" Temanmu itu yang memaksa mama melayaninya, kalau mama tidak mau dia mengancam Mama" jawab Lusi dengan entengnya memutar balikkan fakta.


Namun Aswin juga tidak bodoh, tidak mungkin orang yang dipaksa begitu menikmati permainannya .


Aswin belum tau saja masalah yang sebenarnya terjadi. Dia tidak habis pikir saja ko bisa Andre sampai ke rumah dinasnya.


Padahal Andre ada di Jakarta.


Itu yang membuat Aswin bingung, namun dia akan mencari tahu segera, dia tidak akan percaya lagi apa yang Ibunya ucapkan.


Bagaimanakah nasib Andre selanjutnya


Hubungan Ande dan Aswin masih bisa lanjut.


yu kita tunggu bab selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2