Mesin Waktu

Mesin Waktu
Farre well Keluarga Kusuma


__ADS_3

Selepas Magrib acara perpisahan keluarga Kusuma mulai di gelar. Banyak tetangga dan saudara dari keluarga Pak Kusuma hadir untuk melepas keluarga mereka yang akan pindah sementara ke luar pulau.


Keluarga Pak Irawan, Ayah Farhan dan Dinda pun tampak sedang khusyuk berdoa untuk keluarga Pak Kusuma agar kerasan di tempat baru. Di sana ada beberapa anak sebaya Farhan dan Adinda.


Sedari tadi Rayhan asyik mengikuti kemanapun Dinda berada. Rasa rindu nya pada celoteh remaja kecil itu membuatnya enggan meninggalkan nya.


Bu Liana sedang bercakap dengan Bu Nanik, mereka saling berpegangan tangan. Tampak sesekali Bu Ratih menyeka sudut matanya lalu tersenyum ketika mendengar Bu Liana bercerita.


"Mbak Nanik besok kalau di Makassar udah punya tetangga baru jangan lupa sama tetangga lama ya?" Sesosok ibu setengah tua mendatangi kedua ibu tadi.


" Eh Bu RT, ya insyaallah Ndak akan lupa Bu, kan rumah kami masih di sini. Nanti kalau Rayhan libur dan Papa nya cuti kan kami berkunjung nya kesini." jawab Bu Nanik ramah.


Seorang ibu-ibu datang lagi ikut bergabung dengan ketiga ibu tadi lalu Bu Nanik mengajak para tetangga nya untuk mencicipi hidangan yang merek sediakan.


Farhan ternyata sedang asyik bermain gitar dengan Diana gadis tetangga sebelah rumahnya. Dia memainkan lagu kemesraan yang membuat konsentrasi para tamu teralih kan. Para Ibu-ibu muda dan Bapak-bapak yang sedang mengobrol tiba-tiba ikut kompak bersenandung ..


" Suatu hari


Dikala kita duduk ditepi pantai


Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi


Burung camar terbang


Bermain di derunya air


Suara alam ini


Hangatkan jiwa kita


Sementara


Sinar surya perlahan mulai tenggelam


Suara gitarmu


Mengalunkan melodi tentang cinta


Ada hati


Membara erat bersatu


Tercurah saat itu


Kemesraan ini

__ADS_1


Janganlah cepat berlalu


Kemesraan ini


Inginku kenang selalu


Hatiku damai


Jiwaku tentram di samping mu


Hatiku damai


Jiwa ku tentram


Bersamamu


Sementara


Sinar surya perlahan mulai tenggelam


Suara gitarmu


Mengalunkan melodi tentang cinta


Ada hati


Membara erat bersatu


Tercurah saat itu


Kemesraan ini


Janganlah cepat berlalu


Kemesraan ini


Inginku kenang selalu


Hatiku damai


Jiwaku tentram di samping mu


Hatiku damai


Jiwa ku tentram

__ADS_1


Bersamamu


Kemesraan ini


Janganlah cepat berlalu


Kemesraan ini


Inginku kenang selalu


Hatiku damai


Jiwaku tentram di samping mu


Hatiku damai


Jiwa ku tentram


Bersamamu


Berakhirnya petikan gitar Farhan dan suara merdu Diana mendapatkan applaus dari para warga yang sedang berkumpul di rumah Pak Kusuma. Mereka semua merasa kehilangan kebaikan dan kehangatan keluarga Pak Kusuma. Bu Nanik adalah seorang yang ramah beliau orang yang tidak membedakan status kedudukan orang. Begitupun Pak Kusuma walaupun orang berada tetap mau membantu dan ikut kerja bakti warga.


Rayhan dan Dinda berkumpul bersama Farhan dan temannya di halaman depan yang telah di sulap menjadi tempat garden party.


Rumah Rayhan yang luas mampu menampung orang banyak.


Tiba lah saat Keluarga Kusuma berpamitan kepada para tetangga nya. Dengan suara berat dan sendu Pak Kusuma meminta doa restu kepada para sesepuh kompleks dan para tetangga agar mereka di berikan kesehatan dan kerasan di tempat baru.


Dinda duduk di sudut pintu matanya berkaca-kaca mendengar suara Pak Kusuma rasanya dia tidak rela berpisah dengan keluarga mereka.


" Hii cengeng. Ngapain sendirian disini! di bawa kabur Mas Gondo baru tahu rasa lho ya !" goda Farhan pada adiknya.


Dinda memukul lengan Farhan dan anak remaja tampan itu tertawa senang melihat adiknya marah.


"Hiks..bentar lagi Mas Rayhan jauh dengan kita." suara sesenggukan Dinda terdengar lirih. Farhan yang awalnya masih ingin menggoda adiknya jadi tak tega.


" Kan masih ada Abang ganteng, jadi Dinda gak boleh sedih lagi..cup..cup..cup.." Kata Farhan sambil menepuk-tepuk punggung adik semata wayangnya.


"Ogah sama Abang sering jail terus suka angot kalau di suruh antar kemana-mana" katanya masih dengan sesenggukan


Farhan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


" Ehmmm...iya Abang janji deh sekarang gak akan jail lagi sama kamu dan mau ngantar kemanapun kamu mau " jawab Farhan sambil mengangkat tangan nya dan mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya.


"Janji ya ?! Awas kalau bohong ! Dinda gak mau jadi adiknya Abang lagi! Dinda pecat Abang jadi kakak !'' gadis kecil itu mulai tersenyum.

__ADS_1


Farhan mencubit pipi nya dengan gemas lalu menarik tangan nya untuk menuju ruang tengah dimana para tamu dan tuan rumah sedang berkumpul.


__ADS_2