Mesin Waktu

Mesin Waktu
setelah beberapa tahun


__ADS_3

Hari berganti bulan dan bulan berganti tahun, perpisahan keluarga Pak Kusuma dan tetangga nya sudah berjalan beberapa tahun. Rayhan sudah tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan pendiam. Pemuda gagah yang pandai membawa diri. Pak Kusuma akhirnya mendapatkan saham di perusahaan nya setelah pengabdiannya yang loyal dan kesuksesan nya membangun brand perusahaan dan menaikkan level cabang menjadi setara dengan pusat. Karena kinerja nya yang bagus Pak Kusuma di berikan sepersekian persen saham perusahaan agar effort Pak Kusuma lebih tinggi lagi.


Rayhan sudah kuliah di Salah satu universitas negeri di Makassar dan menempuh pendidikan jurusan Psikologi. Sebenarnya dia ingin kembali ke Jawa kuliah disana, dia rindu dengan kampung halamannya namun Pak Kusuma belum selesai masa baktinya sehingga kepulangan mereka harus di tangguhkan lagi.


Hubungan erat antara Rayhan dan Farhan masih terjalin via telepon Maupun aplikasi What app. Namun dia merasa sedikit jauh dengan Dinda. Gadis itu sudah masuk ke perguruan tinggi juga, wajahnya yang polos sudah menjelma menjadi gadis belia yang cantik. Rayhan memang menyimpan nomer handphone Dinda namun gadis itu mulai mengambil jarak dengannya.


Entah mengapa perasaan Rayhan malah tumbuh subuh pada Dinda walaupun di Makassar dia terkenal sebagai cowok incaran dan idaman. Sifatnya yang cool dan pendiam itu membuat cewek penasaran. Rayhan berharap jik dia kembali lagi ke Jawa dia akan mengungkapkan perasaannya kepada sosok adik kecilnya itu.


Memang beberapa kali dia pulang ke Jawa saat liburan, namun dia juga jarang bertemu dengan Dinda karen seabrek kegiatan gadis itu di kampus nya. Akhirnya kepulangannya yang sementara itu membuatnya agak kecewa karena tidak bisa sering membersamai Dinda.


Pun Farhan sering meledeknya jika dia berkunjung ke rumahnya tapi sering berselisih jalan dengan adiknya.


"Ah...kalah cepat kau dengan meteor garden hahahaha..." ledek Farhan suatu ketika Rayhan datang berkunjung waktu liburnya yang sebentar memang harus di manfaatkan benar agar perjalanannya jauh nya tak sia-sia.


" Ehmmm...emang siapa meteor garden?" tanya nya heran.

__ADS_1


Sahabat nya itu hanya mengedipkan mata seolah bermain rahasia.


" hahahaha...cowok ganteng kayak lu ngapain nyari si cengeng ?" ledeknya lagi


Rayhan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Hush gak baik ngatain adiknya sendiri. Aku hanya libur 1 Minggu dan ini sudah hari ketiga aku disini tapi belum bisa bertemu Dinda." sungutnya kecewa


"makanya kalau mau ketemu Dindot sebelum subuh pasti ketemu?! hahahah'' jawabnya asal


Akhirnya Rayhan pun hanya bisa bertemu Farhan dan keluarga nya.


#######


Di sisi lain Dinda memang telah menemukan sesosok guardian angel baru yang lebih dekat dan setiap saat bisa bertemu. Gadis itu telah mengenal Bagas kakak kelas nya di bangku kuliah namun di hati kecilnya masih menyimpan rindu pada sosok Rayhan.

__ADS_1


Namun Dinda selalu memberi sugesti pada dirinya sendiri bahwa perasannya ke Rayhan adalah perasaan antara Adik dan Kakak tak lebih, sehingga saat Bagas sering mengiringi kesendirian nya di kampus dan hari-hari nya di penuhi oleh keceriaan dan canda tawa Bagas, maka perlahan perasaan rindu pada Rayhan terkikis.


Perbedaan Rayhan dan Bagas adalah sifat konyol Bagas yang sering membuat Dinda tertawa dan melupakan kesedihannya.


Kesedihan Adinda memikirkan kesehatan ayahnya yang menurun sejak beberapa tahun belakangan karena penyakit jantung dan komplikasi diabetes nya.


Ayah adalah sesosok laki-laki panutan dan idola bagi nya. Lelaki pertama yang mencintai nya tanpa syarat dan menerima semua kesalahan nya tanpa banyak nasehat


Ayah kini tampak layu dan lebih pendiam di banding kan saat masih dinas dahulu.


Karena sakitnya itu lah Ayah memutuskan untuk pensiun dini karena tidak mau membebani perusahaan tempatnya bekerja dengan sering ijin tidak masuk kerja.


Untung nya Bunda memiliki usaha bakery yang sedang berkembang dan laris-larisny menerima orderan. Lalu Abang nya sudah bekerja menjadi pegawai negeri dan kebetulan juga penempatan di kota nya.


Bunda yang telah memiliki beberapa karyawan dan kebetulan adik Bunda si Tante Irna ikut bergabung di usaha ini sehingga beliau menjadi salah tangan kanan Ibunya. Jadi beliau dapat mewakili kehadiran Bunda di Toko saat Bunda merawat dan menemani ayah berobat ke Rumah Sakit.

__ADS_1


__ADS_2