
Rasanya detik waktu berlalu begitu cepat tak terasa Farhan kini sudah menjadi laki-laki dewasa yang siap untuk menikah. Pekerjaan mapan sudah dia dapatkan dan dia sudah mempunyai rumah walaupun kecil dan di lingkungan yang tak jauh dari rumah orang tuanya.
Hanya berbeda gang saja dan masih satu komplek. Bunda dan Ayah sebenarnya ingin jika nanti Farhan menikah tetap tinggal bersama mereka. Namun Farhan ingin mandiri dan ingin membangun keluarga yang mempunyai istana sendiri dan menjadikan ratu untuk istrinya.
Ya memang seharusnya begitu anak yang telah menikah sebaiknya memiliki tempat tinggal sendiri jika mampu agar bisa mandiri dan agar hubungan antara menantu dan mertua itu lebih harmonis. Sudah jadi rahasia umum jika kebanyakan mertua perempuan jarang cocok dengan menantu perempuan nya jika tinggal satu atap.
Karena itu Farhan bertekad ingin menjaga hubungan baik antara Ibu dan istrinya kelak. Seperti kata pepatah iseng, Jika dekat bau busuk jika jauh bau nangka.
Dia ingin tetap bisa dekat dengan keluarga nya walaupun nanti telah menikah karena dia tahu kondisi orang tuanya yang butuh bantuan tenaga jika sewaktu-waktu ayahnya mendadak sakit.
Di saat Ayah Farhan dalam kondisi baik dan sehat, Lelaki itu memutuskan untuk menyampaikan niat baiknya kepada kedua orang tuanya. Dia ingin melamar kekasih nya yang sudah di pacari nya selama 3 tahun. Orang tua Ratih sudah menanyakan keseriusan hubungan mereka dan Farhan pun menyanggupi untuk segera melamar kekasihnya dalam bulan ini.
Sore itu saat Ayah dan Bunda nya sedang menikmati udara sore di taman depan rumah sambil menikmati secangkir susu panas dan beberapa kue basah hasil produksi bakery bunda. Farhan mendatangi kedua orang tuanya. Dengan hati berdebar dan gugur dia mulai membuka percakapan penting yang akan mengubah statusnya dari seorang lelaki lajang menjadi lelaki yang beristri
Ayah yang tampak dalam keadaan sehat dan bugar sedang menghirup coklat susu nya. Uap mengepul dari dalam cangkir putih yang berada di dalam genggaman tangan keriputnya.
Ibu sedang membaca pesan WA entah dari siapa. Farhan yang sudah mandi dan berganti pakaian rumahan terlihat menggosok gosok kan punggung tangan nya tanda dia sedang gelisah.
" Ehmmm...Bunda tidak ke toko?" tanya nya basa basi.
Bu Liana segera menghentikan aktifitasnya membaca WA. kacamata baca yg bertengger di hidung nya perlahan di lepaskan.
" Absen dulu nak, mau menikmati pacaran dengan Ayah mu.. hehehe" Bunda tersenyum sambil mengelus tangan suaminya.
Farhan mengambil bangku rotan dan duduk di depan ibunya.
"Bunda gak mau kalah sama yang muda nih pacaran segala hahaha.." kekeh nya pelan
__ADS_1
"Tumben Farhan pulang cepat? biasanya menjelang magrib baru tiba di rumah " tanya Ayahnya sambil mengambil sepotong ubi rebus di atas piring kue.
Farhan ikut mengambil ubi kuning itu lalu mengupas nya. Setelah itu di berikan kepada Ayahnya kupasan ubi tadi.
"Iya tadi ada rapat jadi pulang nya lebih cepat. Oh ya ada hal serius yang ingin Farhan bicarakan dengan Ayah dan Bunda."
Kedua orang tua itu serentak melihat anak sulungnya itu. Tumben sekali Farhan mau bicara hal serius ada apa gerangan?
" Ada apa Bang?'' tanya Bunda
" Ayah dan Bunda, Farhan mau melamar Ratih. Farhan mohon ijin dan ridho nya" jawab Farhan mantap dan tegas.
"Alhamdulillah.. akhirnya kamu mau serius nak. Apa kamu sudah yakin dan mantap dengan pilihan mu?" Bu Liana menanggapi keinginan putra nya itu dengan senang.
" Insya Allah Farhan sudah yakin dan mantap dengan pilihan ini. Apakah Ayah dan Bunda memberi restu Farhan meminang Ratih?
"Kapan rencana nya ke rumah Ratih nak?" Pak Irawan terlihat bahagia dan antusias menanyakan rencana putranya.
"Insya Allah Minggu depan Yah, kan kita harus mempersiapkan segala sesuatunya terlebih dahulu. Dan Farhan belum memberitahu Ratih tentang hal ini karena Farhan ingin Ayah dan Ibu adalah orang pertama yang mengetahui niat baik ini"
Pak Irawan dan Bu Liana manggut-manggut, tak lama kemudian suara gerbang berderit seperti ada orang yang sedang berusaha membuka pintu.
Seorang gadis cantik berjalan mendekati mereka bertiga. Wajahnya terlihat lelah dan tas yang ada di pundak nya kini sudah berpindah ke tangan nya.
"Assalamu'alaikum semua...lagi ngapain disini tumben pada kumpul?" sapa gadis itu yang tak lain adalah Adinda, dia menyalami ketiga orang tersebut
"Waalaikum salam nak, iya nih kami sedang membicarakan kabar bahagia " jawab Bu Liana sambil memberikan kan telapak tangan kanannya untuk di cium oleh putri bungsunya.
__ADS_1
Dinda menghempaskan pantat nya di bangku kosong sebelah ayah nya.
" kabar bahagia apa nih, Bunda dapat arisan ya? Atau Bang Farhan dapat bonus dari kantor?" kekeh nya sambil mencomot bolu caramel buatan ibunya.
" Ini lebih dari bonus Din, ini jekpot hahaha.." Jawab Farhan mulai iseng lagi.
Dinda memonyongkan bibir nya meledek kakak nya.
" Apa an sih Bun? bikin penasaran aja"
Ayah nya tersenyum mendengar celoteh gadis kecilnya yang sudah dewasa ini
" Abang mau melamar Kak Ratih Minggu depan.."
" Alhamdulillah akhirnya si playboy insaf hahahaha.." ledek Dinda pada Farhan
Farhan melempar kulit pisang rebus ke dalam baju Dinda dan otomatis kulit itu masuk ke dalam blouse nya.
" aaarrrgh... Abang ih..basah tau ! mana Basah nih baju aku ! Udh Bundaaaaaaa....Bang Farhan nih!" rengekan nya manja. Pak Irawan dan istrinya tampak gemas sekali dengan kedua anak nya yang selalu ribut kalau bertemu.
" Farhan! jangan iseng kenapa sih? tuh ambil kulit pisang nya di lantai buang ke tempat sampah! " titah sang ayah yang akhirnya mengakhiri pertemuan mereka bertiga.
Hari yang di tentukan telah tiba, Farhan sudah tampak gagah menggenakan kemeja batik tulis berwarna biru tua. Kedua orang tua dan adik nya pun telah memakai baju yang seragam dengan nya
Kerabat dekat nya pun sudah mulai berkumpul di ruang keluarga. Adapun Tante Irna dan suami serta Kedua anak remaja nya. Lalu Ada Pakde Heru tetangga depan rumah dengan istrinya. Dan keluarga kakak Ayah nya yang masih satu kota disini.
Seserahan untuk lamaran sudah di persiapkan dengan baik. Hampers yang berisi keperluan kewanitaan tertata rapi. Sepatu, tas, baju kebaya, underwear serta peralatan make up kesukaan Ratih tersusun menawan.
__ADS_1