
Gendis sedang berjalan mengitari halaman rumah nya ya dia sedang melakukan olah raga sore joging kecil-kecil an tiap hari. Ini dalam rangka ingin mengikuti ajang foto model di salah satu majalah remaja.
Gadis yang berkulit sawo matang itu memang berwajah manis dengan rambut Curly nya. Adik bungsu Bagas itu memang terkenal gadis yang suka berkecimpung di dunia fashion show.
Penampilan nya selalu fashionable dan bermerk. Papi nya selalu memberikan fasilitas lengkap dan modern
Karena itu dia tampak mengambil jarak ketika melihat penampilan pacar kakaknya yang menurut nya B aja.
Tin..tin
Suara klakson mobil berbunyi. Gendis yang sedang berpeluh keringat itu melihat ke arah suara klakson itu.
Sebuah mobil sedan mewah keluaran Jepang berwarna putih terlihat sedang parkir. Seorang sekuriti sedang membuka pintu pagar rumah. Kemudian mobil itu masuk ke dalam halaman
Seorang wanita setengah baya turun dan menjejak kan kaki nya di lantai.
" Hai sayang lagi ngapain?"sapa nya sambil membetulkan letak kaca mata hitam nya yg bertengger di atas kepala.
" Eh Tante Pungky, lagi joging aja Te, sama siapa kesini?' balas Gendis sambil berjalan ke arah wanita itu dan mengambil tangan kanan nya untuk di cium.
"Sendirian aja, Diana lagi ada syuting di Bandung. Ohya dia dapat kontrak eksklusif lho jadi pemeran pembantu sinetron terbaru'' kata wanita itu lagi membanggakan prestasi anak nya.
Dan memang Tante Pungky adalah teman arisan Mami Gendis.
" Wow keren..keren Kak Diana the best deh " puji Gendis.
Lali dia mengajak Tante Pungky untuk masuk ke dalam rumah mewah itu.
__ADS_1
Setelah beberapa menit kemudian sebuah mobil sudah bertengger di garasi pula, lalu masuk lah Bagas sambil bersenandung.
"Eh ..ehmm maaf ada tamu ternyata. Selamat sore Tante Pungky" sapa Bagas ketika melihat keberadaan Tante Pungky di ruang keluarga bersama Mami dan adik nya.
" Sore Bagas, darimana nih, kok kelihatan rapi dan gagah pakai batik pula" canda nya pada anak sahabat nya itu.
"Dari meeting dengan client Te. Mmmm..Permisi Bagas mau mandi dulu. Badan rasa nya lengket"
"Eh Bagas, kok buru-buru sih. Ayo temui Tante dulu dong. Tante kesini bawa undangan spesial buat kamu" kata Nyonya Helena, lbu nya.
Karena tak enak hati dengan tamu Mami nya akhirnya terpaksa dia mendarat kan pantat nya di atas sofa empuk nan mewah itu.
" Ehmm.. Bagas Minggu depan Tante mau ngajak Bagas untuk gala premiere film terbaru Diana. Spesial ini undangan nya. " kata Tante Pungky sembari memberikan undangan berwarna monokrom itu.
"Bagas bisa kan mendampingi Diana untuk dinner bersama artis-artis lain nya dan para pesohor perfilman di Indonesia?" tanya Tante Pungky antusias.
Bagas melihat tanggal yang tertera di undangan dan bertepatan dengan hari ulang tahun Adinda. Bagas tak menjawab dia yang memang tak ada perasaan apa pun pada Diana menjadi sungkan pada teman Mami nya.
Semakin jumawa saja Tante Pungky mendengar pujian tentang anak nya.
" Gimana Gas? bisa kan ya ikut Gala Dinner nya?' tanya Mami
"Coba kalau undangan nya banyak Mami sama Gendis mau tuh ikut?!"
" Ya sudah Mami dan Gendis saja yang mewakili Bagas, mohon maaf Tante Bagas di hari yang sama ada acara juga dan tidak bisa di tinggal kan" jawab Bagas sambil mengatupkan kedua tangan nya ke dada
Tante Pungky tersenyum namun seperti ad kekecewaan di raut wajah nya lalu dia mengeluarkan 1 pucuk undangan lagi
__ADS_1
" Wah sayang sekali Nak Bagas absen. Tapi saya harap Jeng Santoso dan Gendis bisa lho datang mewakili Nak Bagas.." jawab wanita berdarah campuran Sunda Belanda itu.
"Pasti kami usahakan datang Jeng Pungky, ayolah Gas, sepenting apa sih acara mu itu? coba schedule ulang dong?!" masih dengan nada memaksa si Mami mencoba mengatur anak lelaki nya.
Karena malas dan malu berdebat dengan ibu nya maka Bagas hanya bisa mengangguk kan kepala tapi nanti setelah Tante Pungky pulang dia akan menjelas kan pada ibu nya bahwa dia tetap tidak bisa menghadiri gala dinner Diana.
Setelah menikmati Snack yang di sediakan tuan rumah, Nyonya Yusuf pun berpamitan pulang. Bagas pun telah masuk ke dalam kamar nya dia ingin segera merebahkan diri nya setelah lelah seharian meeting bersama client perusahaan Papi nya. Dia ingin membereskan semua urusan pekerjaan nya sebelum diri nya pergi ke Kanada beberapa bulan lagi.
Bagas mengeluarkan gawai nya sesaat setelah dia merebah kan tubuh nya di atas ranjang king size nya yang empuk.
"Assalamualaikum sayang, lagi ngapain?" suara Bagas terdengar lembut menyapa lawan bicara nya
"Waalaikum salam Mas, lagi mau sholat magrib nih. Mas udah sholat belum?" tanya Gadis yang ternyata Dinda kekasih Bagas.
" Eh iya belum, barusan masuk kamar tadi ada tamu Yang, ya sudah Mas mau mandi terus sholat ya..nanti kita lanjut lagi ngobrol nya..daaa sayang"
Dinda menggeleng kan kepala melihat Bagas yang terburu-buru ke kamar mandi.
Sejak dia berpacaran dengan gadis itu, sholat nya lebih rajin. Dulu nya dia sholat hanya saat sholat Jumat saja sekarang sudah lengkap 5 waktu walaupun belum terlalu tepat waktu.
Dia yang dulu nya malas bangun subuh untuk sholat kini sudah biasa melakukan kewajiban nya sebagai seorang muslim terhadap Tuhan nya. Dinda membawa dampak positif dalam hidup nya, bahkan Papi nya pun senang melihat perubahan pada anak lelaki nya.
Kalau pun Mami nya hanya melihat hal itu adalah suatu keluar biasaan dari kebiasaan anak-anak nya yang selalu manja dan malas.
Memang Keluarga nya tak terlalu religius dalam beribadah namun Papi masih menjalani kan kewajiban nya untuk sholat dan puasa. Berbeda dengan Mami dan Gendis yang kadang sering bolong sholat nya.
Teguran Papi tak pernah mempan pada istri dan anak gadis nya. Hanya di anggap angin lalu, kalau sudah begini salah siapa? Padahal sholat adalah adalah tiang agama bagi umat Islam.
__ADS_1
Malam beranjak larut, Bagas masih setia di depan layar laptop nya, dia sedang menyiapkan bahan meeting terakhir bersama client nya besok. Dan setelah itu seluruh tugas kantornya akan di ambil alih oleh Papi nya sampai dia kembali lagi dari Kanada.
Papi masih memiliki Kevin anak angkat nya yang cerdas dan menjadi tangan kanan nya di kantor. Jadi dia tidak kuatir selama dia kuliah di Kanada perusahaan nya pun aman terkendali.