
Bagas melamun, rasa nya perih sekali mengingat kenangan nya bersama Adinda kekasih yang telah membersamai nya hampir 3 tahun, harus terpisah kan oleh takdir kejam dunia.
Entah kenapa takdir jodoh tak berpihak pada mereka berdua. Ikatan cinta yang sedemikian indah nya harus terlepas karena kelambanan tindakan dan kebodohannya namun semua itu tak semata karena kesalahan saja, ternyata rahasia masa lalu Papi dan Bunda Liana membuatnya harus benar-benar melepas kan cinta nya.
Bukan dia tak mau berjuang menyelamatkan biduk cinta kasih nya namun tangisan Bunda Liana saat bertemu dengan Papi nya membuat nya benar-benar merelakan keinginan nya yang terdalam.
Mengubur impian nya untuk bersanding dengan Adinda, dan membuang keinginan nya untuk menjadi kan gadis itu sebagai bagian tulang rusuk nya yang hilang sirna sudah.
Bagas menyeka mata nya yang mulai berkaca-kaca, dia merutuki diri nya sendiri kenapa harus menjadi anak dari Papi nya. Orang tua yang sangat di hormati dan di sayangi nya itu telah membunuh masa depan nya bersama Adinda.
Ingatan nya kembali ke masa saat Tante Liana menemani nya di ujung senja.
"Nak Bagas kapan berangkat ke Kanada? Tante mau bertemu dengan orang tua mu sebelum kamu berangkat ke Kanada. " Pinta Tante Liana dengan suara yang lembut namun sangat menggetarkan hati nya.
Saat itu Dinda sedang pergi ke mini market yang berada di ujung gang untuk membelikan minuman segar untuk nya, Tante Liana tiba-tiba mengajak Bagas bicara empat mata.
" Insya Allah dalam 2 bulan lagi Tante. Baik, nanti Bagas akan sampaikan sama orang tua Bagas Tante."
"Maaf Nak Bagas bukan Tante ingin terburu-buru menanyakan keseriusan niat Nak Bagas. Tapi jujur saja Ayah Dinda menginginkan sebuah ikatan yang setidak nya membuat kalian lebih kuat sebelum Nak Bagas pergi ke negara orang, mengingat kesehatan Ayah Dinda yang naik turun."
__ADS_1
Bagas mengangguk dia tak sepenuhnya menyalah kan ke kuatiran orang tua yang memiliki anak gadis yang sudah dewasa secara usia. Dan keinginan Ayah Dinda ingin menjadi wali saat anak gadis nya menikah kelak.
"Baik Tante, secepatnya Bagas akan membawa orang tua Bagas untuk berkenalan dengan Om dan Tante."
Tante Liana mengerti beliau pun menemani Bagas hingga Dinda datang membawa beberapa gelas minuman cincau kesukaan mereka. Setelah itu Tante Liana undur diri ke dapur untuk menyiapkan makan malam untuk keluarga.
Dinda tak mengerti jika Ibunya setengah mendesak Bagas untuk segera mempertemukan orang tua nya, pun Bagas tak mau menceritakan keinginan Tante Liana agar Dinda tidak terlalu banyak berpikir. Setelah makan malam bersama keluarga Dinda, Bagas pamit pulang.
Di tengah perjalanan gawai nya berdering beberapa kali sehingga terpaksa membuatnya menepi kan mobil sedan nya itu di tepi trotoar.
"Iya Mi, ada apa? " tanya Bagas ketika melihat ke layar gawai nya yang menelpon adalah Mami nya.
"Gas, kamu kemana aja sih? dari tadi Gendis telpon tidak kau terima?" suara Mami nya seperti hendak menelan nya alias sedang mode marah.
jawab nya tanpa rasa bersalah.
"Ih..kamu ini ya! kemarin kan sudah Mami kasih tahu kalau hari ini Keluarga Pak Yusuf mengajak kita Dinner di kapal pesiar nya. Ah kamu mengacaukan semua nya saja!"
"Ya kan Mami bisa berangkat bersama Gendis dan Papi. Memang salah Bagas dimana?" Kata Bagas acuh
__ADS_1
Mami makin kesal dengan jawaban si sulung yang tampan ini. Keluarga Yusuf yang notabene adalah ayah Diana mengundang mereka karena ingin kehadiran Bagas utama nya, hari ini orang tua Diana ingin merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke 25 tahun. Dan mereka merayakan di sebuah kapal pesiar milik pribadi.
"Kamu sekarang posisi dimana? Mami gak mau tau kamu langsung meluncur kesini sekarang ! kalau tidak, jangan harap Mami mau melakukan permintaan mu untuk menambah uang saku selama di Kanada!' ancam Bu Helena dengan nada keras.
Mau tak mau Bagas akhirnya melakukan mobil nya ke arah dermaga, dia akan menuruti perintah ibu nya walau dengan hati dongkol.
Kerlip bintang Sirius berpendar menghiasi langit menerangi kelam nya malam. Mobil mewah Bagas telah memasuki kawasan dermaga tempat bersandar nya kapal pesiar milik keluarga Yusuf Burhanuddin Iskandar si Raja tambang batu bara.
Angin laut yang kencang menampar wajah nya saat diri nya keluar parkiran mobil di dermaga itu. Dia mencari kapal pesiar yang bersandar di sisi kiri dermaga.
Princess Diana nama kapal pesiar itu yang berhasil di temukan bersebelahan dengan kapal angkut barang.
Karena Diana adalah pewaris tunggal kekayaan keluarga Yusuf makanya semua aset keluarga itu bernamakan Diana.
Saat Bagas menaiki tangga kapal telinganya mendengar alunan musik yang indah dari gesekan biola seorang laki-laki yang terlihat profesional.
Kerlap kerlip lampu di dek yang telah di sulap menjadi tempat jamuan makan malam terlihat sangat mewah.
Seorang gadis tinggi semampai dengan rambut yang di kuncir kuda dengan poni pendek terlihat memakai balutan dress warna silver dan memperlihat kan belahan dada gadis itu yang tampak menonjol. Sepatu high heel keluaran butik dari Prancis terlihat indah di kaki nya yang jenjang.
__ADS_1
Beberapa pasangan terlihat sedang berdansa, ada pula yang sedang asyik menikmati hidangan makan malam yang lezat dan istimewa hasil masakan dari koki internasional yang menjadi ABK kapal pesiar ini.
Kapal ini menampung kurang lebih 200 orang plus ABK. Pemilik Kapal pesiar mewah ini sangat mengerti estetika sehingga kapal yang bernilai Milyaran rupiah itu memiliki peralatan canggih dan modern