
" Mas Ray ! Kapan datang!" jerit Dinda seperti biasa sambil meloncat kegirangan ya kebiasaan meloncat loncat kalau dia merasa excited dari dulu belum berubah
" Hey kamu lagi berkebaya itu nanti sanggul mu lepas!" Ingat Bunda nya melihat tingkah bungsu nya yang konyol.
Dengan wajah merah karena malu karena tingkah konyol nya, Adinda menutup mulut nya dengan tissue.
Dia gembira melihat Rayhan yang datang menghadiri resepsi pernikahan Farhan. Dia juga melihat ada Tante Nanik dan Om Kusuma yang hadir serta.
Keluarg Pak Kusuma naik ke atas panggung tempat pengantin berdiri menerima tamu. Pak Kusuma memeluk Farhan menepuk bahu dan punggung nya.
Lalu giliran Rayhan mengucapkan selamat pada kedua mempelai.
" Selamat ya Bro, semoga cepet berkembang biak..hehehehe samawa kalian berdua" Gurau Rayhan ikut memeluk sahabat kecilnya itu.
" Ayam kali berkembang biak ah lu Bray!" jawabnya malu sambil menonjok pelan bahu Rayhan.
" Yuks cepat nyusul jangan sampai di Embat cowok lain lho adek gue" bisik Farhan ke telinga Rayhan.
__ADS_1
Bluss...warna merah muda tersemburat di wajah nya yang tampan.
Dia malu karena Farhan tahu kalau dia diam-diam mencintai adik nya. Dan sepertinya Farhan cukup merespon dan mendukung nya. walaupun dengan isyarat dan bahasa tubuh saja.
"Siap Kakak Ipar mohon doa restunya" kelakar nya malu-malu.
Keluarga Pak Kusuma melebur bersama dengan para tamu undangan untuk menikmati hidangan pesta, namun Bu Liana mengajak keluarga itu untuk masuk ke sudut tempat yang di sediakan untuk keluarga pengantin.
Karen akrab nya kedua keluarga itu seolah mereka adalah satu keluarga. Sehingga perlakuan keluarga Pak Irawan mengistimewakan keluarga Pak Kusuma.
"Ray..Ray ! hust ! kedip kenapa mata nya itu, awas loncat tuh mata nya hehehe " senggol Bu Nanik Mama nya menggoda.
" Eh..ehmm Mama apaan sih, jadi malu " Rayhan malu mendengar mama nya meledek nya.
" Dinda sayang, aduh Tante kangen Nak?" Bu Nanik tiba-tiba mendekati Dinda dan memeluk gadis itu. Mereka berdua saling mencium pipi kanan dan kiri.
"Dinda juga kangen, Tante dan Om Apa kabar nya? Kapan balik lagi kesini?" seperti biasa Dinda akan cepat akrab dan manja dengan Istri Pak Kusuma.
__ADS_1
"Coba tanya Om tuh kapan pindah kesini nya. Udah lewat deadline 6 tahun Ndak balik-balik ke sini"
"Nanti kalau Dinda Jdi menantu, Om akan pindah lagi kesini.. hahhaa" canda Pak Kusuma alhasil semburat merah jambu tercetak jelas di pipi nya yang tirus.
Rayhan mendengar jelas gurauan ayah nya sehingga dia jadi merasa malu dan salah tingkah.
"Din, mana cowok kamu? tempo hari aku lihat kamu ada dengan cowok kamu!" Bisik Rayhan ke Dind setelah orang tua nya pergi mengambil tempat duduk di ruang makan
" Eh..hmmm..Mas Rayhan memang tahu?!" kata nya malu, entah mengapa ada rasa tak enak mendengar pertanyaan lelaki itu, begitu pun Rayhan rasa nya perih
" Ya tahu lah apa ya gak aku tahu dari kamu hehehe..." celoteh nya mencairkan suasana.
Dinda memandang wajah Rayhan yang ternyata memang sedang memandang wajahnya juga.
"Mana yayang Mas Rayhan kok gak di ajak juga?", jawab Dinda mengalihkan pembicaraan.
Rayhan tertawa kecil tak menanggapi.
__ADS_1