Mesin Waktu

Mesin Waktu
Bertemu rival


__ADS_3

Rayhan terbatuk-batuk mendengar apa pertanyaan Dinda. Duh Gusti kenapa dia tak peka jika aku mencintai nya sejak kecil?! jerit batin Rayhan gemas.


"Adaaa deh masih on the record" jawab Rayhan sekena nya.


Tiba-tiba ponsel Dinda berdering, gadis itu mengambil ponsel di tas tangan nya. Dia melihat satu nama terpampang di layar pipih itu. Dinda melihat sekilas ke arah Rayhan.


" Mas maaf aku angkat telpon dulu."


Rayhan mengangguk lalu dia menikmati hidangan yang ada di meja nya. Se mangkuk es teler sukses melepas dahaga nya. sedang enak-enak nya menikmati desert tiba-tiba dia terkejut melihat Dinda sudah kembali ke tempat duduk mereka bersama dengan seorang laki-laki tampan dan terlihat menggandeng tangan Dinda.


Untuk berapa saat Rayhan tertegun hingga suara Dinda memecah keheningan mereka.


" Kenalin ini Mas Rayhan dan Ini Mas Bagas pacar Dinda" Kalimat Dinda itu seolah menusuk ulu hati nya. Gadis yang sejak kecil di perhatikan dan di kasihi nya itu telah mempunyai tambatan hati.


Namun sebagai seorang psikolog dia mampu mengendalikan diri dan bersikap pura-pura bahagia..hahaha.. menyakitkan sekali fulgoso !


Kedua lelaki itu saling berjabat tangan, lalu mereka duduk bersama dalam satu meja. Bunda dan Ayah yang melihat Bagas tersenyum mengangguk


Bagas bergegas berdiri mendekati keduanya dan menjabat tangan orang tua Dinda dengan santun.


" Om dan Tante maaf Bagas datang terlambat karena tadi harus mengantar Mama ke rumah Eyang beliau sedang kurang sehat." kata Bagas memberikan alasan keterlambatan nya menghadiri resepsi calon kakak ipar nya.


"Ndak apa-apa Nak Bagas, bagaimana keadaan eyang nya?" jawab Ayah Dinda.

__ADS_1


"Alhamdulillah tadi eyang mau makan tapi minta di tungguin Mama." Jawab nya lagi


Kedua orang tua Dinda manggut-mangut lalu mempersilahkan Bagas duduk dan menikmati hidangan yang sudah tersedia. Rayhan masih berada di tempat nya namun dia sedang memikirkan cara untuk menggali informasi tentang Bagas dari yang bersangkutan sendiri.


Bagas mengambil makanan di iringi dengan Dinda sesekali tawa renyah gadis itu telah membuat Rayhan makin tersiksa. Kehilangan ceria dan manja mu sungguh membuatku sedih tapi kau terlihat bahagia saat bersama dengan kekasih mu.Lirih suara hati lelaki dewasa itu dan mencoba berinteraksi dengan beberapa orang yang di kenal nya.


Ada satu kesempatan Bagas duduk hanya berdua dengan Rayhan dimana saat itu Dinda sedang bersama keluarga besar nya untuk foto bersama.


Bagas terlihat asyik mengusap ponsel nya berselancar ke dunia Maya. Lalu Rayhan berusaha mengakrabi Bagas.


" Sudah lama jalan dengan Adinda? " tanya Rayhan santai


"Iya hampir satu tahun ini, Ohya Mas Rayhan apa masih kerabat nya keluarga ini?" jawab Bagas.


Rayhan tersenyum menanggapi pertanyaan Bagas, sebenarnya dia malu juga bertanya Bagas namun dia penasaran apa yang membuat Dinda tertarik pada lelaki itu, dia yang dari dulu menanti gadis itu sekarang hanya bisa lara sendiri.


Bagas tertarik mendengar jawaban Rayhan reflek gestur tubuh nya berubah. Dia menyimpan ponsel di saku celana nya.


Lalu kedua orang itu bertukar cerita tentang pribadi masing-masing dan sedikit banyak tentang gadis yang sama-sama mereka cintai.


Setelah cukup lama mereka mengobrol Dinda datang kemudian. Dia heran melihat keakraban kedua lelaki itu. Padahal Farhan saja tidak begitu akrab dengan Bagas. Kalau kebetulan bertemu mereka hanya sekedar say hello saja.


Sebenarnya Dinda enggan mengenalkan mereka berdua entah dia sendiri tak tahu sebab nya.

__ADS_1


Rayhan pamit menuju kedua orang tua nya yang sedang menunggu di meja tamu. Mungkin sebentar lagi mereka sekeluarga akan pamit kembali ke rumah lama untuk menginap barang semalam dan besok mereka akan bertolak ke Makassar lagi.


Pelukan haru dan rasa terimakasih Bu Liana pada Bu Nanik menyisakan kesedihan yang mendalam di hati Adinda. Pelukan rindu yang sudah lama terpendam akhirnya terurai sudah. Rayhan menatap sekilas ke arah Dinda.yang masih berdiri bersama Bagas.


"Ray, jangan melamun ayo salam sama Om dan Tante " tegur Bu Nanik sambil tangannya menepuk pundak anak nya.


Rayhan tersentak malu karena ketahuan melamun. Lalu menyalami Ayah dan Ibu Farhan.


"Ohya, kabarin ya Mbak kalau mau mantu, Insya Allah kami usahakan datang semoga kami sekeluarga di berikan kesehatan dan panjang umur " Ujar Bu Liana sambil mengelus pundak suami nya.


Wajah Rayhan terlihat memerah menahan malu. Bu Nanik dan Pak Kusuma tertawa renyah.


" Iya insya Allah pasti di kabarin, tapi kepastian kapan nya tanya sama perjaka saya jeng" jawab Bu Nanik sambil mengerling ke arah Rayhan.


"Mama ish. Kan masih lama" jawabnya malu


Bu Nanik mendekati Bu Liana lalu berbisik di telinga nya.


" Sttttt....gadis yang jadi incaran nya ternyata sudah punya kekasih. Patah hati deh kayaknya si Rayhan hehehehe"


Bu Liana manggut-mangut sambil tertawa kecil, dia tak tahu gadis yang di maksud tetangga dekatnya itu adalah anak gadis nya sendiri.


"Tapi kalau jodoh tak akan kemana kan jeng. ya kan?" masih melanjutkan candaan nya Bu Nanik akhirnya berpamitan.

__ADS_1


Bagas melihat keakraban keluarga Dinda dengan keluarga Rayhan dengan penuh rasa iri. Dia sangat berharap keluarga nya bisa sedekat itu dengan kelurga kekasih nya. Namun dari gestur dan sikap Mami dan Adiknya kemarin dia dapat menyimpulkan bahwa dia harus ekstra kerja keras membuat kedua nya bersatu.


.


__ADS_2