
Kapal pesiar itu melaju membelah lautan menuju laut lepas. Para tamu undangan bersorak gembira karena tuan rumah mengatakan akan mengajak mereka pesiar selama beberapa hari untuk melancong ke negeri tetangga.
Bagas terkejut karena Mami tak memberi tahu nya jika mereka akan bepergian sejauh itu. Dia tak membawa paspor dan keperluan lain nya. Dia segera mencari Mami nya di ruangan VVIP.
"Mi. Bagas mau bicara sebentar please !" katanya sambil berbisik ke telinga ibu nya. Karena suara musik yang hingar bingar.
Mami nya menoleh, Beliau sedikit kesal karena Bagas mengganggu acara nya merumpi bersama teman sosialitanyam
Nyonya Helena segera berdiri dan berjalan mengikuti anak nya keluar dari ruangan itu.
"Ada apa sih Gas ? dari tadi kamu gangguin Mami melulu ish !" sungut nya kesal.
"Mih! Bagas tak bisa mengikuti perjalanan ini, Bagas tidak membawa Paspor dan keperluan lain nya! Kenapa Mami tidak memberi tahu terlebih dahulu kalau kita akan berlayar lama?" Kata Bagas dengan mimik kesal.
"Owh masalah Paspor sama barang pribadi kamu? Tenang saja, sudah Mami siapkan semua. Paspor kamu kan masih Mami simpan saat kita ke Singapore kemarin ? terus baju juga sudah Mami belikan yang baru sebelum berangkat kesini. So don't worry ya"
__ADS_1
Bagas menggaruk kepala tanda kesal makin bertambah. Dia jengkel kenapa ibu nya bersikap seperti ini tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
"Sebenarnya apa rencana Mami untuk Bagas? Jangan katakan Mami mau menjodohkan Bagas dengan Diana di acara ini!" Keluh Bagas sambil memegang tangan ibunya.
"Mami tahu yang terbaik untuk kamu sayang, Kalau kamu nurut pasti hidup mu akan bahagia nak, sudah jangan berdebat disini Malu, besok setelah kita berlabuh kita akan membahas ini okay? Yuk masuk ke dalam lagi ya!" jawab Bu Helena sambil membelai punggung anak lelaki kesayangan nya.
Mau tak mau Bagas menurut dan akhirnya dia pergi meninggalkan ibu nya untuk bergabung lagi dengan grup sosialita nya. Sedang kan Papi dan Adik nya pun entah kemana mereka mencari hiburan sendiri-sendiri di perjalanan ini.
Diana celingukan mencari sosok Bagas, tadi saat berdansa dengan Bagas tiba-tiba Thomas teman artis yang diam-diam mendekati nya menyela diantara mereka berdua. Bagas mengalah dan undur diri dari lantai dansa tadi.
Diana hanya menganggap Thomas sebagai batu loncatan untuk menapaki karier nya di dunia perfilman ini karena reputasi Thomas sebagai artis senior yang sudah memiliki nama dan sudah bisa di pastikan rating sinetron maupun film yang di bintangi nya selalu top five di tanah air.
Orang tua Thomas juga seorang produser terbesar di industri perfilman Indonesia. Thomas penasaran dengan sikap Diana yang jinak-jinak merpati.
Dia kadang bersikap manis dan manja padanya saat bersama rekan artis namun dia bisa bersikap menjaga jarak ketika sedang bersama teman di luar artis nya.
__ADS_1
Sama seperti saat ini Diana terlihat menjaga jarak padanya padahal Thomas sudah berencana akan menyatakan cinta pada gadis itu di atas kapal pesiar ini. Dia ingin memberikan keromantisan pada wanita yang di incar nya itu di bawah langit malam di temani deru ombak lautan.
"Din, aku mau ngomong sama kamu tapi tidak disini. Bisa kah kita keluar dari ruangan ini? "
Tanya Thomas saat bersama Diana berdiri celingukan mencari Bagas.
"Eh Thomas, mengagetkan saja kamu tiba-tiba berdiri di belakang ku. Memang nya kamu mau ngomong apa?" tanya Diana sedikit terkejut melihat laki-laki tampan dengan dagu belah dua itu.
"Kita keluar sebentar yuks, disini bising aku tak bisa mendengar kan suara mu dan tak bisa konsentrasi!" Kata Thomas setengah berbisik dan tanpa permisi mulai menggandeng tangan kanan Diana.
Bagas melihat Diana sedang bergandengan dengan lelaki yang tadi menyela nya saat dansa. Dia menghembus kan nafas pelan, dia tak cemburu melihat kedekatan Diana dengan lelaki itu tapi dia mempunyai ide untuk mengabadikan momentum itu ke dalam ponselnya dan dia berencana untuk menjadikan senjata menolak Diana saat Mami nya mendesak nya untuk lebih dekat lagi pada gadis itu.
Bagas berjalan mengikuti kedua orang lawan jenis itu yang berjalan menuju lantai atas. Dia mengambil jarak agak jauh. Tampaknya mereka menuju ke ruang nahkoda. Disana memang tidak bising dan lebih tenang suasana nya.
Bagas mengendap endap seperti maling kesiangan. Ruang Nahkoda telah dekat namun kedua orang itu tak berniat masuk ke dalam. Ternyata mereka berdua duduk di bangku samping ruang nahkoda.
__ADS_1