Mesin Waktu

Mesin Waktu
Rencana perjodohan Bagas dan Diana


__ADS_3

Saat Bagas melangkah kan kaki nya menuju dek yang telah di sulap menjadi ruang perjamuan mewah, seseorang gadis memanggil nya.


"Bagaskara !"


Refleks dia menoleh ke arah suara yang memanggil nama lengkap nya.


Dia melihat seorang gadis dengan pakaian koki mendatangi nya.


Bagas mengerutkan kening nya lalu dia mendekati gadis tersebut.


"Bagaskara kan ? ini Renita !'' kata gadis. berpakaian koki itu menunjuk dada nya.


Senyum di wajah Bagas langsung terkembang, dia langsung memeluk gadis itu. Beberapa orang yang melihat kejadian itu tampak terheran-heran.


Renita tampak gelagapan mendapat pelukan dari Bagas.Lalu dia mendorong tubuh Bagas menjauhi nya.


"Kebiasaan ya kamu! masih suka sembarangan peluk anak orang aja! huh!" dengus nya kesal tapi sebenarnya dia bahagia dapat pelukan hangat dari Bagas.


" Xena !!! duh masih idup loe ! " decak Bagas kesenangan. Renita menggeleng kan kepala nya kesal. Aku


Dia jadi teringat saat SMU dulu memang dia mendapatkan julukan Xena si wanita perkasa dari teman sekolah nya. Ohya Perkenalkan gadis itu bernama Renita dan dia adalah sahabat Bagas semasa sekolah putih abu-abu Sabahat karib yang selalu jadi penolong Bagas saat berantem melawan gank Bryan anak terbandel di sekolah nya.


Renita adalah gadis tomboi yang memiliki keahlian bela diri karate. Dan dia sudah memakai sabuk hitam. Tak segan-segan dia berantem dengan lelaki yang selalu mengganggu teman-teman perempuan nya.


Sampai-sampai banyak cowok yang segan pada nya. Tapi tidak dengan Bagas, dia sangat mengagumi sosok pandai, mandiri dan kuat seperti Renita.


Sampai-sampai Bagas selalu ingin duduk satu bangku dengan Renita di saat teman yang lain nya ingin duduk dengan sesama laki-laki, bagi Bagas Renita adalah teman yang asyik. Bisa di ajak ngobrol apapun dan bisa di ajak kegiatan apa pun.


Bisa di bilang Renita adalah teman di segala cuaca hahaha..


Rasa kagum itu sebatas rasa kagum saja lain dengan Renita yang memang memiliki perasaan khusus pada Bagas dan dia mulai terjebak dengan friends zone.

__ADS_1


Sering kali Renita cemburu saat Bagas mulai menceritakan tentang gadis incaran nya. Atau. saat Bagas mulai tertarik mendekati salah satu gadis tercantik di sekolah nya. Dia pura-pura menjadi pendengar yang baik saat Bagas mulai menceritakan kisah nya bersama gadis-gadis incaran nya padahal hati nya sedih dan ingin menangis.


Namun dia tak berani mengungkap kan perasaan nya pada Bagas dia takut Bagas akan menjauhinya. Jadi dia hanya memendam perasaan sedih,cemburu dan kesal saja saat Bagas mulai mendekati gadis lain dia sekolah nya.


Pun dia akan siap jadi tong sampah tempat curhatan Bagas saat dia mulai putus dengan salah satu pacar cinta monyet nya.


Renita harus berpisah dengan Bagas saat mereka menginjak kelas 3 SMU, karena Papa Renita yang di pindah tugas kan ke Papua.


Kini setelah 6 tahun berlalu mereka bertemu tak sengaja di kapal pesiar ini.


"Mas Bagas! Di tunggu Mami di ruang VVIP dari tadi ish , malah bengong disini!" teriak Gendis tiba-tiba sambil menyeret tangan Bagas.


Bagas dan Renita yang sedang asyik tertawa mengenang masa lalu tiba-tiba terkejut karena teriakan adiknya.


"Oke kamu balik aja dulu kesana, sebentar lagi Kakak kesana !" perintah Bagas pada adiknya.


"Cepat gak pake lama ya!" jawab Gendis sambil melirik ke arah Renita.


"Ren, bagi nomer Handphone ya? Kita harus ngobrol banyak di darat?" Bagas mengeluarkan ponselnya untuk mencatat nomer sahabat nya itu, lalu Renita menyebutkan nomer ponselnya.


Tak lama kemudian Bagas sudah beranjak dari tempat Renita yang sedang mempersiapkan hidangan dinner untuk para tamu undangan.


Bagas menghampiri tempat yang tadi di sebutkan adiknya. Diana telah menunggu bersama kedua orang tua nya.


Bu Helena langsung tersenyum sumringah melihat kedatangan putra kesayangannya yang terlihat gagah memakai setelan Jas berwarna Navy. Bagas sudah terlihat seperti seorang eksekutif muda.


"Nah ini dia pangeran yang kita tunggu-tunggu telah tiba. Yuk say langsung saja di mulai acara nya.'' kata Tante Helena sambil menggandeng tangan anak nya.


Pak Santoso hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah istrinya yang sangat posesif pada anak lelaki nya.


"Diana ayo duduk di sebelah Bagas, sini sayang!" perintah Nyonya Helena seakan-akan dia adalah si tuan rumah.

__ADS_1


"Mamih, apaan sih, jangan mengatur anak orang!" bisik Bagas kesal.


Nyonya Helena mencubit pinggang anak nya dengan pelan lalu mengangguk kepada Bapak Yusuf selaku tuan rumah acara.


Setelah semua nya duduk di tempat, Pak Yusuf mulai berbicara. Beliau mengucapkan terima kasih kepada para undangan yang bersedia hadir memenuhi undangan keluarga nya dalam rangka anniversary perkawinan perak mereka. Tepat hari ini usia pernikahan nya dengan Nyonya Pungki telah memasuki perjalanan selama 25 tahun.


Tepuk tangan dari para undangan bergemuruh, mereka saling mengucapkan selamat. Selanjutnya Pak Yusuf mulai memperkenalkan Pak Santoso sebagai sahabat karib nya yang bisa di katakan sebagai sahabat dalam suka dan duka.


Kesuksesan usaha nya pun tak luput dari persahabatan mereka berdua. Saling mendukung saat salah satu terjatuh dan saling membangun saat mulai merintis.


Di tutup dengan harapan bahwa persahabatan mereka berdua bisa langgeng hingga akhir hayat dan bisa di teruskan oleh anak-anak mereka dalam bentuk ikatan perjodohan.


Bagas terkejut dengan sambutan Pak Yusuf, dia ingin sekali menyela, namun dia sadar jika dia melakukan itu akan mempermalukan Pak Yusuf di depan para kolega nya. Dia pun dengan geram menunggu hingga Pak Yusuf selesai berbicara.


Saat Bagas ingin melayangkan protes nya, tiba-tiba Mami menyilangkan telunjuk nya ke arah bibir nya sebagai isyarat Bagas harus menutup mulutnya.


Karena kesal sepanjang acara Bagas tak banyak bercakap-cakap. Diana sengaja mendekati Bagas, bergelanyut manja. Mengajak Bagas berdansa pula.


Ingin rasanya menolak ajakan Diana namun raut wajah angker Ibunya membuat nya lagi-lagi menurut.


Kapal mulai berlayar membelah lautan, angin laut sangat dingin dan membuat beberapa penumpang mengenakan jaket bulu nya agar terhindar dari angin laut yang berbahaya.


Tampak nya Diana juga mengundang beberapa rekan artis nya yang sedang naik daun. Mereka menyumbang kan lagu romantis untuk sang tuan rumah, terlihat para tamu senang di manjakan oleh tuan rumah dengan berbagai hidangan yang menggoyang lidah dan selera


Menu andalan keluarga Yusuf pun di sajikan istimewa agar bisa di santap oleh semua tamu undangan.


Papi tampak senang bercakap-cakap dengan pak Yusuf. Sesekali tawanya memecahkan desau angin laut.


Beberapa pasangan ikut melantai berdansa, Bagas yang enggan berdansa tampak terpaksa mengikuti alunan gerak langkah kaki Diana di lantai dansa.


"Gas, senyum dong. Dari tadi manyun sih?" tanya Diana sambil menempelkan pipi nya ke dada Bagas

__ADS_1


Bagas yang mengikuti arah langkah kaki jenjang Diana menghela nafas pelan. Sebenarnya dia tak enak hati menampilkan wajah di tekuk di depan Diana, biar bagaimanapun mereka telah berteman lama namun sikap dominan Mami nya membuat nya kesal.


__ADS_2