
Adinda mengingat lagi saat kedua orang tuanya menanyakan lagi tentang keseriusan hubungan nya dengan Bagas.
Dan dengan penuh ketakutan dia menyampaikan bahwa Bagas masih ingin melanjutkan kuliahnya ke luar negeri, setelah lulus baru Bagas akan melamarnya.
Ayah Dinda menatap wajah anak gadisnya dengan sendu. Dia menginginkan Adinda secepatnya bersuami agar tanggung jawabnya sebagai ayah terselesaikan sebelum tubuh ringkihnya itu semakin melemah dan mati di jemput usia. Begitu pikirannya sendiri saat melamun di senja hari.
Farhan sudah menikah dan sebentar lagi Ratih istrinya akan melahirkan. Tugas nya sebagai Ayah akan tunai jika anak bungsunya telah menikah.
Di lain rumah, lelaki tampan yang sudah jatuh cinta pada Adinda sejak kecil dan selalu menjadi pelindung nya saat gadis itu tersakiti maupun terancam keselamatannya itu tampak menyiapkan beberapa dokument penting yang akan di bawa nya besok untuk melamar pekerjaan di sebuah perusahaan terbaik di kota itu
Rayhan Satriawan adalah teman kecil Adinda yang dulunya pernah tinggal satu kampung saat mereka sama-sama kecil. Rayhan yang juga teman sekolah Farhan dan anak tunggal merasa nyaman jika bermain di rumah Adinda.
Dia merasakan bahagia dan senang memiliki adik kecil yang manis yang notabene adalah adik kandung Farhan teman sekolahnya.
Karena sering nya Rayhan bermain dan kadang menginap di rumah Farhan sampai-sampai orang tua Rayhan dan orang tua Farhan pun akrab dan hangat seperti saudara kandung.
Rayhan yang pendiam berbanding terbalik dengan sifat Farhan yang usil dan suka jahil terhadap adiknya sehingga tak heran Adinda lebih nyaman jika bersama Rayhan yang sifatnya lebih tenang dan melindungi.
Bukan Adinda tak menyanyangi Abangnya, namun Adinda lebih senang jika kemanapun dia diantar oleh Rayhan tak jarang dia memperkenalkan Rayhan kepada temannya bahwa Rayhan adalah Abang keduanya.
Hingga saat Adinda mulai mengenal cinta ke lawan jenis Adinda mulai mengambil jarak ke Rayhan dan mulai mengutamakan Bagas. Dia tak ingin kedekatannya dengan Rayhan di salah artikan Bagas.
__ADS_1
ketika orang tua Rayhan harus pindah ke kota lain karena promosi jabatan Papa Rayhan yang semakin menanjak, semakin membuat jarak antara Rayhan dan Adinda.
Rasa sayang di hati Dinda kepada Rayhan dia rasakan seperti sayangnya kepada Farhan. Sehingga perlahan Rayhan pun mulai tahu diri
untuk tidak membersamai Adinda saat bersama dengan Bagas.
Namun Dinda tak sepenuhnya pergi meninggalkan keakrabannya dengan Rayhan. Saat Rayhan main ke rumah nya dia pasti lebih memilih bersenda gurau dengan Rayhan daripada dengan Farhan.
Rayhan bukan lah orang egois dan kekanakan, saat hatinya yang mulai terpaut pada gadis kecil yang sudah tumbuh menawan itu bertepuk sebelah tangan tidak serta Merta dia meninggalkan persahabatannya dengan Farhan Maupun menjauhi keluarga Pak Wisnu ayah Farhan.
Dia sangat dewasa bersikap dan bertata Krama terhadap orang tua. Farhan bukan tidak tahu perasaan Rayhan kepada adiknya namun dia juga tak bisa memaksa adiknya untuk membalas perasaan sahabatnya itu.
Dia pernah sesekali menyindir Adinda tentang perasaan Rayhan.
kata Farhan saat mengantar Dinda ke sekolah.
"Ah ngaco kali Abang. mana mungkin lah Mas Rayhan suka sama aku" jawabnya cuek sambil mengunyah coklat kesukaannya.
" Serius ini dek. Abang lihat sorot matanya lain jika berbicara dengan kamu.Dia lebih perhatian Dan sayangnya melebihi Abang nih!"
"Kan Mas Rayhan memang sayang sama Dinda karena gak punya adik kandung," jawabnya asal.
__ADS_1
Farhan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Dia gemas sekali melihat adiknya yang tak bisa menangkal sinyal cinta Rayhan.
" Bukan seperti itu Dindot! Abang lihat rasa sayang Rayhan itu bukan sayang ke adik melainkan ke orang yang di cintai ya. Kenapa kamu gak bales aja perasaan Rayhan itu!"
" Ihh..Abang ini aneh, orang Mas Rayhannya adem ayem begitu masak Dinda mau sok pede balas cinta nya. kan tengsin kali!
"Andai nih, Rayhan menyatakan cinta nya apa kamu mau jadi kekasihnya Rayhan?!" tanya Farhan lagi. Dinda mengedikkan bahu sambil berlalu meninggalkan kakaknya yang masih terbengong melihat sikapnya yang cuek.
Apa kelebihan Bagas sih sampai Dindot cinta begitu amat, masih baik Rayhan kemana-mana. Selang berapa menit kemudian Rayhan menelpon Farhan.
" Assalamualaikum bro! Dinda kemana aku telpon gak diangkat?"
Panjang umur nih orang,batin Farhan sambil menerima telpon Rayhan.
"Waalaikum salam, ada tadi barusan ngobrol denganku. Ada yang perlu di sampaikan ke Dinda ?"
" Ehhmmm...aku mau bilang kalau gak bisa mengantar nya ke Acara nya besok. Karena besok aku mau ke Bandung ada wawancara kerja''
"Lho kenapa gak minta Bagas nganterin? kok malah ngerepotin kamu sih? ckk!"
"Katanya lagi mode diem-dieman sama Bagas gak tau kenapa deh."
__ADS_1
" jangan mau lah bro kalau kamu di jadikan tukang anter Dindot, ntar ngelunjak dia nya mah. Udah punya pacar masih ngerepotin kakak-kakak nya ugh!" jawab Farhan sebal dengan sikap adiknya yang seperti memberikan harapan palsu pada sahabatnya.