
Mobilku memasuki sebuah rumah makan yang berkonsep saung. Dimana tempat ini terletak di pinggiran kota sedikit jauh dari kampusku. Namun suasana romantis dan sejuk menggodaku untuk merayakan kelulusan ku disana bersama Adinda.
SUGENG RAWUH...
SELAMAT MENIKMATI....
TIDAK BIKIN SENSASI MELAINKAN BIKIN HAPPY....
ANDA KENYANG KAMI PUAS...
Beberapa tulisan di dinding rumah makan membuat aku tersenyum simpul.
Saung ini berada di tengah kolam ikan koi yang besar-besar. Jalan menuju saung di hubungkan dengan jembatan kayu yang di kaitkan dengan tambang.
Ada 15 Saung yang tersedia di atas kolam ikan. Namun pemilik rumah makan juga menyediakan tempat di dalam ruangan yang full AC jadi pembeli bisa memesan tempat sesuai selera.
Aku mengajak Dinda di salah satu saung yang. terdekat dengan dapur restoran sehingga kami berharap pelayan bisa cepat membawa pesanan kami.
"Din kamu mau pesan apa?' tawarku sambil menyodorkan buku menu yang ada di atas meja rotan.
"Apa saja Mas aku ngikut" jawabnya dengan anda suara agak malas.
Wah Jangan-jangan Mood gadis ku ingin berubah jelek gara-gara tadi.
Karena aku tak mauenunggu lama dan perutku pun sudah lapar maka aku berinisiatif memesankan makanan bagi kami berdua
'Teng-teng
Aku memukul lonceng di atas tempat dudukku untuk memanggil pelayanan.
__ADS_1
'Seorang pelayan laki-laki berlari kecil menuju saung kami.
"Silahkan mau memesan apa Mas?" tanya laki-laki tinggi kurus itu sambil mengeluarkan notes dan bolpoin.
" Gurami bakar 1 ekor,
Cumi asam manis 1 porsi,
kepiting Jumbo asam manis 1 porsi,
Udang goreng mentega 1 porsi
Tumis toge ikan asin 1 porsi
1 bakul nasi
2 gelas es kelapa muda
Adinda mendongakkan wajah menatapku.
" Ada tambahan lagi pak?" tanya pelayan itu sebelum pergi
" Sudah cukup Mas," tiba-tiba Dinda menjawab pertanyaan pelayan itu.
" Kalau mau nambah lagi nanti saya panggil" akhirnya pelayan itu pergi membawa catatan pesanan kami.
" Mas kamu kalau pesan seperti belum makan seminggu?" tanya nya heran.
Aku tertawa keras memang aku sangat menyukai olahan sea food sehingga aku memesan banyak sekali makanan kan judulnya party tapi berdua.
__ADS_1
"Iya aku belum makan..makan kamu hahahaha." jawabku mencoba mencairkan suasana yang tadi sedikit tidak enak.
"Dih..apaan sih!" katanya sambil memukul tanganku.
" Ya namanya Party sayang, jadi ya harus pesan yang banyak dan enak..sudah enjoy aja ya!" kata ku sambil menarik tangannya untuk ku cium.
Beberapa saat kemudian 3 orang pelayan membawa pesananku. Aroma gurami bakar yang menguar ke udara membuatku perutku meronta-ronta minta di isi.
Setelah beberapa saat makannya kami tersaji dan aku segera menyuruh Dinda untuk mencuci tangan dan menyantap makanan lezat ini.
Kami menikmati hidangan ini dengan perlahan dan sungguh makan di saat perut lapar itu sungguh nikmat. Entah karena makanan nya yang nikmat atau kami kelaparan sehingga pesanan kami sudah tandas tinggal tulang ikan dan remahan bumbu di atas piring saji.
"Alhamdulillah kenyang " kataku sambil mencuci tangan.
"Kenyang apa rakus ?" ledek Dinda, aku tertawa malu lalu ku ambil sedikit air bersih dan ke percikkan sedikit ke wajahnya.
"aawww...Mas! Nakal ya! " jeritnya manja
Kami kemudian saling memercikkan air kran dan baju kami sedikit basah.
"sudah .sudah..banjir nanti saung ini!" katanya dengan menutup wajahnya yang hampir ku perciki air lagi.
Aku berhenti mengangkat tangan lalu kami berdua duduk di tepi saung sambil kaki kami masukkan ke dalam kolam ikan.
Tiba-tiba segerombolan ikan kecil mematuki kaki kami berdua. Ada rasa geli saat ikan-ikan itu mencecap kaki kami.
" Awww ..gelii..ihh gelii" seringai nya lucu.
"Aku juga geli sayang, daki ku di patuk ikan " kataku meringis kegelian.
__ADS_1
Sepanjang siang hingga menjelang senja itu ku habiskan bercanda dan beromantis ria dengan kekasih ku.
Sebelum adzan magrib aku sudah meninggalkan Saung untuk menuju rumah Dinda lalu segera pulang ke rumahku. Pasti keluarga ku telah menunggu untuk dinner bersama.