Mimpi Indah Seorang Gadis

Mimpi Indah Seorang Gadis
Eps.11


__ADS_3

" wah!!!" jerit Sen dengan suara yang kecil.


" ada apa Sen?!" ujar Rei.


" gak ada!!" jawab Sen dengan panik sambil menyembunyikan tangannya.


" apa yang kau sembunyikan?!" ujar Rei sambil berjalan mendekati Sen.


setelah Sen ketahuan... yaitu....


tangannya Sen terkena air panas...


" ngapa gak jujur aja?!" ujar Rei.


" ssttt... kecilkan suara mu jangan sampai ketahuan Lice sama Licia" ujar Sen.


" ngapa gak boleh?" ujar Rei.


" yah gak mau mereka tau aja..." ujar Sen.


" ya udah, aku pergi ambil kotak obat... sekalian airnya aku yang antarin..." ujar Rei sambil berjalan pergi.


" thanks yah... bro..." ujar Sen.


" iya..." ujar Rei.


setelah Rei mengambil kota obat dan mengobati Sen... ,Rei pun pergi mengantarkan air panas kepada Licia dan Lice...


" Lic, nih... airnya..." ujar Rei.


" oh... thanks..." ujar Licia.


" iya... gimana lukanya Lice?" ujar Rei.


" ehh... kok bukan Sen?!, bukannya tadi Sen yah yang ambilin air??" ujar Licia.


" ohh... dia ada sedikit urusan..." ujar Rei.


" owh..." ujar Licia.


" apa kalian sudah selesai melakukan adegan romantisnya?!" ujar Lice.


" gak mau aku bantu obati luka mu baru tau rasa!!" ujar Licia sambil pura-pura Ngambek.


" iya... sorry deh, Lic teman terbaik ku... jangan marah dong..." ujar Lice.


" siapa yah?!, keknya gak kenal deh...." ujar Licia.


" tega ahh..., Lic... sorry deh..., nanti aku mati siapa yang mau dengar curhatan masalah percintaan mu dan Rei?" ujar Lice.


" siapa suruh kau katakan hal itu!!!" ujar Licia.


" huft..." tertawa Rei.

__ADS_1


" dah Rei bagusnya mu keluar deh!, di sini ada yang jadi gak konsentrasi..." ujar Lice.


" mana ada!" ujar Licia.


" aku aja gak bilang siapa-siapa..." ujar Lice.


" terserah mu lah..." ujar Licia.


" udah deh... aku keluar dulu..." ujar Rei.


setelah Rei keluar dari kamar mereka...


" Tega kali kau Lice!, kau hampir aja beritau dia..." ujar Licia.


" biarkan aja..., ini kan jadi cinta yang tak terbalaskan..." ujar Lice.


" kau kayaknya kebanyakan baca novel deh..." ujar Licia.


" oh iya... bulan lalu aku ada baca novel terbarunya Richard... enak kali seru deh ceritanya..." ujar Lice.


" oh... tentang petualangan Maya itu yah... enaknya di bagian Maya nya berhasil mengalahkan thantos!" ujar Licia.


" kalau aku suka bagian dia lagi naik sapu terbang!" ujar Lice.


" seru!!!!" ujar mereka secara bersamaan.


sedangkan di luar kamar mereka...


" apalah yang di bahas mereka nih... gak jelas..." ujar Sen.


" ohh.... tentang itu yah... aku Minggu lalu baru baca... enak juga ceritanya!, kau mau pinjam?" ujar Sen.


" pinjam?" ujar Rei.


" pinjam bukunya... kalau bukan buku apa lagi?!" ujar Sen.


" gak... aku masih ada banyak kerjaan yang harus di selesaikan..." ujar Rei.


" ya udah..., aku mau pergi buat obat pemulih dulu" ujar Sen.


" owh... baiklah... pasti buat untuk Lice..." ujar Rei.


" iya lah... biar dia cepat sembuh..." ujar Sen.


" iya biar gak ada yang rindu..." ujar Rei.


" dah pergi sana! lanjutkan pekerjaan mu!" ujar Sen.


" hahahaha...." ketawa Rei.


hal yang di lakukan Rei....


" hmm... akunnya ada banyak sistem keamanan kalau ku retas pasti bakal ketahuan..., kalau caranya begini... bisa!"

__ADS_1


sedangkan yang di lakukan Sen.....


" dicampur dengan ini lalu ini, owh tambahin ini!, apa lagi yah... oh ini lagi!"


hal yang di lakukan kedua perempuan itu.


" novel nya Cherry juga enak! yang judulnya My blossom!" ujar Lice.


" kalau aku lebih suka yang judulnya pink sky..." ujar Licia.


seketika menjadi diam...


" Lic , kemaren bukannya rencana kita mau ke centralplaza yah?" ujar Lice.


" iya yah..., coba deh aku tanya mereka mau ikut atau gak?" ujar Licia.


" ok! aku sambil pergi siap-siap" ujar Lice.


ketika Licia pergi ke ruangannya Sen...


" Sen! kami mau pergi ke centralplaza mu mau ikut?" ujar Licia.


" mau!, nih sekalian kasih Lice makan ini dulu, supaya keadaanya lebih baik..." ujar Sen.


" ok!" ujar Licia sambil pergi menuju Lice terlebih dahulu.


" Lice! nih obat dari Sen!" ujar Licia.


" oh sampaikan terima kasih padanya yah" ujar Lice.


" ok! tapi nanti" ujar Licia sambil pergi menuju ruangan Rei.


" Rei!..."


*Bersambung....


ikuti author terus yah!!!! Lop U guys!!!


(awas gak ikutin author yah!!)


kok ngancam??😅


abaikan saja... tapi ikutin dong...


sedih nih authornya di bikin kalian...


(untungnya gak sakit hati😅)


my account: @felicia vanissa24*


kalau author ada kasih wallpaper yang sama di mohonkan kritikannya yah...


****free!!!**

__ADS_1



**


__ADS_2