
" wah!!!" jerit Sen dengan suara yang kecil.
" ada apa Sen?!" ujar Rei.
" gak ada!!" jawab Sen dengan panik sambil menyembunyikan tangannya.
" apa yang kau sembunyikan?!" ujar Rei sambil berjalan mendekati Sen.
setelah Sen ketahuan... yaitu....
tangannya Sen terkena air panas...
" ngapa gak jujur aja?!" ujar Rei.
" ssttt... kecilkan suara mu jangan sampai ketahuan Lice sama Licia" ujar Sen.
" ngapa gak boleh?" ujar Rei.
" yah gak mau mereka tau aja..." ujar Sen.
" ya udah, aku pergi ambil kotak obat... sekalian airnya aku yang antarin..." ujar Rei sambil berjalan pergi.
" thanks yah... bro..." ujar Sen.
" iya..." ujar Rei.
setelah Rei mengambil kota obat dan mengobati Sen... ,Rei pun pergi mengantarkan air panas kepada Licia dan Lice...
" Lic, nih... airnya..." ujar Rei.
" oh... thanks..." ujar Licia.
" iya... gimana lukanya Lice?" ujar Rei.
" ehh... kok bukan Sen?!, bukannya tadi Sen yah yang ambilin air??" ujar Licia.
" ohh... dia ada sedikit urusan..." ujar Rei.
" owh..." ujar Licia.
" apa kalian sudah selesai melakukan adegan romantisnya?!" ujar Lice.
" gak mau aku bantu obati luka mu baru tau rasa!!" ujar Licia sambil pura-pura Ngambek.
" iya... sorry deh, Lic teman terbaik ku... jangan marah dong..." ujar Lice.
" siapa yah?!, keknya gak kenal deh...." ujar Licia.
" tega ahh..., Lic... sorry deh..., nanti aku mati siapa yang mau dengar curhatan masalah percintaan mu dan Rei?" ujar Lice.
" siapa suruh kau katakan hal itu!!!" ujar Licia.
" huft..." tertawa Rei.
__ADS_1
" dah Rei bagusnya mu keluar deh!, di sini ada yang jadi gak konsentrasi..." ujar Lice.
" mana ada!" ujar Licia.
" aku aja gak bilang siapa-siapa..." ujar Lice.
" terserah mu lah..." ujar Licia.
" udah deh... aku keluar dulu..." ujar Rei.
setelah Rei keluar dari kamar mereka...
" Tega kali kau Lice!, kau hampir aja beritau dia..." ujar Licia.
" biarkan aja..., ini kan jadi cinta yang tak terbalaskan..." ujar Lice.
" kau kayaknya kebanyakan baca novel deh..." ujar Licia.
" oh iya... bulan lalu aku ada baca novel terbarunya Richard... enak kali seru deh ceritanya..." ujar Lice.
" oh... tentang petualangan Maya itu yah... enaknya di bagian Maya nya berhasil mengalahkan thantos!" ujar Licia.
" kalau aku suka bagian dia lagi naik sapu terbang!" ujar Lice.
" seru!!!!" ujar mereka secara bersamaan.
sedangkan di luar kamar mereka...
" apalah yang di bahas mereka nih... gak jelas..." ujar Sen.
" ohh.... tentang itu yah... aku Minggu lalu baru baca... enak juga ceritanya!, kau mau pinjam?" ujar Sen.
" pinjam?" ujar Rei.
" pinjam bukunya... kalau bukan buku apa lagi?!" ujar Sen.
" gak... aku masih ada banyak kerjaan yang harus di selesaikan..." ujar Rei.
" ya udah..., aku mau pergi buat obat pemulih dulu" ujar Sen.
" owh... baiklah... pasti buat untuk Lice..." ujar Rei.
" iya lah... biar dia cepat sembuh..." ujar Sen.
" iya biar gak ada yang rindu..." ujar Rei.
" dah pergi sana! lanjutkan pekerjaan mu!" ujar Sen.
" hahahaha...." ketawa Rei.
hal yang di lakukan Rei....
" hmm... akunnya ada banyak sistem keamanan kalau ku retas pasti bakal ketahuan..., kalau caranya begini... bisa!"
__ADS_1
sedangkan yang di lakukan Sen.....
" dicampur dengan ini lalu ini, owh tambahin ini!, apa lagi yah... oh ini lagi!"
hal yang di lakukan kedua perempuan itu.
" novel nya Cherry juga enak! yang judulnya My blossom!" ujar Lice.
" kalau aku lebih suka yang judulnya pink sky..." ujar Licia.
seketika menjadi diam...
" Lic , kemaren bukannya rencana kita mau ke centralplaza yah?" ujar Lice.
" iya yah..., coba deh aku tanya mereka mau ikut atau gak?" ujar Licia.
" ok! aku sambil pergi siap-siap" ujar Lice.
ketika Licia pergi ke ruangannya Sen...
" Sen! kami mau pergi ke centralplaza mu mau ikut?" ujar Licia.
" mau!, nih sekalian kasih Lice makan ini dulu, supaya keadaanya lebih baik..." ujar Sen.
" ok!" ujar Licia sambil pergi menuju Lice terlebih dahulu.
" Lice! nih obat dari Sen!" ujar Licia.
" oh sampaikan terima kasih padanya yah" ujar Lice.
" ok! tapi nanti" ujar Licia sambil pergi menuju ruangan Rei.
" Rei!..."
*Bersambung....
ikuti author terus yah!!!! Lop U guys!!!
(awas gak ikutin author yah!!)
kok ngancam??😅
abaikan saja... tapi ikutin dong...
sedih nih authornya di bikin kalian...
(untungnya gak sakit hati😅)
my account: @felicia vanissa24*
kalau author ada kasih wallpaper yang sama di mohonkan kritikannya yah...
****free!!!**
__ADS_1
**