Mimpi Indah Seorang Gadis

Mimpi Indah Seorang Gadis
Eps.9


__ADS_3


"Jadi kita ikut berciuman juga?" tanya Sen kepada Grace yang dari tadi menyimak dari Sebalik tembok, "Ciuman hongkong kau" jawab Grace dengan marah sambil mencubit perut Sen. "kenapa sih suka cubit perut ku..." Tanya Sen dengan kesal, Grace hanya tertawa dan mengecup pipi Sen, karena tingginya hanya bisa mengecup pipi Sen.


(kembali lagi ketopik awal)


...mhh......


...krukk......


(perut bersuara merusak suasana? nih rekomen banget... "MAKANYA MAKAN DULU KALAU LAPAR!")


" rasanya mirip... sama.... dengan ikan asin yang di tarok garam sebanyak-banyaknya..." ujar Sen.


" kan... ke asinan.... hahaha..." ujar Licia dnegan senyuman datar.


" ya udah deh gak usah dimakan, kita pergi makan luar aja deh..." ujar Lice.


" EHHH!!!! MAMAK AYAM!!!" ujar Sen dengan kaget.


" gitu aja kaget banci deh..." ujar Lice.


" yah kagetlah!!!!" ujar Sen dengan marah.


" dah gak usah ribut.... aku pergi masak sesuatu untuk dimakan..." ujar Rei.


" ehh mu bisa masak yah?!" tanya Licia


" bisa dong dia kan pria idaman wanita..." jawab Sen.


" gak nanya mu..." jawab Licia.


" kamp**t!!!" ujar Sen.


ketika Sen melihat ke arah Rei....


" wihhh... seram... dia marahnya..." ujar Sen dengan suara yang kecil.


" maaf yah... Lic..." ujar Sen ke Licia.


" ya lah..., sana pergi temanin pacar mu... dia kesepian tuh..." ujar Licia.


" aku sudah bilang berapa kali kalau dia bukan pacar ku... mu sahabat ku atau siapa?" ujar Lice dari kejauhan yang baru selesai mandi.


" iya iya... sorry..." ujar Licia.


" kau tau gak si Rei pandai masak Mie instan?!" tanya Sen


" Mi instan mah semua pande...." jawab Lice.


" hahahaha...." tertawa Sen dengan keras.


ketika mereka berdua sedang bercanda, sedangkan Licia sibuk dengan bukunya...

__ADS_1


" Lic... lagi baca apa sih?! kok serius amat..." ujar Lice.


" oh... lagi baca ini..." jawab Licia sambil menunjukkan bukunya ke pada Lice.


" kalau mu gak pande masak makanan.... baca buku masak makanan harian bukannya baca buku resep kue..." ujar Lice.


" justru karena aku gak pande masak makanan sehari-hari makanya aku belajar yang lain dulu..." ujar Licia.


tiba-tiba tercium aroma yang wangi yaitu adalah..............


MASAKAN REI......


" nih... dah boleh makan... punya Licia ada dibelakang..." ujar Rei sambil meletakkan dua piring nasi goreng spesial untuk Sen dan Lice.


" aku pergi ambil yah..." ujar Licia sambil berjalan menuju ke dapur.


" ok... sekalian ambilkan punyaku yah..." ujar Rei dengan suara yang lumayan lantang.


" ok..." ujar Licia sambil lagi mengambil dua piring nasi goreng spesial ala Rei.


" nih..." ujar Licia.


" Lic... punya kita terbalik... punya mu sayurnya lebih banyak..." ujar Rei.


" owh... kok punya ku?" ujar Licia.


" supaya mu gak mudah sakit... karena kurang makan sayur..." ujar Rei.


" adegan apa ini... makan pun ada adegan romantisnya...." ujar Lice dengan suara yang kecil...


" we.... habis ini kita ke mana?" ujar Sen.


" bagaimana kalau kita ke... centralpark..." ujar Lice.


" boleh... aku dah lama gak kesana..." ujar Licia.


" udah... nanti baru bahas, makan dulu sampai habis..." ujar Rei.


" ok deh..." ujar Lice.


setelah selesai makan...


" aku bawa piring ke belakang dulu yah..." ujar Licia.


" sini biar ku bantu..." ujar Rei.


" baiklah..." ujar Licia.


" ini dua anak apa gak bisa beromantis tempat lain..., ngapa harus di depan kami yang jomblo nih..." ujar Lice dengan suara yang kecil.


" we... kalian kemaren ada baca berita tentang bangkrutnya perusahan jiang?!" ujar Sen.


" oh ada!, kalau seingat ku itu karena putrinya yang berselingkuh dari tunangannya itu..." ujar Lice.

__ADS_1


" kayaknya gak mungkin putrinya akan berselingkuh..., dari sikap putrinya yang dibilang masyarakat... terus putrinya juga menghilang pagi ini..." ujar Rei.


" berarti ada yang gak beres dong?!" ujar Licia.


" sepertinya begitu..., ayo kita selidiki!" ujar Rei.


" ayo!" jawab mereka secara bersamaan.


ketika mereka sampai di sebuah gedung perusahaan Jiang yang sudah bangkrut...


" ayo kita selidiki dari sini..., mungkin kita akan dapat petunjuk..." ujar Rei.


" ayo berpencar..." ujar Licia.


" kali ini cobalah lebih hati-hati..." ujar Rei.


" baiklah..." jawab Licia.


ketika mereka berpencar Rei ke arah tenggara, Lice kearah barat, Licia ke arah timur ,dan Sen pergi kearah Utara perusahaan.


" hmm... disini tidak ada yang aneh... tunggu dulu kok bisa aja jejak darah yang menuju arah timur?, kayaknya ada yang gak beres..." ujar Rei


sementara di bagian Timur...


" wah perusahaan bagian sini lebih besar..., ehh... di sana ada seseorang..." ujar Licia.


" hmm....hmmm.."


" aku akan membantu mu!" ujar Licia sambil berjalan menuju arah orang itu.


ketika Licia selesai melepaskan orang tersebut....


" terima kasih... kamu bisa panggil aku Lei Lei..." ujarnya.


" ehh.. apa mu adalah nona Jiang?" ujar Licia.


" iya... dulunya..." ujar nona Jiang.


" ayo, nona Jiang kita harus segera pergi dari sini!" ujar Licia.


" heh! siapa yang izinkan kalian membawa dia pergi?!"


" ehh... kalian?, tunggu!!!"


Bersambung...


author's account: @felicia vanissa24


**this is for you



**

__ADS_1


__ADS_2