Mimpi Indah Seorang Gadis

Mimpi Indah Seorang Gadis
Eps.4-Mengenang(1)


__ADS_3

"Mau masak mie instan aja bu, Liv lagi gak pengen makan apa-apa" Ujar Livia sambil menyalakan kompor.


"Cabe rawit seperti biasakan, potongannya nak" Tanya Ibu delvin sambil mengambilkan beberapa cabe rawit dan siap memotongnya dengan pisau.


"Makasih bu.. hehehe"


Sembari Livia memasak mie, merek ini


________________________________________________



iklan dulu gaes, nah pasti sudah pernah liat nih, dapat dibeli ditoko-toko terdekat👍🏻 maap merek blurin, dari plastik seharusnya dah tau lah ya


________________________________________________

__ADS_1


Ibu dan Livia pun berbincang-bincang mengenai masalah kemarin, Delvin tenyata diam-diam menyimpan dianosis penyakit kejiwaannya. Livia yang memdengarnya langsung dari Ibu Delvin pun terkejut dan mulai menyadari ternyata semua yang dilakukan Delvin karena penyakit kejiwaannya.


Livia yang seharusnya Trauma karena kejadian itu, dia tidak mau ambil pusing dan mencoba melupakannya. Walau hal itu sempat membuat dia menjadi takut bertemu keluarganya, tapi didalam lubuk hatinya dia butuh kasih sayang keluarga ini, dan keluarga ini tidak ada hubungannya dengan masalah yang diciptakan Delvin kemaren.


Setelah Sarapan pagi selesai, Livia pun meminta izin untuk keluar dari rumah, dan hidup sendiri dengan uang tabungannya yang telah dia tabung bertahun-tahun secara diam-diam di atm satunya. Sebelum itu, Livia pun berjalan ke arah rumah yang telah terbakar semalam.


Hal tersebut dilihat oleh Ferry, Ferry pun keluar dari rumahnya dan keluar menyambut Livia untuk masuk. Livia merasa tidak enak menolak ajakan tersebut, dia pun menerima ajakan tersebut. Mereka berbincang satu sama lain, hingga tertawa terbahak-bahak dan tiba-tiba canggung.


"Gimana kondisi mu semalam, urusnya pasti ribet ya dikantor polisi, harus ini itu" tanya Ferry untuk mencairkan suasana.


"Liv, minta nomor wa boleh?? "


"Noh salin aja, eh btw mu masih gak berubah ya.. masih suka sama kucing oren, aku jadi keingat pas kucing jatuu ke got itu loh, mu masuk got buat nolongin, hahaha pas itu kelas berapa aku lupa"


"Ohhh kucing oren itu, pulang-pulang dibuang Mak, wkwk diamukin seharian aku, gara-gara bawa kucing got pulang, pas itu kita kelas 3 SD, mau jajan eh malah kucing masuk got,wkwkw "

__ADS_1


"Makanya kasih ke Mer aja, kan kasihan kucingnya udah di tolongin dibuang lagi, aku bisa adopsi gimana, sisa kalian berdua, ehh malah dibuang tante"


"Gpp sih, toh sekarang banyak anak-anaknya, walau gak sedarah keknya, tapi ya sama aja kan kucing " Ujar Ferry


"Fer, aku mau diskusi, kan gini mu buka grosir alat tulis kan? aku butuh stok pita yang banyak, dan aku berencana buat usaha sendiri, jual kan ke aku ya, gak usah diskon, uang ku banyak kok, hasil dari nabung dari SD, haha jajan aja dulu ditraktirin"


"Anggap aja dah ini aku bantu mu, kukasih gratis selusin, kalau udah berhasil, balik dengan senyumanmu, tahun depan luluskan? mau lanjut ke mana " Jawab Ferry.


"Okelah, makasih Fer, aku mau lanjut kuliah Fer setidaknya ada gelar nantinya"


"Wah baguslah, semangat jangan lupa istirahat, imun mu dari dulu rendah, kalau jarak 4 meter ama orang sakit aja bisa ketular " Ujar Ferry dengan wajah ngeselin. (seperti: 😏)


"Ya kan karna, dia yang gak pakai masker, ngapa jadi karena imun ku"


"Mungkin.. karena mu sibuk mikirin aku kalik ya, wkwkwk"

__ADS_1


__ADS_2