
" ya ampun... ramai kali..." ujar Rei.
" what the... orang lagi musim sakit yah???" ujar Lice.
" berdasarkan yang ku lihat kok rata-rata penyakit mereka sama yah??" ujar Licia.
" iya juga..." ujar Rei.
" coba ku cek..." ujar Licia.
" sus... boleh tolongin?!" ujar Lice.
" sepertinya... lagi musim sakit seperti ini..." ujar suster itu...
" kira-kira udah ada obatnya?" tanya Lice.
" kami para medis lagi berusaha mencari tau... , kalau sudah ketemu kami akan memberikan kepada masyarakat secepatnya!"
sementara...
ketika Licia sedang menyelidiki kasus itu...
yang di dapatkan...
( penyakit ini dapat di salurkan melalui makanan, minuman, bahkan aroma...)
" Rei..., kayaknya ini harus diketahui dokternya dulu deh..." Ujar Licia sambil menunjukannya kepada Rei.
" ok! kita cari dokternya dulu..." ujar Rei.
ketika mereka berjalan menuju ruang dokter..
" permisi dok!, ada hal yang mau kami beritahu kepada dokter..." ujar Rei.
" maaf... tolong keluar!, saya mau istirahat!" ujar dokter.
" kami ada hal yang sangat penting yang harus di beritahukan kepada dok..." ujar Rei.
" silakan keluar!" ujar dokter itu dengan acuh tak acuh.
" ini tentang penyakit baru-baru ini..." ujar Licia.
" apa!!, baiklah silakan duduk..." ujar dokter.
" apa yang kalian dapatkan?" tanya dokter.
" ini..." ujar Licia sambil memberikan informasi itu kepada dokter itu.
__ADS_1
" baiklah... sebagai gantinya... kalian pasti datang untuk berobat kan?,mari saya bantu..." ujar dokter.
" tidak perlu!, mu hanya perlu menyuruh mereka pergi ke fanclinic..." ujar Rei.
" bagaimana bisa!!!" ujar dokter dengan marah.
" yah... karena pada saat awal-awal kami masuk ke sini , kami tidak di layani dengan baik, sedangkan fasilitas di fanclinic lebih bagus..." jawab Rei.
" memangnya kamu siapa?!, enak kali mengambil pasien ku!!" jawab dokter itu dengan marah.
" yuk Licia..." ujar Rei.
" owh... ok!" jawab Licia.
ketika mereka sambil berjalan menuju arah IT room...
" Rei... fanclinic itu adalah milik keluarga mu yah?" ujar Licia.
" iya... itu adalah milik keluarga ku..., dulu adalah tempat yang paling terkenal... tapi karena RS lain mulai banyak... tempat itu mulai tutup..." ujar Rei dengan sedikit murung.
" maaf aku bertanya hal yang menyakitkan..." ujar Licia.
" tidak apa-apa..." ujar Rei.
" tunggu apa lagi? mari kita mulai bangkrutkan rumah sakit ini!!" ujar Licia.
" baiklah aku akan mulai..." ujar Rei.
" ehhh... itu suara Rei... apa maksudnya... fanclinic....???" ujar Lice.
" maksudnya... mau berobat ke fanclinic..." ujar Licia.
" ehh.... kalian udah balik??" ujar Lice.
" yuk pergi... ke sana, di sana butuh perbaikan yang cepat..." ujar Rei.
" tapi... bantulah angkat si cerewet ini!!!" ujar Lice.
" kok nama panggilannya sama yah??" ujar Licia.
" kau sahabat ku bukan?" ujar Lice.
" iya... iya..." ujar Licia.
" dah gak perlu berdebat lagi... yuk cepat pergi..." ujar Rei sambil mengangkat Sen.
setelah itu mereka segera pergi ke arah parkiran mobil.
__ADS_1
" posisi tempat duduk seperti tadi..." ujar Rei.
" Rei!, suhu tubuh Sen makin meningkat loh!!!" ujar Lice dengan panik.
" kita langsung pergi ke fanclinic..." ujar Rei.
selama di perjalanan...
" Rei!!!, setir yang cepat!!!' ujar Lice.
" sabar... ini jalannya berlika-liku emangnya mau terjadi kecelakaan?" ujar Rei.
" aku tau jalan ini... biarkan aku yang menyetir, dulu aku sering balapan di sini!' ujar licia.
" baiklah... kita ganti posisi duduk!" ujar Rei.
dengan kecepatan penuh... akhirnya mereka sampai di fanclinic dengan selamat...
" pusing..." ujar Lice.
" mu belajar nyetir dari mana?" ujar Rei.
" kan dulu aku sering balap di jalan ini... jadi dah hapal" ujar Licia.
" coba kalian lihat di depan sana!' ujar Rei.
" yang benar saja!!!...
*Bersambung...
account: @felicia vanissa24
P.S
sorry yah kalau para readers ketemu typo, author payah nih...
( author lagi mikirin pacarnya yang ngacangin dia)
betul sekali ðŸ˜
( author butuh curhat nih...)
gak nanti dia nya cemburu...
( ya lah...)
guys sorry nih kalau wallpaper nya gak sesuai keinginan kalian...*
__ADS_1
btw kalian mau apa bilang yah author hampir ke habisan ide nih...