Mimpi Indah Seorang Gadis

Mimpi Indah Seorang Gadis
Eps.15


__ADS_3

" yang benar saja... di saat-saat seperti ini di sini malah ramai duluan...." ujar Lice.


" mungkin mereka tadi mendengar dengan baik dan langsung datang..." ujar Rei.


" dah! yuk cepat masuk, nanti gak keburu!!" ujar Lice.


" ikuti aku lewat pintu belakang..." ujar Rei sambil mengangkat Sen dan berjalan menuju pintu belakang.


setelah akhirnya sampai di dalam fanclinic...


" baiklah kita udah sampai..." ujar Rei sambil meletakkan Sen di sofa.


" Licia, Lice kalian rapikan tempat ini!, aku segera pergi cari obatnya..." perintah Rei.


" siap!!!"


" wih... ini akan butuh waktu yang sangat lama..." ujar Licia.


" yup..." ujar Lice.


" tunggu dulu, Lice apa mu masih ada sisa obat yang Sen kasih ke mu?" tanya Rei.


" obat yah..., owh... ada nih tadi ku bawa aja sih, emangnya buat apa?!" ujar Lice.


" aku mau teliti fungsi obat ini, karena menurut ku ini kayaknya bisa..." jawab Rei.


" baiklah... aku bantu Licia bersih-bersih dulu..." ujar Lice


tidak cukup lima menit mereka sudah selesai...


" huh... butuh kerja keras juga, buat bersihin tempat ini..." ujar Licia


" Rei?, apa kau sudah selesai? orang di luar semakin banyak..." ujar Lice.


" sedikit lagi.... dan.... selesai..." ujar Rei.


" baiklah aku akan buka pendaftarannya..." ujar Licia.


...............


' ukh... hati ku terasa sakit melihat mereka... mungkin ini hanya sekedar cemburu..., gak papa aku kuat!!!'


'tapi pertama-tama selesaikan apa yang ada di luar dulu...'


................


" selamat datang semuanya..." ujar Licia sambil membuka pintu.

__ADS_1


" wah.. udah buka! udah buka!"


" dimana obatnya?!"


" berikan pada kami obat itu!!"


" tolong tenang... silahkan daftar dulu yah bapak-bapak... ibu-ibu..." ujar Licia sambil mencoba menenangkan para pasien.


" baiklah... "


" semuanya silahkan antri..." ujar Licia.


" kepada semua pasien... saya akan memberikan obat kepada kalian, ini harus di konsumsi sekali saja sebelum tidur..., Lice tolong bagikan kepada mereka..." ujar Rei.


" Licia... bantu aku di dalam..." ujar Rei.


" ok..." jawab Licia dengan lesu.


ketika sampai di dalam...


" ada apa dengan mu?" tanya Rei sambil memberi obat kepada Sen.


" enggak apa..." jawab Licia dengan acuh tak acuh.


" beritau kepada ku!" ujar Rei dengan lembut sambil memegang kedua tangan Licia.


" beritahu kepada ku ,kalau mu tidak suka dengan apa yang ku lakukan dengan Lice..." ujar Rei dengan lembut.


" mu tau dari mana..." ujar Licia dengan raut wajah yang penasaran.


" karena mata mu tidak bisa berbohong..." ujar Rei dengan lembut.


..................


'bagaimana bisa dia menebaknya...'


..................


" ukh... huhuhu..." suara tangisan Licia sambil memeluk Rei.


" lain kali jujur yah..." ujar Rei sambil mengelus kepala Licia.


" iya...., Rei... sebenarnya aku suka dengan mu... sangat suka...." ujar Licia.


" aku tau kok..." jawab Rei dengan tangan yang memeluk Licia.


" hmm..." ujar Licia.

__ADS_1


" siapkan hati yah..." ujar Rei sambil meniup telinga Licia.


" ehh..." ujar Licia.


................


' apa... yang di lakukan Rei...'


' jangan bilang kalau sekarang muka ku memerah..., arg...'


................


" muka mu waktu memerah gemes loh..." ujar Rei.


" Rei..., jangan liat dong..." ujar Licia sambil menutupi mukanya.


" lumayan sensitive juga yah..." ujar Rei sambil melepaskan tangan Licia dari mukanya.


setelah melepas tangan Licia dari mukanya tapi mata nya masih terpejam...


tiba-tiba Rei melepas pelukan itu dan....


bibir Rei mendekati bibir Licia...


tiba-tiba....


Bersambung....


kira-kira....


jadi gak yah mereka ciuman, ciuman pertama bagi Licia dan Rei loh....


****guys mau mirip ini loh guys...**



**


 


*account:@felicia vanissa24


thanks guys...


tetap dukung author yah...


lop U..*

__ADS_1


__ADS_2