
" yang benar saja... di saat-saat seperti ini di sini malah ramai duluan...." ujar Lice.
" mungkin mereka tadi mendengar dengan baik dan langsung datang..." ujar Rei.
" dah! yuk cepat masuk, nanti gak keburu!!" ujar Lice.
" ikuti aku lewat pintu belakang..." ujar Rei sambil mengangkat Sen dan berjalan menuju pintu belakang.
setelah akhirnya sampai di dalam fanclinic...
" baiklah kita udah sampai..." ujar Rei sambil meletakkan Sen di sofa.
" Licia, Lice kalian rapikan tempat ini!, aku segera pergi cari obatnya..." perintah Rei.
" siap!!!"
" wih... ini akan butuh waktu yang sangat lama..." ujar Licia.
" yup..." ujar Lice.
" tunggu dulu, Lice apa mu masih ada sisa obat yang Sen kasih ke mu?" tanya Rei.
" obat yah..., owh... ada nih tadi ku bawa aja sih, emangnya buat apa?!" ujar Lice.
" aku mau teliti fungsi obat ini, karena menurut ku ini kayaknya bisa..." jawab Rei.
" baiklah... aku bantu Licia bersih-bersih dulu..." ujar Lice
tidak cukup lima menit mereka sudah selesai...
" huh... butuh kerja keras juga, buat bersihin tempat ini..." ujar Licia
" Rei?, apa kau sudah selesai? orang di luar semakin banyak..." ujar Lice.
" sedikit lagi.... dan.... selesai..." ujar Rei.
" baiklah aku akan buka pendaftarannya..." ujar Licia.
...............
' ukh... hati ku terasa sakit melihat mereka... mungkin ini hanya sekedar cemburu..., gak papa aku kuat!!!'
'tapi pertama-tama selesaikan apa yang ada di luar dulu...'
................
" selamat datang semuanya..." ujar Licia sambil membuka pintu.
__ADS_1
" wah.. udah buka! udah buka!"
" dimana obatnya?!"
" berikan pada kami obat itu!!"
" tolong tenang... silahkan daftar dulu yah bapak-bapak... ibu-ibu..." ujar Licia sambil mencoba menenangkan para pasien.
" baiklah... "
" semuanya silahkan antri..." ujar Licia.
" kepada semua pasien... saya akan memberikan obat kepada kalian, ini harus di konsumsi sekali saja sebelum tidur..., Lice tolong bagikan kepada mereka..." ujar Rei.
" Licia... bantu aku di dalam..." ujar Rei.
" ok..." jawab Licia dengan lesu.
ketika sampai di dalam...
" ada apa dengan mu?" tanya Rei sambil memberi obat kepada Sen.
" enggak apa..." jawab Licia dengan acuh tak acuh.
" beritau kepada ku!" ujar Rei dengan lembut sambil memegang kedua tangan Licia.
" beritahu kepada ku ,kalau mu tidak suka dengan apa yang ku lakukan dengan Lice..." ujar Rei dengan lembut.
" mu tau dari mana..." ujar Licia dengan raut wajah yang penasaran.
" karena mata mu tidak bisa berbohong..." ujar Rei dengan lembut.
..................
'bagaimana bisa dia menebaknya...'
..................
" ukh... huhuhu..." suara tangisan Licia sambil memeluk Rei.
" lain kali jujur yah..." ujar Rei sambil mengelus kepala Licia.
" iya...., Rei... sebenarnya aku suka dengan mu... sangat suka...." ujar Licia.
" aku tau kok..." jawab Rei dengan tangan yang memeluk Licia.
" hmm..." ujar Licia.
__ADS_1
" siapkan hati yah..." ujar Rei sambil meniup telinga Licia.
" ehh..." ujar Licia.
................
' apa... yang di lakukan Rei...'
' jangan bilang kalau sekarang muka ku memerah..., arg...'
................
" muka mu waktu memerah gemes loh..." ujar Rei.
" Rei..., jangan liat dong..." ujar Licia sambil menutupi mukanya.
" lumayan sensitive juga yah..." ujar Rei sambil melepaskan tangan Licia dari mukanya.
setelah melepas tangan Licia dari mukanya tapi mata nya masih terpejam...
tiba-tiba Rei melepas pelukan itu dan....
bibir Rei mendekati bibir Licia...
tiba-tiba....
Bersambung....
kira-kira....
jadi gak yah mereka ciuman, ciuman pertama bagi Licia dan Rei loh....
****guys mau mirip ini loh guys...**
**
*account:@felicia vanissa24
thanks guys...
tetap dukung author yah...
lop U..*
__ADS_1