Mimpi Indah Seorang Gadis

Mimpi Indah Seorang Gadis
Eps.8


__ADS_3


"Hmm... kamu kenapa Sayang?" Tanya Ming didekat Meva. "Ekhem! Yaudah aku pakai dulu kamar mandinya" Ujar Grace yang peka dan mengambil baju ditangan Ming. "Apa maksud kata sayang yang baru mu ucapkan?" tanya Meva dengan dingin tanpa berbalik. "maksudku sudah jelas bukan?" jawab Ming. "apa itu sesuai yang ku pikirkan?, tolong jangan beri aku harapan jika mu tidak bersedia" Jawab Meva dengan panjang lebar.


Suasana menjadi canggung, Ming terdiam dan tidak bisa berpikir hal lain lagi selain perkataan Meva. Grace yang selesai mandi dan melihat hal tersebut, Grace langsung mendorong tubuh Meva kedalam kamar mandi dan menutup pintunya.


Grace mendekati Ming dan menyampaikan Sesuatu "Jika mu sampai membuat Meva sedih, aku tidak akan tinggal diam, Jika mu tidak serius menjalin hubungan dengan dia, maka jangan coba-coba memberi dia harapan palsu" Ujar Grace lalu pergi meninggalkan Ming.

__ADS_1


Grace yang begitu turun, tanpa sengaja melihat Sen sedang memakai baju, ditengah itu Grace bukan fokus mengenai Sen memakai baju, tetapi fokus di Kotak-kotak di perut Sen. "Njir bagus bet tubuhnya" Ujar Grace dengan mata berbinar. "Sayang? udah selesai lihatnya? aku mau pakai baju nih" tanya Sen karena pengertian.


(andai saja jika didunia ini semua cowo kek Sen🤣, uhuk2 auto ternodai mata wanita. Oke, kembali ke lokasi kamar mandi lantai atas)


...Tok! tok! tok!...


"Meva... tolong jangan marah dengan ku... baju mu ku tinggalkan didekat pintu ya" Ujar Ming lalu pergi meninggalkan Meva.

__ADS_1


Setelah Meva selesai mandi dia pun mengeringkan badan dan rambutnya dengan handuk. Dia memakai baju yang diberikan Ming, dan ternyata sangat pas, dan sesuai selera Meva sendiri. Meva tidak berpikir macam-macam lagi, karena satu kalimat Ming yang tadi saja belum habis pikir.


Meva pun menuruni tangga dan melihat Ming yang sedang jalan sambil mengeringkan rambutnya, Ming yang melihat rambut Meva masih basah pun, dia menarik tangan Meva hingga mendekati Kursi, dan meminta Meva untuk duduk, Meva hanya menurutinya.


Ming mengambil handuk dan mengeringkan rambut Meva dengan perlahan, helai demi helai, dan tidak berbicara satu patah kata pun. Suasana diantara mereka tidak bagus sama sekali, mereka hanya diam saja.


"Meva... maafkan aku..." Ujar Ming untuk mencairkan suasana, "Gpp.." jawab Meva dengan singkat, lalu Meva berbalik dan melihat kearah mata Ming dengan serius, "Mau gak jadi pacar ku?" Tanya Meva dengan serius. Ming terkejut akan keagresifan Meva, sehingga membuatnya terdiam, "Yakin?" tanya Ming. "Hah... ternyata mu sampai meragukan perasaan ku.. mu tidak tau apa-apa tentang perasaan wanita..." Jawab Meva dengan rasa sakit yang mencabik-cabik hatinya. "bukan sayang.. maksud ku apa mu mau menemaniku sampai aku tua nanti?" bisik Ming didekat telinga Meva. Meva merasa bahagia hingga mengalirkan setetes air mata, Ming menghapuskan air mata di pipi Meva dengan tangannya. Meva menarik kera baju Ming dan mencium tepat dibibir Ming, Ming dapat merasakan kelembutan bibit Meva, hanya sebuah kecupan bibir saja...

__ADS_1


(ingat hanya kecupanšŸ™„ awas mikir aneh-aneh)


Bersambung...


__ADS_2