Mimpi Indah Seorang Gadis

Mimpi Indah Seorang Gadis
Eps.20


__ADS_3

" sini tangan mu..., coba pegang..." ujar Rei sambil menarik tangan Licia.


...........................


' apa!!!, Rei belajar menggoda dari mana??, ukh... aku harus tahan godaannya...


...........................


" pipi mu dah mulai merah loh..." ujar Rei.


" Rei..." ujar Licia dengan panik.


" ya ya ya... aku berhenti... hihihi..." ujar Rei sambil melepaskan tangan Licia.


" tega banget sih..." ujar Licia.


" mu juga enggak tahan kan... tapi maaf aku terlalu memaksa..." ujar Rei.


" tidak apa-apa aku juga menikmatinya..." ujar Licia dengan santai.


" kau apa..." ujar Rei dengan semangat.


...........................


' oh no... mulut ku terlalu jujur dari pikiran ku mati lah...'


...........................


" aku tidak ada...." jawab Licia sambil memalingkan mukanya yang merah seperti buah persik.


" sudah lah... dah pergi tidur..." ujar Rei sambil berdiri dan mengusap kepala Licia.


" hei... nanti aku jadi tambah pendek..." ujar Licia sambil memegang kepalannya.


" aku tidak keberatan kok dengan istri yang pendek..." ujar Rei sambil berjalan ke toilet.

__ADS_1


Rei........


..........................


' sepertinya aku terlalu cepat..., tapi dia juga tidak menolaknya..., akh... jangan terlalu banyak pikiran...''


..........................


" ehh... ada.... ada...." ujar Rei sambil menutup mata dan berjongkok dengan tangan di atas kepala.


" ada apa Rei..., ehh... Rei! Rei!" ujar Licia sambil membuka pintu.


" tolong singkirkan warna itu..." ujar Rei.


" yang mana?" ujar Licia.


............................


' apa dia phobia terhadap warna?, tapi yang mana?, kayaknya kuning deh..., kalau gitu kusingkirkan dulu'


............................


Licia membawa Rei keluar dari toilet... dan...


" pasti mu tidak suka dengan laki-laki yang cacat seperti ku..." ujar Rei.


" aku tidak keberatan kok..., tapi boleh gak aku tau jalan ceritanya?" ujar Licia.


" dulu sewaktu aku kecil, ayah ku sering sekali memberikan bunga Asoka kuning kepada ibu ku... pada suatu ketika rumah tetangga sebelah sudah di tinggali orang lain, orang itu mempunyai seorang anak di lebih besar dari ku sekitar tiga tahun saat itu aku hanya berumur empat tahun, anak itu seorang preman, ketika aku bermain bersamanya di dalam rumah dia melihat bunga Asoka milik ibu ku, lalu dia mengambil semua yang ada di pot dan memasukkannya ke dalam mulut ku dengan cara memaksa dan ketika ibu ku dan ibunya datang aku sudah tengah hampir mati... tangan anak itu berdarah karena di gigit oleh ku, dan mulut ku terdapat banyak sekali bunga Asoka hingga hidung dan mata ku, sejak saat itu aku takut dengan warna itu dan aku sangat membenci bunga Asoka..." jawab Rei.


" maaf aku menggali luka dalam mu lagi...' ujar Licia.


" tapi tidak apa-apa, aku sudah berhasil melewati ini selama bertahun-tahun..." ujar Rei.


" maaf..." ujar Licia.

__ADS_1


" dah pergi tidur gih..." ujar Rei.


" tapi kalau aku tidur di kamar jadi, mu tidur di mana?" ujar Licia.


" di kamar mu lah..." ujar Rei.


" ehh... ya udah mu tidur di lantai..." ujar Licia sambil berlari masuk ke kamar.


" yakin nih... keselamatan mu tidak terjamin..." ujar Rei.


" diam... atau ku kasih mu tidur di luar..." uja Licia dengan panik.


" iya... iya..." ujar Rei sambil berjalan masuk ke kamar.


setelah Rei masuk Licia sudah terbungkus dengan selimut...


dan...


" ehh... Rei... apa yang mu....


Bersambung...


what!! si Rei mau mengambil keperawanan Licia!!!!😱😱😱


tunggu aja...


****this wallpaper is for you okay??**



**


*account:@felicia vanissa24


 

__ADS_1


__ADS_2