
ketika di seleksi akhirnya tau
jenis penyakit yang di alami oleh Rei...
yaitu....
" Xanthophobia "
yaitu Phobia terhadap sesuatu berwarna kuning, dapat di sembuhkan melalui terapi.
" terapi untuk menyembuhkan phobia nya ini dapat dengan cara setiap hari ,jika bisa melihat benda kuning, tetapi mulai dari benda yang terkecil..." ujar si Psikiater.
" hanya itu saja kan dok?" ujar Licia.
" selain itu ketika melihat benda itu coba lah untuk menahan ketakutan mu..." ujar Psikiater.
" baik..." ujar Rei.
Licia...........
...................................
' Rei mu harus bisa menahan diri mu sendiri, aku akan mendoakan kesembuhan mu yah...'
...................................
" itu saja... yang penting kalau penderita nya mau sembuh maka, penderita akan berhasil di sembuh kan" ujar Psikiater.
" baiklah terima kasih..." ujar Licia.
" sebulan lagi coba konsultasi kembali lagi..." ujar Psikiater.
" baik..." ujar Rei.
setelah mereka keluar dari ruangan itu, mereka berdua berjalan bersama kembali ke arah rumah...
" Rei...., ada apa?" ujar Licia.
" aku takut menjalani terapi nya..." ujar Rei.
" bagaimana kalau aku membantu mu dengan cara..." ujar Licia.
" boleh tidak? aku tidak menjalani terapi...." ujar Rei.
" kalau mu tidak mau ,aku juga tidak bisa memaksa......" ujar Licia dengan kecewa.
" baiklah aku akan menjalani terapi ini demi mu...." ujar Rei.
" tidak apa-apa kalau mu tidak mau maka tidak perlu terlalu memaksa kan diri mu sendiri...." ujar Licia.
" tidak, aku mau sembuh demi mu ok?!" ujar Rei.
__ADS_1
sambil berjalan mereka sambil berpikir....
Rei............
................................
' Licia.... mu lah yang membuat ku ingin sembuh dari penyakit ini, maka kamu harus bertanggung jawab.....'
................................
Licia .............
........................................
' Rei... aku sangat mendoakan kesembuhan mu, tetapi aku ingin kamu mendengar kata hati mu sendiri..... jangan memaksa diri mu sendiri, kamu harus mendengar suara hati mu.....'
.........................................
" Rei..." " Lic..."
" mu duluan.... " ujar Licia.
" mu duluan saja bicaranya...." ujar Rei.
" baiklah.... aku minta maaf.... karena memaksa mu...." ujar Licia.
" sudah ku bilang kan.... aku tidak memaksa.... itu kemauan ku sendiri" ujar Rei.
" yuk pergi ke rumah mu.... barang ku kemaren ada yang ketinggalan...." ujar Licia.
" ok...." ujar Rei.
Licia segera mencari benda nya yang ketinggalan.... ketika sudah ditemukan barang itu Licia segera menyusuli Rei.
" udah Licia?" tanya Rei.
" dah...." ujar Licia.
" mu mau ke mana?" ujar Rei.
" aku gak tau mau ke mana......." ujar Licia.
" mau ke toko buku?" ujar Rei.
" boleh...." ujar Licia.
setelah mereka sampai......
di perpustakaan.....
mereka bersama-sama pergi mencari buku...
__ADS_1
" Lic aku sudah ketemu apa yang ingin ku baca, bagaimana dengan mu?" ujar Rei.
" A... ku.... di... kit.... la.... gi...." ujar Licia sambil mencoba mengambil buku yang ingin di bacanya.
" sini......" ujar Rei sambil membantu Licia memgambil buku.
" terima kasih..." ujar Licia.
" kita mau duduk di mana?" ujar Rei.
" terserah mu..." ujar Licia.
" atas aja yah....." ujar Rei.
" ok...." ujar Rei.
Licia............
................................
' kalau gak salah kemaren aku baca artikel tentang perpustakaan ini bagian atas itu adalah per-ruangan sendiri....'
' jadi..... aku dan Rei membaca di satu ruangan yang sama...."
.................................
ketika mereka berjalan ke atas....
" ehh...
Bersambung...
**siapa yang di temui oleh Licia dan Rei??
jangan-jangan musuh...
wallpaper time....**
IG account******: @felicia vanissa24
***author minta Hiatus 5 hari yah...🙏🙏🙏, mohon pengertiannya
hari pertama ada kegiatan pagi
hari kedua ada latihan yang menguras energi
hari ketiga sakit
hari keempat proses penyembuhan***
__ADS_1
hari kelima lanjutan kegiatan pagi
hari keenam ....