
" ouch! kakak tolongin Mimi dong!!" ujar seorang anak kecil.
" sini kakak bantuin!, kok bisa jatuh?" ujar Licia.
" tadi ada satu om galak dia buru-buru lalu tabrak Mimi..." ujarnya
" ada yang luka gak?, jadi nama mu Mimi yah?" ujar Licia.
" tidak..., kakak nama saya Milly biasanya di panggil Mimi...." ujarnya sambil tersenyum manis pada Licia.
" owh... perkenalkan nama kakak Licia..." ujar Licia.
" kak Cia boleh?" ujar Milly.
" boleh dong..., mama Mimi ada di mana?" ujar Licia.
" Mimi gak tau..." ujar Milly dengan murung.
" kalau gitu kakak bantuin cari mama mu yah?!" ujar Licia.
" mau!!" ujar Milly dengan bahagia.
" yuk..." ujar Licia sambil mengajak Milly.
" nih untuk kakak!" ujar Milly sambil memberikan permen itu.
" Mimi makan aja!" ujar Licia.
" Mimi gak mau, tadi Mimi ketemu di rak sana, jadi Mimi ambil!" ujar Milly
" kalau gitu terima kasih yah Mimi..." ujar Licia.
" sama-sama kak..." jawab Milly sambil tersenyum manis.
" yuk... " ajak Licia.
" ayo!" ujar Milly.
ketika mencari ke sana ke sini...
yang di temukan adalah....
" oi! Lic, lama kali!" ujar Lice.
" ohh... kalian yah, kalian gak ada kerjaan kan?" ujar Licia.
" iya...." ujar Rei
" bantuin aku nyari mamanya, kasihan loh..." ujar Licia.
" gampang aja bawa ke information station apa susah?" ujar Sen.
__ADS_1
" Lice sumbat ini ke dalam mulutnya!" ujar Licia kepada Lice dengan suara yang kecil.
" ok! nih...." ujar Lice.
" ehhh..., dari mana datangnya pemennya?" ujar Sen.
" dari Licia..." ujar Lice.
" aku pas makan kayak ada rasa obat bius gitu loh..." ujar Sen.
" ahh... mana mungkin ada yang mau membius orang di perpustakaan..., palingan hanya sekedar imajinasi mu aja!!" ujar Lice.
" dah gak usah berantem!, cepat bantu cari!" ujar Licia.
ketika melanjutkan pencarian dan akhirnya..
mereka membawa Mimi ke pusat informasi...
" permisi pak... tolong bantu carikan ibu dari anak ini yah..." ujar Licia.
" baiklah..."
setelah 5 menit kemudian...
" Mimi!"
" Mama!" ujar Milly
" terima kasih pak, karena telah menemukan anak saya..." ujar ibu Milly.
" terima kasih yah..."
" sama-sama bibi..., kami pergi dulu yah.." ujar Licia.
" iya... sekali lagi terima kasih yah..." ujar Ibu Milly
setelah mereka pergi dari pusat informasi ..
" we... pulang yuk..." ujar Sen.
" gak seperti biasanya... biasanya suka lama-lama di sini karena ada Wi-Fi nya..." ujar Lice.
" aku dah mulai pusing..., mungkin karena ke capekan..." ujar Sen.
" aku pergi ambil mobil pinjaman dulu... kalian tunggu di depan..." ujar Rei.
" ok..." ujar Licia.
ketika Rei sudah sampai di depan mereka...
" yuk cepat masuk!" ujar Lice
__ADS_1
" bantuin...." ujar Sen.
" ehh... mu panas loh..." ujar Lice.
" Rei bawa Sen ke RS dulu!" ujar Lice.
" Lice! mu jagain Sen di belakang, Licia duduk dengan ku..." ujar Rei.
" ok..." ujar Licia.
...............
' ya ampun duduk samping Rei... rasanya jantung ku mau copot... tolongin aku...'
...............
" apa yang kau pikirkan Licia?" ujar Rei.
" gak ada..." ujar Licia.
" hei... si Sen lagi sakit kalian kerjaannya beromantis aja..." ujar Lice.
" siap-siap yah bentar lagi dah mau sampai.." ujar Rei.
" ok!" ujar Lice.
" sini coba ku pegang..." ujar Licia.
" nih..." ujar Lice.
" ini panas kali loh..." ujar Licia
ketika sampai di dalam RS...
" ya ampun...
" what?
Bersambung...
*Account:@felicia vanissa24
guys... kalian pasti gak terlalu suka baca pesan author nih... author nanti mulai kurangi yah...
thanks deh... dah mau baca novel author nih...
Thor agak lama update... akhirnya hari ini baru update... gara-gara biasanya author ngerjainnya subuh jadi kalau ngantuk yah kjadi ketiduran deh...
( author payah!! )
sekali lagi maafkan author yah...
__ADS_1
Lop U...*