Mimpi Indah Seorang Gadis

Mimpi Indah Seorang Gadis
Eps.3-Penyesalan


__ADS_3

Ternyata bunyi ledakan tersebut berasal dari dalam rumah, Dimana rumah telah menunjukkan terjadinya kebakaran, sudah pasti adalah ledakan gas di dapur. Yang pada awalnya Livia terkaget-kaget, lalu teringat, bahwa tadi dia sedang mengukus sesuatu. Kemudian para tetangga yang mendengar suara ledakan tersebut pun keluar dari rumah mereka, dan melihat apa yang sudah terjadi. Kemudian orang-orang mulai bergotong-royong untuk menyiram rumah yang terbakar tersebut. Dan kabar terbaiknya delvin tidak selamat. Tetapi bagi Livia ini tidak apa-apa. Lebih baik kehilangan rumah, dibanding kehilangan harga diri.


Sebenarnya pada awalnya, rumah tetangga yang terdapat di sebelah mereka. Terdapat 1 penghuni, dimana penghuni tersebut adalah teman SD Livia. Tetapi karena dia tidak tahu orang tersebut Livia, maka dia tidak membantunya. Karena dia tidak mau terlibat pada pertengkaran yang di rumah orang. Kemudian, saat terjadi ledakan dia pun keluar dari rumahnya, karena telah melihat sosok Livia yang sedang panik di depan pintu. Dia pun datang menolong Livia yang sedang kepanikan, dengan membawa seember air.


Setelah rumah tersebut berhasil dipadamkan, kemudian para tetangga kembali kedalam rumah mereka masing-masing. Kecuali Livia dan tetangga yang teman SD nya Livia. Kemudian polisi pun datang untuk menanyakan beberapa pertanyaan kepada Livia. Livia dibawa ke kantor Polisi untuk menyampaikan yang lebih lengkap. Teman SD Livia bernama, Ferry. Ferry yang melihat kondisi Livia tersebut pun, Berencana untuk menemani Livia, tetapi Livia menolak. Keluarga Devin yang mendengar kabar tersebut, pun segera datang ke kantor Polisi untuk menemui Livia.

__ADS_1


Kemudian kakaknya Delvin pun datang menanyakan, Gimana keadaan Livia sekarang. Karena Livia pastinya syok. Livia hanya memeluk kakaknya dan menangis. Kemudian disusul oleh keluarga lainnya. Mereka semua tidak menyalahkan Livia. Malahan ibunya memperlakukan Livia bagaikan anak kandungnya. Mengapa demikian? Karena sebenarnya Delvin tidak pernah dianggap di keluarganya, karena Delvin saja tidak menghormati keluarganya. Ketika Livia yang mengetahui hal tersebut dia mencoba akrab dengan keluarganya, bukan karena hubungan Delvin dan keluarganya, tetapi Livia berusaha memberi muka untuk Delvin.


Keluarganya tahu akan usahanya Livia, dan dia dianggap sebagai anak keluarga mereka sendiri. Livia tidak menyesal karena telah mengenal keluarganya, malahan dia senang. Karena itu, dia tahu kasih sayang keluarga, serta kehangatan keluarga ternyata seperti itu. Setelah urusan sudah selesai. Livia pun dibawa pulang ke rumah mereka, karena Livia telah kehilangan rumah untuk beristirahat.


"Terimakasih pak, bu, dan kakak.."

__ADS_1


"iya bu, makasih bu" Ujar Livia sambil memeluk Ibu, dan memberinya ciuman.


Sesampai di rumah, Livia pun mandi dan berbaring di kasur. Tidak lama kemudian dia pun tertidur. Walaupun dia bermimpi buruk, dia tidak mau bangun. Karena ada kemungkinan besar dia trauma, dia mulai menyesal Mengapa dulu dia tidak menyadari, sikap Delvin yang berandalan. Mengapa Dulu dia menyetujui untuk tinggal serumah dengan Delvin. Andaikan saja.. Andaikan saja dia tidak menyetujuinya.


Mimpi yang singkat ini memakan waktu hingga subuh. Saat dia terbangun, tahu-tahu sudah jam 4 subuh. Dia pun bangun mandi dan bersiap. Kemudian dia berjalan ke arah dapur, untuk memasak makanan sekaligus untuk keluarganya dan dia sendiri. Livia berbakat dalam memasak, dan dia berbakat dalam segala hal lainnya.

__ADS_1


"nak liv, sini ibu bantu, nak liv mau masak apa nak" datang ibu yang sedang berjalan ke arah Livia.


__ADS_2