
"Najis..." jawab Livia dengan tertawa terbahak-bahak
"Mu pernah terpikir soal jadi pacarku?? " Tanya Ferry tiba-tiba
"Aku masih trauma Fer... aku mau ngejar mimpi ku sendiri dulu" Jawab Livia dengan ekspresi datar.
" Ilih, orang aku cuma bercanda, ngapain bawa serius, wkwkw... udah-udah, mau aku bantu cariin kost gak, ada kost yang dekat ama banyak tempat makan di jalan M.Yamin " Tanya Ferry untuk mengalihkan topik pembicaraan.
" Makasih Fer, tapi aku dah tau harus kemana, heheh..."
Setelah hari mulai menjelang Sore, Livia pun berpamitan dengan Ferry dan jalan menuju sebuah kost, yang sebenarnya tidak layak untuk dihuni seorang gadis.Tetapi karena Istri pemilik kost sebelumnya pernah diselematkan Livia, maka Livia dapat menempati kost tersebut dengan harga setengah dari harga kost pada umumnya. Walau kamar kost tersebut tidak ada yang namanya AC ataupun Kipas, sebuah buku sudah bisa dijadikan kipas, asalkan ada tempat tidur.
__ADS_1
Sebelum tidur, Liv memikirkan beberapa hal. Sebenarnya dia tau, bahwa Ferry tidaklah bercanda. Jauh didalam lubuk hati, Livia tidak pernah menggangap Ferry sebagai lawan jenis. Justru Livia hanya memanfaatkan koneksinya dengan Ferry. Sambil berpikir bagaimana kedepannya dia akan hidup. Kemudian dia tertidur lelap...
Didalam mimpi yang gelap, dan dalam ini, terdengar suara seseorang
"Kamu kejam ya Liv... hanya karena dirimu tersakitin, kamu ingin membuat orang disekitar mu merasakan hal tersebut. Bukankah kamu keterlaluan?"
Seberapa keras Livia mencoba untuk membuka mulutnya untuk berbicara, dia tetap tidak bisa membuka mulutnya. Livia seolah-olah ditelan oleh mimpinya sendiri, gelap dan serasa dia sedang berputar-putar dimimpinya.
Livia Bangun dalam keadaan pipi yang basah, mata yang sembab, serta jantung yang berdegup kencang. Livia hanya terdiam memandang langit-langit rumah, dan berpikir. Mengapa aku bisa bermimpi tentang hal tersebut? Apa karena jauh didalam lubuk hatinya dia sebenarnya tidak tega memperlakukan orang disekitarnya seperti ini?.
Livia yang masih dalam kondisi tersebut pun segera menyadarkam diri. Karena tidak ingin terlambat sedetik pun, dia mulai bersiap. Mandi, Berpakaian, Masak sarapan untuk diri sendiri, serta memakai sedikit bedak untuk menutupi pori-pori kulitnya, dan mencegah minyak dari wajah yang berlebihan karena hormonnya.
__ADS_1
"Semangat Liv, sisa satu semester lagi buat lulus, apalagi semester terakhir dikurang 1 sisa 5 bulan!" Ujar Livia sambil mengunci pintu, dan berjalan menuju sekolah.
Pasti penasaran, bagaimana Livia bisa hidup dengan tenang tanpa memikirkan "aku harus kerja untuk membayar ini, lalu membayar itu". Sekarang sudah ada yang namanya mencari cuan ala anak mageran, cukup join link grup cari cuan ditempat tertentu, nah selanjutnya kita akan diarahkan ketutor-tutor selanjutnya, gampangkan? kembali lagi kecerita perjalanan Livia menuju sekolah.
Sepanjang jalan, Livia sempat melamun. Tetapi dia ingat, bahwa dia harus menjaga diri karena bisa saja terjadi pelecehan. Kemudian ada seseorang yang menepuk pundaknya, dan orang tersebut adalah ketua kelas dikelasnya.
" Lagi sakit Liv? sakit istirahat sono, ku bantu ambilin izin sama walkel " tanya ketua kelas Livia.
" Gak ah, orang aku sehat-sehat "
" Nanti malam mau main kerumah gak? "
__ADS_1