
"Dia pa.." kata-kata yang sempat di ucapkan Sebelum di sela oleh seorang ibu-ibu dari kejauhan. "Dia menantu ku, apa yang kau lakukan Padanya?!" Ujar ibu-ibu tersebut, orang yang menonton semakin bertambah. "Me..nantu?" Tanya Moto dengan suara yang kecil kepada Hide. "Mama?!" Ujar Hide yang terkaget atas kedatangan mamanya.
"Ada anak kesayangan mamanya rupanya..." Ujar lelaki tersebut. "Hide bawa moto dan teman-teman mu pergi" ujar mamanya Hide. Hide hanya menggangguk dan membawa teman-temannya pergi menggunakan mobil yang telah di sediakan mamanya, sedangkan lelaki itu diatasi oleh mamanya dengan menyeramkan (seperti di bawa ke ruangan rahasia dan di cambuk, di kuliti, di potong jarinya, dsb.).
Selama di perjalanan pulang Hide terus Termenung, sambil mengingat kembali ingatan yang tadi datang Tiba-tiba. Di dalam pikiran Hide (tentang seorang lelaki yang awalnya meminta nomor, lalu membawa seorang perempuan yang mirip Moto ke sebuah tempat terpencil, dan pada akhirnya Perempuan itu terluka, tunggu dulu... Bagaimana perempuan itu terluka?). Di tengah pikiran Hide yang kacau karena di penuhi ingatan masa lalu, "Hide!" Teriak Moto tepat di telinga Hide. Hide sempat terkejut karena teriakan Moto, Jullshi dan Kaoru sempat memanggil Hide berkali-kali juga.
"Apa yang mu pikirkan? Sampai saat kami panggil ku tidak sadar? Apa tentang kata Me... Nan... Tu tadi?" Ujar Moto dengan sedikit gagap. "Ah! Iya, aku memikirkan bahwa Mungkin aku bisa melamar mu bulan depan dengan hiasan bunga, satu restoran yang di sewa, ada penyanyi terkenal yang tampil dan menyanyi lagu cinta dan.." ujar Hide yang belum habis bicara tetapi mulutnya sudah di tutup Moto dengan tangannya. "Jangan di sebut..." Ujar Moto dengan sedikit malu.
__ADS_1
"Sultan mah beda" ujar Kaoru ynag daritadi hanya bisa fokus menyetir dan mendengarkan ocehan mereka. "Sstt! Jangan ganggu mereka, kita sudah jadi obat nyamuk" ujar Jullshi ke Kaoru dengan suara yang kecil.
Kemudian satu mobil menjadi Canggung, Keesokan paginya di rumah Moto. Moto yang masih tertidur, tanpa sengaja terbangun karena mendengar keributan di lantai bawah, dia pun bangun dan langsung turun ke lantai bawah. Sesampai di lantai bawah dengan matanya yang masih melek, serta tampilannya yang masih kucel memakai baju tidur.
"Ma... Ada apa ribut begini di akhir pekan?" Ujar Moto yang masih melek. Kemudian perlahan matanya terbuka dengan benar, tepat di kursi sofa ada tamu, tamunya adalah keluarga Hide dan mamanya yang sedang berbincang-bincang. "Ehh?! Ah! Aku tertinggal sesuatu aku kembali dulu!" Ujar Moto yang langsung dengan bergegas pergi ke kamarnya dan bersiap.
"Maaf Moto baru Bangun, apalagi tampilannya masih agak.." ujar mamanya Moto dan di sela oleh mamanya Hide "tidak apa-apa, nanti Hide juga akan sering lihat.." ujar mamanya Hide. Sedangkan di dalam pikiran hide (ini pertama kalinya aku melihatnya baru bangun tidur, dia memakai baju tidur itu lebih ikut di banding baju agen).
__ADS_1
"Moto tau mengapa bibi datang hari ini?" Tanya mamanya Hide. "Mencari mama?" Jawab Moto dengan spontan. Mamanya Hide yang mendengar itu pun langsung melihat Hide dan berkata "bukankah Mu mengatakan sudah bilang ke Moto?".
***Bersambung...
Selama saya membaca komentar ada beberapa yang memberikan semangat, ada yang promosi, ada yang bilang bagus, dan ada yang menghina***.
Untuk yang memberikan semangat dan mengatakan bagus saya ucapkan "terimakasih"
__ADS_1
Untuk yang promosi saya akan "berkunjung dan memberikan apa yang telah anda berikan kepada karya saya ini"
Untuk yang menghina "jika anda menghina, saya terima saja anggap itu adalah saran, tetapi jika anda selalu menghina beberapa novel orang, anda sangat menggangu hak orang, serta jika tidak mau di baca tidak usah dibaca, saya bukan orang yang mengharapkan like,poin,rate haram" (kedapatan satu orang yang menhina karya saya dan ternyata bukan saya aja bahkan author lain, jadi apa maunya? Maaf jika keberatan, sekian)