
" ehh... siapa suruh mu gendong, turunin!" ujar Licia.
" siapa suruh gak mau bangun?, yah ku gendong lah..." ujar Rei sambil menurunkan Licia.
" bye... aku masuk dulu..." ujar Licia smabil berjalan masuk kedalam rumah.
" wah... kita akan kembali kerumah masing-masing... sampai jumpa lagi semuanya..." ujar Lice.
" senang kali kau..." ujar Sen.
" tentu saja senang..., tenang saja pasti kita akan berkumpul lagi dalam waktu dekat ini..." ujar Lice.
" ya lah..." ujar Sen.
" Licia? mu dari tadi kok diam?" tanya Lice kepada Licia.
" ehh.... gak ada..." jawab Licia.
" pasti ada nih...." ujar Lice.
" dah selesai semua?" tanya Rei.
" udah!"
" Sen bantu aku bawa barang-barang ini ke mobil..."
" ok!"
.................
'wah terima kasih Rei.... aku sangat tertolong karena mu...'
.................
" sisakan beberapa barang untuk kami bantu..." ujar Licia.
" nih yang ringan..." ujar Rei sambil memberikan barang tersebut kepada Licia.
" thanks..."
" sama-sama..." ujar Rei.
" dah selesai belum adegannya?" ujar Lice.
" adegan?, ehh... owh... jadi maksud mu ini yah?" ujar Licia.
" tenang aja aku ini sering lihat di drama Korea banyak lagi adegan romantisnya, sayangnya kalian tadi kurang romantis..." ujar Lice.
" dah gak usah banyak bicara deh cerewet, bawa barangnya ke mobil..." ujar Sen.
__ADS_1
" ya lah..." ujar Lice.
setelah semua barang sudah berada di mobil...
" aku antar yang perempuan pulang dulu baru terakhir Sen... ok?!" ujar Rei.
" ok!"
" kita antar Lice pulang dulu..." ujar Rei.
" iya!" jawab Sen dengan semangat.
" senang kali kau..." ujar Lice.
" iya lah, gak perlu dengar mulut yang bicara tanpa henti..." ujar Sen.
" siapa yang kau maksud hah?💢" ujar Lice dengan kesal.
" siapa lagi kalau bukan mu?" ujar Sen.
" kayak kau gak pernah aja..." ujar Lice.
" wih... gak pernah aku ini anak baik..." ujar Sen.
" udah deh kalian bertengkar nanti jadi naksir loh..." ujar Licia
" tidak akan!!"
" Lice? mu mau pulang gak?" Ujar Rei.
" cepat kali dah sampai...." ujar Lice.
" Sen!, bantu turunin barang-barangnya Lice..." ujar Rei.
" ok!"
" Rei... nanti pulang bisa on WA?" ujar Licia.
" bisa..." jawab Rei.
" ok!"
" oi!!! mu bantu bawa!!!, jangan kek bos sampai langsung masuk aja...." ujar Sen.
" iya deh..." ujar Lice.
setelah Sen selesai membawakan barang-barang Lice masuk ke dalam rumah Lice....
" dah...." ujar Sen sambil menutup pintu mobil.
__ADS_1
" owh.... ok aku akan mulai jalan lagi...." ujar Rei sambil meletakkan HandPhonenya.
selama di dalam mobil untuk menuju rumah Licia, tidak terjadi pembicaraan apa pun....
" lagi perang dingin yah?" ujar Sen dengan suara yang sangat kecil.
" ulangi apa yang mu bilang...." ujar Licia.
" gak ada...." ujar Sen.
....................
'kok jadi canggung... padahal pengen bicara kan jadi tutup suara Sendiri...'
'ahh.... ******!'
.....................
" barang ku dikit aja.... aku bisa turunkan barang ku sendiri..."
setelah Licia selesai menurunkan barangnya sendiri, Licia pun masuk dan Rei pun segera mengantar Sen pulang.
" canggung banget tadi di mobil gara-gara aku sih..., kirim chat ke dia..." ujar Licia.
.....................
isi chat...
Licia: Rei...
Rei: ?...
Bersambung...
sorry kalau ada bagian yang kurang yah...
maklum author kerjanya waktu subuh jadi masih ngantuk berat...
"biasanya chat apa yang paling canggung waktu kalian chat dengan orang yang kalian sukai?"
This...
account: felicia *vanissa24
see you again...*
*lop U guys...
__ADS_1
stay for me!!!!!!!!!!
Xoxo.......*