Miss Bae

Miss Bae
Pertemuan


__ADS_3

Klik, suara pintu otomatis apartemen menutup. Hari Minggu pagi, di luar matahari pun belum terbit.


"Hei!" Alexandra mencari suara itu, ternyata laki-laki, tetangga depan apartemennya yang sedang bersandar di samping pintu dengan hoodie abu-abu, jeans biru, sepatu vans hitam. Tetangganya ini berwajah yang tampan, alis hitam lebat, matanya sipit dengan lipatan tak kentara, bibir merah tebal entah apakah dia pakai lip balm dengan postur tubuh tinggi menjulang. Setelah pertemuan pertama Alexandra sudah tahu jika ia memiliki tetangga yang berprofesi sebagai seorang aktor, walau bukan aktor di level yang sama seperti Won Bin namun Alexandra pernah melihat beberapa iklannya di TV.


"Ya?" Alexandra menatap pemilik suara yang menegurnya.


"Kita belum berkenalan, padahal sudah berapa kali kita bertemu." kata si tetangga dengan ramah.


"Ohh maafkan saya, perkenalkan Alexandra Bae, panggil saja Alex." Sahut Alexandra seraya mengulurkan tangan.


"Saya Edward Lee." balasnya menyambut tangan Alexandra.


"Kamu mau berlari? lanjutnya bertanya.


"Iya dan menghirup udara segar." jawab Alexandra dengan tersenyum.


"Apakah aku boleh ikut berlari denganmu?" lanjut Edward Lee bertanya lagi.


"Tentu, kapan pun kamu ada waktu di akhir minggu" jawab Alexandra sambil tersenyum tipis.


"Deal, hari ini saya syuting sampai jam 3, dan berapa hari ini masih tidur seadanya, nanti saya kabari jika mau ikut. Oke selamat berlari" ujar Edward sambil memencet pin pintu apartemennya


"Selamat tidur" balas Alexandra sambil tersenyum Edward membalas juga dengan senyuman lebih manis.


Deg!


Sudah berjalan 2 minggu sejak kepindahan Alexandra ke apartemen ini, itupun diatur oleh kakeknya. Kepindahannya ke apartemen ini memiliki alasan karena Akses ke kantor Alexandra lebih dekat, hanya menempuh waktu selama 10 menit.


Dulu ketika Alexandra tinggal di Incheon rumah kakeknya, ia membutuhkan waktu selama 60 menit untuk mencapai kantornya yang berada di pusat kota Seoul. Alexandra pun membujuk kakeknya untuk melepaskan dirinya tinggal mandiri di sebuah apartemen. Ia tidak tahu kalau nantinya akan bertetangga dengan seorang selebriti.


Alexandra menyelesaikan lari paginya sambil berjalan menuju minimart membeli sebotol air mineral. Sambil duduk di bangku taman ia menikmati tetesan air membasahi tenggorokannya muncul keinginan dan mengetik nama tetangganya di g***le. Dan Taraa... Muuncullah info tentang tetangganya.


Edward Lee, Toronto, 26 mei 19**, singer, aktor. Tinggi badan 187 cm. Dia setahun lebih muda dibandingkan umur Alexandra.


Edward Lee seorang aktor baru memulai karir aktingnya 4 tahun terakhir dan sudah bermain di berbagai drama TV, dan mengeluarkan 2 album lagu.

__ADS_1


Alexandra terus mengklik info Edward Lee baik akun instagramnya, sebagian besar foto selfie, saat syuting dan pemotretan. Walau koleksi foto Edward Lee menarik, namun memandang langsung sosok orangnya lebih memberi kesan mendalam dan membuat hati Alexandra berdebar tak karuan.


Teet teet...


Jam 2 siang, Alexandra memencet bel pintu apartemen Edward, ditangannya semangkok sup seafood. Alexandra merasa tidak enak karena seharusnya dari kemarin memberikan sesuatu sebagai tanda perkenalan umumnya sih makanan.


Pertemuan pertama mereka saat Alexandra pindahan Edward menatapnya lekat-lekat beberapa saat Alexandra hanya membungkukkan badan sebagai tanda salam.


Pertemuan kedua di depan bangunan apartemen, Edward terlihat terburu-buru sementara Alexandra pulang kantor.


Teet teet..


Alexandra memencet kedua kali bel.


"Tunggu." Terdengar suara dari dalam kemudian diikuti pintu terbuka dan muncullah sang aktor. Edward mengenakan t-shirt putih, celana pendek dengan rambut awut-awutan.


"Maaf mengganggu tidurmu, aku mau kasih sup seafood sebagai tanda perkenalan." ucap Alexandra sambil menjulurkan semangkuk sup.


"Oh God, santai saja tapi terima kasih."


"Hei" panggil Edward


"Ya?" jawab Alexandra


"Kau punya nasi?" Tanya Edward


"Iya, ada" dengan cepat Alexandra menjawab dengan mata terpaku pada sosok Edward.


"Nih kamu bawa, aku makan di tempatmu saja. Aku akan cuci muka dulu."


"Eh, baiklah." jawab Alexandra dengan tangan bergetar menerima kembali mangkuk sup itu.


Agak lancang dan seenaknya memutuskan untuk makan di rumahku, batin Alexandra. Namun tak lama berselang Alexandra tetap menyiapkan paket lunch di atas meja kecil depan TV di apartemennya.


10 menit kemudian Edward muncul dengan penampilan yang lebih rapi.

__ADS_1


"Film apa yang kau nonton?" Tanyanya sambil menuliskan sesuatu di atas cover CD yang dibawanya.


"Roma." singkat Alexandra menjawab.


"Nih cd albumku, aku gak tahu mau ngasih apa balasan menu makan siang ini." kata Edward sambil menyerahkan cd albumnya.


"6 januari 201*, for Miss Bae XOXO by


Edward Lee." si gadis mengeja tulisan di sampul CD.


"Kenapa Miss Bae? namaku Alexandra" ralat Alexandra seraya melirik.


"Aku lebih akan memanggilmu Miss Bae mulai sekarang." tandas Edward dan memulai makan siangnya.


"Kamu mix ras yah?" Tanya Edward.


"Kamu bisa tahu." balas Alexandra mengikuti gerak-gerik sang aktor.


"Gak ada orang korea asli matanya berwarna hazel, berparas unik dan postur tubuh seperti itu." jawab Edward sambil menatap dari atas ke bawah.


"Mommy Korea, daddy Jerman. Kakek dan nenek tinggal di Incheon. Saya baru pindah ke Korea 1 tahun ini." jelas Alexandra sedikit mengulas senyuman.


"Kamu cocoknya menjadi seorang model atau artis. Apakah kamu ingin jadi model, aku bisa mengusahakannya." Ujar Edward kembali menatap lekat-lekat.


"Hahaha, ngarang. Tidak mau, sekarang aku sudah bekerja di PT. Moon bagian Development Business, dan lagi aku tidak suka jadi sorotan. Cukup kamu saja." sanggah Alexandra menggeleng kuat dan Edward paham jika penolakan gadis yang juga tetangganya adalah tidak main-main.


"Sebenarnya aku sudah nonton film ini sih, tar suami majikannya..." mencoba memecah kesunyian dibalik suara film.


"Diam kamu, jangan merusak moment." ucap Alexandra sambil manyun


"Hahahaha, kamu lebih cantik kalau sedang manyun seperti itu." Edward tertawa lepas sambil mencuri pandang kepada Alexandran.


Deg.. deg!


Jantung Alexandra berdebar, wajah Edward sangat manis saat tertawa lebar. Sumpah dia cakep sekali dengan lesung pipi kecil dan barisan gigi berkilau putih yang menambah pesona.

__ADS_1


###


__ADS_2