
Sesampainya di kantor, Alexandra masih sempat membuka handphone untuk menetralkan hati setelah insiden ciuman tidak jelas itu.
Muncul pemberitahuan link G***e di layar handphonenya.
Edward Lee berolahraga pagi dengan seorang wanita misterius. Dalam sepersekian detik Alexandra membuka link tersebut, dan itu adalah foto mereka pada hari Sabtu pagi, saat keduanya berjalan bersama sehabis berlari. Untungnya di foto tersebut diambil dari samping hingga wajah Alexandra tidak begitu jelas kelihatan.
Bukannya hati menjadi tenang malah semakin kacau, umpat Alexandra sedikit kesal.
Dalam berita itu mengatakan bahwa Edward Lee berolahraga pagi dengan model berinisal "S" mereka pernah bekerja bersama dalam pemotretan brand "Franz", mereka nampak saling menunjukkan ketertarikan. Apakah mereka juga menghabiskan malam bersama?
Hih! Itu aku! Dan kami tidak menghabiskan malam bersama. Teriak dalam hati Alexandra.
Setenar inikah seorang Edward Lee? Sekali jalan berdua berakhir di online news. Yang Alexandra tahu sebatas keseharian pria itu di lingkup apartemen. Mereka berbicara tentang apa saja, bercanda dan saling berselisih pendapat tanpa memikirkan seperti apa Edward di luar sana. Baik Alexandra maupun Edward, mereka menjadi diri sendiri.
.........
"Siapa dia?" Cecar Park Jae Sun manajer Edward di ruang meeting.
"Pacar." Edward singkat menjawab dengan acuh.
"Kapan kamu mulai pacaran?" Tanya manajernya lagi.
__ADS_1
"Bukan urusan Hyung kan, toh sudah lewat dari perjanjian kontrak 3 tahun tidak boleh pacaran. Ini sudah masuk tahun keempat aku menjadi budakmu. Sekadar informasi jika aku baru dekat dengan dia." tegas Edward menjelaskan sambil memandang Park Jae Sun.
"Selebriti? Model? Di foto kamu jalan dengannua terlihat cocok sekali. 177?" Sambil memperlihatkan berita di handphonenya.
"175, bukan selebriti. Bukan model. Dia tidak kenal dunia kita Hyung."
"Cantik? Pasti cantik, matamu itu standarnya tinggi, barangkali dia ingin jadi artis. Serahkan kepada Hyung ahlinya." pamer Park Jae Sun.
"Gak mau, aku mau simpan dia buatku sendiri." Edward sambil menjulurkan lidahnya sekilas. Park Jae Sun menyeringai.
"Ya sudah, kamu boleh pacaran, tapi jangan sampai pekerjaan jadi terbengkalai. Soalnya jadwalmu padat sekali. Jaga fisik, jangan lupa besok pembacaan pertama script. Kamis sudah mulai syuting di Jeju, soal berita-berita seperti itu biar Hyung yang handle."
"Kalau menikah? Tanya Edward.
"Apa harus hamil baru menikah?"
"Terus apa? Kamu masih muda 24 tahun! kariermu masih panjang!" Tegas managernya.
"Karena cinta." jawab singkat Edward.
Park Jae Sun terbahak tawa. "Cinta katamu? Tahu apa kau tentang cinta, masih banyak ikan di laut yang bisa dijaring, nak. Lihat Hyung 40 tahun saja masih belum memikirkan untuk menikah."
__ADS_1
"Makanya aku tidak mau seperti Hyung, sudah tua, keriput, kesepian dan tak laku."
"Apa kamu bilang, sini kamu K*mpret!" Sembur managernya seraya mengejar Edward yang berlari keluar dari ruangan meeting.
"Tapi boleh kan aku menikah, Hyung?" Sambil berbisik Edward merangkul Park Jae Sun.
"Kenapa kamu itu?" Tatap heran manajernya.
"Ini untuk pertama kalinya aku ingin memiliki sesuatu dengan sangat besarnya, aku takut kehilangan. Apa ada yang salah dengan perasaan ini?"
Park Jae Sun menggelengkan kepala dengan mata malas. "Itu cuma nafsu untuk memiliki, biasanya setelah kamu dapatkan semua, perasaanmu akan berangsur terkikis sedikit demi sedikit" ujar manajernya sambil menghasut.
"Aku ingin melihatnya ketika pagi tiba, melihatnya ketika aku pulang. Tuh kan, aku sudah kangen." kata Edward sambil menjauh dan mengetik sesuatu di handphonenya.
Park Jae Sun terdiam, untuk pertama kali Edward mengungkapkan tentang kehidupan asmaranya. Edward Lee yang ia temukan saat aktor itu berumur 18 tahun, sedang menyanyi di live cafe milik temannya.
Park Jae Sun langsung jatuh cinta pada paket komplit seorang Edward Lee yang memiliki suara bagus, wajah rupawan dan postur yang tinggi. Sisa dipoles sedikit maka jadilah penghasil uang agensi, pikirnya saat itu.
Walau tak mudah mendapatkannya, namun akhirnya Edward luluh dan menandatangani kontrak kerjasama. Sejak debut 4 tahun yang lalu Edward langsung menjadi perhatian publik. Sebanyak dua album lagu mendapatkan penjualan bagus, berpuluh iklan, drama serial dengan rating tinggi. Tiket jumpa fans dan mini konser selalu sold out.
Edward masih muda, terlalu dini jika bibit unggulnya telah berpikir untuk menikah, kariernya sedang menuju puncak. Ini tidak boleh terjadi, batin Park Jae Sun.
__ADS_1
###