
Tubuh Edward bergetar dengan perasaan kacau balau, ia duduk di depan ruang operasi bersama kakek Baek dan Nana. Setelah mendengar kabar dari Edward, keduanya langsung terbang ke Jepang menggunakan private jet milik Bae Gu Corp.
Menurut dokter Alexandra mengalami dehidrasi parah, membuatnya menderita hipoksia serebral, yakni kurangnya suplai oksigen ke otak. Alexandra hanya sebentar di Emergency Room dan team dokter yang menangani langsung meminta persetujuan Edward untuk melakukan Brain Surgery untuk membersihkan sumbatan pada pembuluh darah.
Mereka bertiga terdiam menunggu masing-masing memanjatkan doa terbaiknya. Karena hanya itu yang bisa mereka lakukan. Setelah 6 jam operasi, Dokter Tanaka keluar dari ruang operasi langsung berbicara dengan Kakek Baek.
"Mr. Baek, operasi berjalan lancar namun belum melewati masa kritis. Kita tunggu saat pasien terbangun, kami belum bisa memastikan efek dari operasi ini, tapi kami harapkan yang terbaik, keep praying." kata Dokter Tanaka optimis kepada Kakek Baek.
"Lakukan yang terbaik dokter!" Dengan suara terbata Kakek Baek menatap dokter Tanaka.
"Pasien sebentar lagi kami pindahkan ke ruang intensive care." tutup dokter Tanaka.
Sekujur tubuh Edward semacam terlepas dari semua sendi-sendinya. Terjatuh di kursi dan ia tidak bisa menahan tangis dengan bahu tergoncang seakan tidak percaya, baru berapa jam yang lalu ia masih bisa melihat senyuman indah kekasihnya dan kini dokter mengatakan hal yang sangat menyakitkan.
__ADS_1
Nana kemudian memeluk Edward, keduanya menangis dalam kesedihan yang mendalam.
Sementara itu Kakek Baek berdiri mengusap airmata, dia sudah mengabari lagi via pesan perkembangan terbaru Alexandra ke anak beserta menantunya, walau mereka pastinya sudah dalam perjalanan menuju Jepang.
Edward mencoba meluruskan badannya di kursi depan ruang ICU. Kakek dan Nana ke hotel dekat rumah sakit untuk beristirahat, mereka mengajak Edward namun ia bersikeras untuk menunggu Alexandra siuman. Ia takkan bisa melewati malam ini dengan mata terpejam dengan hati menggundah. Sejak kejadian tadi pagi ia belum memakan apapun, satu-satunya yang bisa dia telan adalah air mineral, pun sangat pahit melewati tenggorokan.
Keesokan pagi Dokter Tanaka sudah memperbolehkan para kerabat untuk melihat Alexandra dengan batasan waktu dan kondisi pembezuk harus sangat steril. Setelah Kakek Baek dan Nana, kemudian giliran Edward. Ia melihat kekasihnya terbaring layaknya sedang tertidur dengan monitor dan ventilator yang membantu Alexandra tetap bernapas. Hati Edward hancur dengan menahan air mata ia mendekat dan memegang tangan Alexandra dan mengelusnya.
"Miss Bae sayang, aku di sini.. tolong bangunlah, masih banyak yang kita harus lakukan. Aku belum membawamu kemana-mana, kita belum nonton di bioskop, kita belum ke pantai, ayo bangun dan berkeliling dunia bersama, kita bahkan belum pernah bertengkar." isak Edward tak kuat melanjutkan kata-katanya, kemudian ia mengecup jemari kekasihnya.
Jam 7 malam Kakek Baek nampak sibuk di telepon. Tak lama kemudian 3 orang tergesa-gesa menghampiri Kakek Baek dan Nana, mereka adalah orang tua Alexandra beserta satu pria lebih muda_yang seperti baru keluar dari cover Men's Health. Mama Alexandra berbadan kecil dan papanya kebanyakan orang German dengan tubuh tinggi besar. Alexandra mendapatkan gen terbaik dari mereka berdua. Nana memeluk anaknya yang menangis begitupun Kakek Baek merangkul menantunya yang tertunduk dalam kesedihan.
"Mike." laki-laki itu mengulurkan tangannya.
__ADS_1
"Edward." ucap Edward sambil menjabat tangan Mike.
"How is she?" Tanya Mike dengan sendu.
"Still sleeping." jawab Edward mencoba tersenyum
Siapa Mike ini, batin Edward. Alexandra tidak pernah sekali pun menyebut namanya.
"Edward, nak kamu kembalilah ke hotel dulu, mandi dan beristirahat. Biarkan mereka menjaga Alex malam ini." bujuk kakek Baek sambil merangkul Edward.
Sebenarnya Edward ingin menolak, namun ia sadar jika di tempat itu sudah terlalu banyak orang.
Tuhan, aku rela menukar semua kebahagian di dunia asalkan bangunkan dia, tolong jangan ambil Miss Bae-ku. Rintihnya pelan sambil berjalan menjauh.
__ADS_1
###