
Empat hari setelah kepulangan Edward dari Tokyo, sejak itu pula ia langsung l disibukkan dengan berbagai acara. Dari pemotretan hingga wawancara program TV dan radio bersama lawan mainnya di drama. Selama itu ia hanya bisa berkomunikasi dengan Kakek Baek untuk mengetahui perkembangan Alexandra. Walau tidak ada perkembangan signifikan tentang ingatan Alexandra, setidaknya kondisi kesehatannya semakin membaik. Edward mendengar itu sedikit lebih lega, ia hanya perlu fokus dengan pekerjaannya.
"Sudah siap hari ini?" Sapa Kim Ha Na lawan mainnya melihat Edward duduk di ruang tunggu yang sambil mengutak-atik handphone menunggu acara konferensi pers drama mereka yang berjudul "Best Friend"
"Iya." jawab Edward sambil menatap sekilas lawan bicaranya.
"Setelah konferensi pers ada acara makan malam bersama dengan para aktor" tambahnya lagi.
"Oh yah?" timpal Edward dengan malas.
"Kau mau ikut?" Kim Ha Na memang sepantaran umur dengan Edward jadi dia bisa berbicara informal.
"Mungkin" singkatnya.
"Ada masalah apa? Sepertinya kamu ada beban." Terka Kim Ha Na.
Edward hanya terdiam, sementara Kim Ha Na yang sebenarnya menaruh hati sejak lama merasakan jika ada masalah yang di pendam oleh Edward. Terdapat perbedaan sikap Edward saat syuting di Pulau Jeju, saat itu Edward sangat bersemangat dan lebih supel ke semua orang dan kini berbanding jauh. Edward menjadi tertutup.
"Edward saatnya kamu naik." panggil panitia acara
.........
Miss those nights when you would come over
Spent all night just tryna get closer
Lauv~
Dengan lunglai Edward berjalan menuju apartemennya, ia lelah dengan konferensi pers dan akhirnya mengikuti acara makan bersama atas desakan Park Jae Sun. Walau saat makan bersama Edward tak banyak bicara hanya lebih banyak mendengar dan menenggak minuman.
__ADS_1
Edward berdiri menatap pintu apartemen Alexandra. Hatinya langsung mencelos tersadarkan, mereka bukan terpisah pintu apartemen lagi melainkan 1000an km antara Seoul dan Tokyo.
Aku merindukanmu Miss Bae, gumam Edward sambil memasuki apartemen Alexandra dan menghempaskan badannya di tempat tidur. Tangannya meraih handphone dan kemudian membuka Inst*gram sambil memandangi postingan Alexandra dengan foto-fotonya yang cantik dan hidup. Di antara postingan kekasihnya, yang paling disukainya saat Alexandra memainkan piano di apartemennya lagu pianis Yiruma "River Flows in You".
Cepatlah pulih sayang, kemudian kita berduet duduk berdampingan memainkan lagu yang riang, gumam Edward sambil menutup matanya.
Trrrrrrrr trrrrrrrr...
Handphone Edward bergetar sejak tadi, namun Edward masih tertidur.
Sejam kemudian, Edward dan terbangun ia pun langsung mengecek handphonenya. Belasan panggilan tak terjawab dari kakek Baek. Dengan perasaan was-was Edward memencet tombol dial sambil membatin keadaan dan kesehatan Alexandra, kekasihnya.
"Halo, kakek ada apa?" Edward dengan panik.
Maafkan kakek, Ed. kakek terputus berbicara.
Alex tidak apa-apa. Tapi, dia di bawa papanya kembali ke Jerman. Kakek tidak bisa menahan Alex.
Hati Edward hancur, airmatanya menyeruak lewati kelopak mata dan gugur membasahi pipinya.
Di Jerman ada rumah sakit khusus untuk penanganan brain injury, ini demi Alex juga. Edward harus bersabar, Kakek Baek mencoba menenangkan
Edward sudah tidak mendengarkan Kakek Baek, dia meringkuk di tempat tidur dan menangis. Ia sungguh lemah mengutuk dirinya yang terus meraung terluka.
Sebulan kemudian Edward hidup seperti berjalan di atas air, linglung. Walau ia tetap menyelesaikan beberapa sisa kontrak pekerjaan. Dan akhirnya Edward menolak project baru, beberapa naskah drama, iklan, proses pengerjaan album barunya juga terhenti. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di apartemennya dan minum-minum sampai tertidur.
Ting!
Pesan masuk dari Kakek Baek di malam hari saat Edward baru saja membuka botol soju kedua.
__ADS_1
Jantung Edward berdebar kencang, foto kakek dan Alexandra berambut pendek sedang tersenyum tipis.
Edward, di sini Alex menjalani treatment terbaik, perlahan ingatannya ada peningkatan. Edward kamu harus berjuang sama halnya Alex.
Edward chat,
Saya sangat merindukannya.
Kakek Baek chat,
Nanti kakek ajak ke sini
Edward kembali menatap foto Alexandra,
"Kamu kurusan sekarang sayang, rambutmu lucu tapi kamu tetap cantik. Aku rindu" ucap Edward sambil mengusap layar handphonenya.
Kemudian Edward memencet tombol telepon handphone canggihnya.
Halo anakku, tumben telepon malam-malam, suara Park Jae Sun semringah.
"Hyung, aku akan menerima peran apapun. Drama apapun, iklan apapun, reality show."
Ada angin apa ini? Park Jae Sun langsung bersemangat
"Buat aku sibuk!" singkatnya menutup panggilan.
Edward Lee _ Gloomy Tokyo ☔
__ADS_1