
Sudah tiga bulan terakhir Edward meluangkan waktu berkunjung di Incheon, kadang sebulan sekali kadang sebulan dua kali saat ia tak punya jadwal syuting. Edward tak ingin Kakek dan Nana merasa kehilangan, akan lebih baik jika mereka berkumpul dan saling mengingat tentang Alexandra.
"Setiap kamu ke sini hanya dihabiskan melihat foto-foto lama Alex." tegur Kakek Baek kepada sang aktor yang tak bosannya menatap album foto kecil Alexandra.
"Dia sangat cantik." ucapnya sambil mengusap foto Alexandra saat ulang tahun yang ke tujuh.
"Makan buah dulu nak." kata Nana sambil meletakkan piring berisi buah semangka dan melon yang sudah terpotong.
Edward kemudian menutup album foto dan mengambil sepotong melon.
"Kau sekarang banyak pekerjaan, jangan lupa menjaga kesehatan." kata Kakek Baek menasehati.
"Pasti kakek tahu sendiri kan sekarang saya rajin ke Gym." balas Edward sambil menyunggingkan senyuman.
"Nana suka drama terbarumu nak, kau sangat menjiwai peran apalagi saat menangis. Airmatanya langsung jatuh begitu saja... pasti ingat Alex, bukan? Goda Nana seraya mengelus punggung Edward.
Edward mengangguk lemah dan meneruskan memakan buah.
"Kapan ada waktu luang bulan ini kita ke Jerman?" Tanya Kakek menatap Edward.
"Nanti saya coba cek jadwal kek, namun liburnya paling sehari dua hari." jawab Edward dengan hati berdebar.
"Kabari kakek, nanti kita berangkat bersama."
"Bagaimana jika kita coba telepon Alex, di sana sudah pagi." usul kakek berdiri mengambil handphonenya.
Untuk menghubungi Alexandra satu-satunya cara dengan menelepon rumah sakit itu yang nantinya akan disambungkan ke ruangan pasien. Peraturan yang sangat ketat, tidak boleh ada perangkat telepon pribadi dan hanya keluarga yang terdaftar bisa berbicara dengan pasien.
Halo, suara Alexandra terdengar setelah disambungkan ke kamarnya.
"Alex, ini kakek dan Nana" kakek dan Nana serempak memanggil cucu satu-satunya.
__ADS_1
Aku rindu Kakek dan Nana, kapan ke sini melihat Alex? Suara Alexandra terdengar riang tanpa beban
Mata Edward berkaca-kaca, suara ini suara yang dirindukannya selama berbulan-bulan.
"Nanti Kakek atur jadwal kesana, Ed kamu tidak mau bicara?" Kata Kakek Baek menatap Edward
Edward menggeleng dengan lemah
Siapa yang tidak mau bicara? Tanya Alexandra.
Kakek dan Nana, Alex mau masuk kelas Yoga dulu, sayang kalian semua. Suara Alexandra sengaja memanjangkan kata terakhirnya kemudian menutup telepon.
Nana kemudian menghampiri Edward dan memeluknya.
"Semua akan kembali semula, kamu hanya perlu bersabar nak." kata Nana sambil mengusap punggung Edward untuk menenangkannya.
Alex sekarang kamu sudah mendapatkan laki-laki yang mencintaimu lebih dan kakek pasti mempersatukan kalian lagi, batin Kakek Baek.
.......
Those memories are searching for you..
~Kim Bumsoo - I Miss You~
Setelah menguasai dirinya dan menolak ajakan kakek untuk bermalam dengan alasan sudah punya janji, Edward pun sudah di perjalanan pulang menuju Seoul mengendarai mobil Alexandra. Sejak kepergian Alexandra, apartemen dan mobil telah diserahkan Kakek Baek ke tangan Edward. Seperti kata Kakek, ia sekarang sudah jadi anggota keluarga Baek.
Setelah memarkirkan mobil dia berjalan masuk ke The Korean BBQ.
Tempat ini lagi, batinnya Edward. Namun sekarang dia lebih kuat walau bayangan masa-masa bersama Alexandra masih setia menghantuinya.
"Aktor terlaris sudah datang" sapa Ryu bangkit memeluk temannya diikuti dengan Jun
__ADS_1
"Apa kabar, teman?" Tanya Jun prihatin.
"Seperti kamu lihat" jawab Edward sambil memamerkan ototnya
"Dasar kunyuk" kompak Ryu dan Jun membalas dengan tertawaan
"What's new about her?" Tanya Ryu terlihat antusias.
"Tadi aku mendengar suaranya, Kakek menelepon Alex." jawab Edward dengan bersemangat.
"Kau tidak bisa move on yah teman." ucap Jun dengan ringa .
"Kamu bicara seperti itu seolah tidak kenal Alex" bela Ryu.
Kemudian mereka terdiam dan menyibukkan diri dengan membakar daging sapi di panggangan.
"Apa kita perlu travelling bersama lagi?" Usul Ryu
"Oke, saya setuju" jawab Jun.
"Sepertinya aku tidak bisa, jadwalku padat sekali." Jawab Edward menolak. Ia benar tidak memiliki jadwal senggang, banyak kontrak ditandatanganinya.
"Sekarang teman kita sudah sekelas dengan Won Bin." ucap Jun sambil merangkul temannya
"Betul, saat aku nonton TV dia terus yang muncul di iklan, aku jadi makin cinta dengan Edward Lee." sahut Ryu sambil memberikan tanda hati dengan tangannya
"Hahaha, dasar bodoh." Edward tertawa lepas
Hanya dalam berapa bulan seorang Edward Lee mencapai puncak kejayaannya sebagai aktor. Film terbarunya "Redemption" menjadi box office dan menuai respon positif bahkan para pengamat mengatakan bahwa Redemption adalah film terbaik tahun ini, Edward pun masuk nominasi aktor terbaik. Dia menjadi top list para produser film, brand-brand terkenal berlomba ingin menjadikannya brand ambassador. Edward sekarang mendapatkan julukan "Nation's Oppa" dengan jumlah fans semakin bertambah dan makin di kenal hingga luar negeri.
Dia mengenggam dunia, kecuali satu. Alexandra!
__ADS_1
Edward Lee dengan rambut panjang ❤️