
Seminggu kemudian hari di mana mereka akan mengunjungi Kakek Baek dan Nana di Incheon, semalam Alexandra mengabari Kakek Baek bahwa akan membawa teman laki-lakinya. Kakek sempat mengatakan dia akan menseleksi pria tersebut hanya untuk menggoda cucunya.
"Kita pakai mobilku atau mobilmu, Sayang?" Tanya Alexandra.
"Mobilku saja, biar kakek tidak mikir aku gak modal sampai pakai mobil cucunya." elak Edward sambil memperlihatkan gantungan kunci mobilnya.
"Kakek tidak pernah berpikir seperti itu." balas Alexandra sambil mengukis senyuman manis.
Mereka pun berangkat menuju ke Incheon dengan mobil Alexandra. Sepanjang jalan Edward lebih banyak berbicara dan Alexandra menjadi pendengar setia.
"Ini benar rumah kakek?" Kata Edward kaget menatap Alexandra. Setelah melewati gerbang besar dengan penjagaan security dilanjutkan berkendara sejauh 500 meter masuk ke dalam melewati barisan pepohonan di kanan kanan jalan. Mereka akhirnya sampai di depan rumah yang lebih pantas dikatakan sebuah mansion.
"Maafkan aku sayang, tidak pernah cerita" jawab Alexandra menatap kekasihnya.
"Siapa kamu Alexandra?" Tatap Edward dengan dalam meminta penjelasan.
"Apakah kamu pernah mendengar Bae Gu Corporation? Kakek adanya CEOnya." Kata Alexandra sambil memegang tangan Edward.
Tuhan! Bae Gu Corporation adalah salah perusahaan terbesar di negara ini yang menguasai bisnis perhotelan, persewaan jet pribadi dan helicopter. Pekik Edward dalam hati.
"Aku ingin kamu melihatku sebagai Alexandra tanpa itu semua." tambah Alexandra menatap lurus ke kekasihnya
"Jika kakek CEO Bae Gu Corp, berarti Miss Bae adalah penerusnya?" Edward menatap tajam lagi
Alexandra mengangguk.
"Tuhan! Kamu sungguh unik sayang, kau bisa membeli perusahaan tempatmu bekerja." Edward kemudian tertawa kemudian memeluk Alexandra.
Tok tok!
Mereka dikagetkan ketukan di jendela mobil, Kakek Baek dan Nana rupanyatelah berdiri di samping pintu. Dengan malu mereka melepaskan pelukan dan membuka pintu mobil.
"Omooo, Yang Mulia" pekik Nana langsung memegang tangan Edward.
"Yang Mulia?" Alexandra kaget.
__ADS_1
Kemudian kakek juga menghampiri Edward dan memegang tangan satunya.
"Yang Mulia, mari kita masuk."
Kakek Baek dan Nana menggiring Edward masuk ke dalam rumah diikuti Alexandra yang kebingungan melihat respon kakek dan neneknya.
Setelah duduk di ruang tengah, Alexandra pun dijelaskan kalau Edward pernah main drama kolosal 2 tahun lalu dan dia berperan sebagai putra mahkota.
"Kakek, ini loh cucumu. Apakah kalian lupa?" Komplain Alexandra melihat kekasihnya jadi rebutan.
"Alex, ambilkan handphone kakek kemudian foto kami bertiga."
"Aku pakai handphoneku saja, nanti Alex kirimkan via pesan." Alexandra dengan manyun memotret mereka bertiga.
....
"Aku tidak tahu kalau kakek dengan Nana itu fans beratmu" sungut Alexandra sambil selonjoran di bangku taman belakang rumah sehabis makan malam.
"Hahaha, sayangku cemburu yah?" Edward sambil meraih tangan kekasihnya.
"Tapi aku tidak pernah berubah, sayangnya cuma dengan Miss Bae" ucap Edward sambil mengacak rambut Alexandra.
"Janji kan?" Kata Alexandra merangkul tangan Edward
"Selamanya." jawab Edward sambil mengecup ringan di kening Alexandra
"Miss Bae, aku ingin kita go public, aku ingin berkencan di luar tanpa sembunyi-sembunyi." lanjut Edward meminta dan menatap dalam kekasihnya.
"Setelah Tokyo Marathon, Sayang" jawab Alexandra dengan wajah memelas.
"Aku tidak bisa melarangmu untuk tidak pergi walau aku sangat ingin mengikatmu di tempat tidur."
"Tidak bisa sayang, setelah Tokyo Marathon aku milikmu utuh." dengan mengerjapkan mata Alexandra merajuk, Edward pun mengangguk mengiyakan.
"Ayo kita masuk, waktunya maen Go Stop." lanjutnya Alexandra sambil berdiri dan meraih tangan kekasihnya.
__ADS_1
Saat mereka melintasi ruang tengah ada Kakek Baek sudah menunggu mereka.
"Alex, kakek ingin bicara sebentar dengan Edward. Alex ke ruangan kartu duluan, Nana sudah menunggu di sana."
"Baiklah, kakek jangan jahat ma Edward yah?" Ucap Alexandra sambil mengecup pipi kakeknya dan berlalu.
Kakek Baek berdeham panjang sebelum mengutarakan isi hatinya.
"Edward, bagi kakek Alexandra adalah segala-galanya. Apakah kamu serius dengannya?" Tanya kakek Baek setelah mereka duduk di sofa
"Alexandra juga segala-galanya bagi saya kek, saya tidak akan mengecewakan kakek dan nana" jawab Edward memperlihatkan kesungguhan hatinya.
Kakek Baek menatap Edward yang sangat tulus, reputasinya sebagai aktor terkenal dengan berita bagus membuat pria tua itu percaya.
"Mulai hari ini, kau sudah menjadi bagian keluarga Baek. Saya melihat kalian berdua benar-benar saling mencintai, kakek bisa apa selain merestui kalian." tandas kakek Baek sambil berdiri kemudian merangkul Edward.
"Ayo kita maen kartu." ucap kakek Baek sambil memegang tangan Edward menuju ruangan kartu
"Tuh kannn" ucap panjang Alexandra cemburu melihat kakeknya dan Edward datang saling berpegangan tangan.
"Sekarang dia cucuku juga." kata kakek Baek
"Wahh, Nana senang dengan itu." Sahut Nana dengan berbinar.
Alexandra memandang Edward dengan manyun, Edward kemudian mendekati kekasihnya dan mengacak-acak rambut Alexandra.
"Alex, jika kau tidak mau mengurus perusahaan kakek, nanti kakek kasih Edward loh." canda kakek Baek menatap cucunya.
"Gak papa, Alex dan Edward itu satu kesatuan kek, ya kan sayang?" Menatap manja kekasihnya yang tersenyum lebar mendengar perkataannya.
Edward takjub dengan keluarga terpandang sekelas Baek yang dengan mudah menerima dirinya tanpa memikirkan siapa Edward Lee. Jika dibandingkan ia tidak ada apa-apanya dengan kebesaran nama Bae Gu Corp.
Edward hanya jatuh cinta pada seorang gadis di minimart, gadis yang membuat hidupnya lebih berwarna, gadis yang akan menemani sisa hidupnya, batin Edward dengan luapan rasa bahagia.
###
__ADS_1