
Sejam kemudian mereka tiba di depan rumah Alexandra, rumah berdinding bata coklat, dengan taman dan rumput terpotong rapi. Pemukiman elit di Hamburg.
"Alex, jangan sembarang bertemu orang. Ingatanmu belum pulih, aku sungguh mengkhawatirkanmu" Mike mencoba mengeluarkan pikiran yang mengganggunya sejak bertemu Kim Hyun Su
"Ya, aku juga tahu Mike. Mana yang harus aku hindari, tapi Tuan Kim mengenalku di Korea" sanggah Alexandra
"Aku takut ada yang mengambil kesempatan dengan kondisimu yang sekarang" Mike dengan tatapan risau
"Iya aku mengerti" ucap Alexandra menatap Mike
"Hari minggu jadwalmu kosong?" Lanjut Alexandra bertanya
"Aku bebas, ada apa?"
"Temani aku ke pesta pernikahan temanku, Hans dan Anna"
"Baiklah, jam berapa aku menjemputmu?"
"Jemput aku jam 1 siang, kamu tidak mau masuk ke rumah dulu? Kata Alexandra sambil membuka pintu mobil
"Aku harus kembali kantor"
"Baiklah, sampai bertemu hari minggu Mike" ucap Alexandra sambil menutup pintu mobil dan Mike pun berlalu. Alexandra berdiri sejenak sampai mobil itu menghilang dari pandangan matanya.
"Mike yang mengantarmu pulang?" Kata mamanya sesaat masuk dalam rumah, mamanya sedang merajut di ruang tengah, orang Korea dan merajut menjadi ciri khas menurut Alexandra
__ADS_1
"Iya, mom... Syal ini kalau jadi buat Alex yh?" Ucapnya sambil memegang syal merah separuh jadi itu
"Mama memang membuatnya untukmu"
"Thanks mom" ucapnya sambil menghempaskan bokongnya disamping mamanya
"Lagi memikirkan apa?" Tanya mamanya melihat Alexandra yang gusar
"Tidak ada" jawabnya sambil mengutak-atik handphonenya, handphone tanpa aplikasi sosial media kecuali untuk chat.
.......
Minggu pun tiba, Mike sudah sampai 20 menit lebih awal dari waktu yang diminta Alexandra untuk menjemputnya, toh rumah mereka cuma terpisahkan oleh taman. Dia duduk dan asyik mengobrol dengan Mr. Schuberg, padahal di kantor pun mereka selalu bertemu, lima hari seminggu.
"Artisnya sudah turun" ucap mamanya melihat Alexandra di tangga diiringi tatapan papa dan Mike, dan Mike pun langsung berdiri
"Have fun" singkat papanya mengantar sampai depan pintu walau sebenarnya dia ingin berkata lebih panjang betapa bahagia melihat mereka berdua
Setelah berkendara sekitar 30 menit mereka tiba di Hotel The Fontfeys tempat pernikahan Hans dan Anna. Alexandra menuju kamar tunggu mempelai wanita, meninggalkan Mike yang mengobrol dengan Hans dan teman-temannya.
"Anna kamu cantik sekali sayang" seru Alexandra melihat Anna dengan gaun pernikahan.
"Sayang, kamu juga cantik. Kamu datang dengan siapa?
"Mike" Alexandra singkat sambil duduk di samping Anna
__ADS_1
"Kamu sudah menetapkan pilihan? Dengan Mike" Tanya Anna lagi
"Tidak Anna" pelan Alexandra menjawab dengan muka sendu
"Sayang" Anna meraih tangan Alexandra "Hans pernah bercerita tentang ini kepadaku, dia melihatmu dengan Mr. Lee asisten kakekmu" Anna berhenti memikirkan kata-kata yang tepat untuk selanjutnya
"Ada apa dengan Mr. Lee?"
"Hans melihatmu saat bersama Mr. Lee, sikapmu berbeda, kamu manja dan sangat akrab untuk ukuran pertama kali bertemu, coba pikirkan lagi sayang, jangan-jangan dia ingatanmu yang hilang"
"Dia tampan dan wangi. Aku suka berada di pelukannya, dada bidang dan lengan yang kokoh" kata Alexandra dengan senyum merekah mengingat sosok Mr. Lee
Deg !.
"Tuh kan, kalau pun kamu tidak ada hubungan dengan Mr. Lee, tidakkah kamu berpikir untuk kembali ke Korea mencari apa yang hilang selama ini? Anna dengan tatap untuk menyakinkan Alexandra
Alexandra terdiam beberapa saat. Dia mencoba mengingat Korea, apa yang dilakukannya di sana setahun lalu, tiap kali menfokuskan kekuatan otaknya, namun seperti ada tembok tebal yang menghalangi.
"Aku hampir lupa kadoku" kata Alexandra sambil membuka tas pestanya dan mengeluarkan amplop putih
Anna langsung membukanya, dan terpekik
"Sayang, kamu malaikat yang lupa ingatan, hahaha, paket perjalanan Hamburg Roma pulang pergi, termasuk hotel, dan apa ini... Cek!! Alexxx, 50.000 euro ! Ini terlalu banyak sayang!!" pekik Anna
"Kalian teman akrabku selama berapa bulan ini, aku berharap kalian berbahagia sampai tua, melahirkan anak-anak yang lucu. Dan tenang saja kakekku kaya raya, itu hanya recehan baginya" Alexandra dengan tertawa mengakhiri ucapannya.
__ADS_1
Mereka pun berpelukan, dan saling mendoakan untuk kehidupan yang lebih bahagia