
Dua minggu kemudian...
Malam Sabtu, waktu bagi Alexandra untuk bersantai setelah lima hari bekerja dengan padatnya pekerjaan di perusahaan Moon, salah satu perusahaan IT di Korea yang kadang membuatnya harus lembur dan pulang larut. Namun sudah menjadi resiko sebagai pegawai, bukan?
Alexandra sedang menonton drama series dimana Edward menjadi pemerannya di TV, entah kenapa ia meluangkan waktu menonton drama series. Suatu hal yang sangat ia hindari karena menonton drama menghabiskan waktu dan akan terjebak seperti halnya pengawai-pegawai wanita di kantor yang tiap harinya membahas kelanjutan drama-drama di TV.
Pun Alexandra sekarang akhirnya terjebak, terkadang ia tertawa namun tiba-tiba sendu melihat akting Edward. Alexandra mengakui jika tetangganya sangat berbakat di bidang ini. Di drama Edward sangat mempesona namun di kehidupan nyata dia adalah perusuh ketenangan.
Teet teet..
Alexandra dengan gontai membuka pintu ia tahu siapa yang datang. Ia tidak mempunyai banyak teman dan hanya satu orang yang berani membunyikan bel apartemennya.
Benar! Edward di depan pintu dengan sweater merah celana jeans hitam, sepatu hitam. Lagi-lagi dengan pose andalannya, bersandar di dinding.
"Besok lari?" Tanya Edward.
"Iya, kau mau ikut?" Balas Alexandra dengan riang.
"Jam 6 pagi, kauu bel saja. Sebenarnya aku pengen ngedating kau nih malam, tapi aku capek banget syuting seharian. Besok saja kencannya."
"Date apaan, lari tauk. Sudah makan malam? Tanya Alexandra
"Sudah tadi bareng kru, aku tidur dulu. Alarm handphone juga sudah kuatur jam 5.30, night." putus Edward sambil mengacak-acak rambut Alexandra.
Deg deg..
~~
Keesokan paginya, Alexandra sudah bersiap sebelum ia mencoba menelpon Edward pada jam 05.45 pagi namun tidak ada jawaban.
__ADS_1
Baiklah Edward, aku akan menghancurkan bel rumahmu jika kamu tidak bangun-bangun. Alexandra membatin sambil menutup pintu apartemennya.
Alexandra baru saja akan memencet bel apartemen Edward namun pintu tiba-tiba terbuka dan sosok sang aktor muncul diikuti oleh semerbaknya wangi parfum.
"Kamu mandi?" Heran Alexandra bertanya.
"Memangnya kamu tidak?" manik sipit Edward membelalak sambil tersenyum geli.
"Kan kita mau lari, habis lari baru mandi." jelas Alexandra sambil mengangkat leher kaos larinya, tercium aroma parfum yang juga semerbak.
"Hahahaha, nanti kalau ada yang bau... itu pasti kamu." ledek Edward sambil terbahak tawa.
"Aku gak bau tauk, cium saja tar."
"Ogah." lanjut ledek Edward sambil berakting menutup hidung dan setengah berlari menuju lift.
"Awas kamu." kejar Alexandra mengikuti sang aktor.
"Nih." Edward menyodorkan kantong belanjaan,
Alexandra kemudian mengambil air mineral, pisang dan roti bun.
"Kau kuat juga yah larinya? Aku pikir bakal menyeret seseorang hari ini." ledek Alexandra menatap Edward yang sibuk melahap buahnya dengan khidmat.
"Jangan salah, aku dulu selalu jadi pemain inti basket di sekolah hingga kampus. Badan seperti ini gak jadi dalam waktu semalam." pamer Edward sambil menunjukkan otot-ototnya.
"Hahahaha, percaya diri banget." Alexandra tergelak tawa yang manis.
"Kau mau ikut Olympiade? Hampir tiap saat berlari, di apartemenmu juga aku lihat ada alat treadmill." tebak Edward melirik Alexandra.
__ADS_1
"Aku pengen ikut Tokyo Marathon bulan Maret, Ed. Tokyo Marathon adalah salah satu World Major Marathon, dua tahun yang lalu aku sudah ikut di Berlin Marathon tapi 21K saja, di Tokyo nanti mau ikut 42K." dengan semangat Alexandra menjelaskan.
"Eh gila apa, lari sejauh itu. Memangnya bisa?" sahut Edward pesimis.
"Makanya aku latihan, ada jadwalnya." tegas Alexandra tak goyah.
Kemudian Edward terdiam sambil menatap ke depan.
"Hari ini kamu ngapain?" tanya Alexandra.
"Mau ke studio, latihan buat album terbaru." jawab Edward "Kau sendiri?" Lanjutnya bertanya.
"Mau mandi, tidur sampai siang terus mau ke rumah kakek."
"Incheon? menginap?"
"Iya, menginap semalam." jawab Alexandra.
"Oh, aku akan kesepian." akting Edward sedih.
"Jangan rindukan aku." balas Alexandra sambil melet.
"Miss Bae, kita foto bareng." ajak Edward.
"Aku malu" jawab Alexandra tidak percaya diri
"Wajar kau malu, belum mandi kok." ledek Edward sambil terkekeh.
"Sial, tapi aku gak bau." Alexandra sambil manyun.
__ADS_1
Edward kemudian menyetel kamera depan dan mereka berselfie, Edward berpose menutup hidung sementara Alexandra mencebikkan bibirnya.
###