Miss Bae

Miss Bae
No Feeling


__ADS_3

Sudah empat bulan Alexandra di tempat ini, sebuah rumah sakit khusus milik negara. Yang sebenarnya hanya untuk para tentara yang mengalami luka, cedera, baik fisik maupun mental akibat perang. Namun berkat pengaruh papa Alexandra ia bisa masuk di tempat ini dan mendapatkan perawatan.


Rumah sakit yang dilengkapi dengan dokter terbaik, terapist terbaik, fasilitas lengkap untuk menangani dan melatih fisik mental para pasien. Kondisi Alexandra pun semakin membaik, badannya lebih kuat dan ingatan secara perlahan mengalami kemajuan. Saat terbebas dari jadwal terapi ia memilih memanfaatkan waktu luangnya dengan menanam bunga dan sayuran di rumah kaca belakang gedung kolam renang.


"Hei Alex." teriak Hans ketika melihatnya melintas depan lapangan mini menuju kebun.


"Hei bro." jawab Alexandra mendekat.


Hans merupakan teman akrab Alexandra sejak memulai terapi di tempat ini. Hans adalah tentara pasukan perdamaian di Timur Tengah, namun saat di sana dia terkena proyektil peluru yang membuatnya kehilangan satu kaki walau sekarang sudah menggunakan kaki bantu. Hans menjalani terapi mental karena depresi kehilangan kaki namun ada Anna_tunangannya yang selalu setia menemani dan memberikan semangat. Alexandra sekarang bukan hanya berteman akrab dengan Hans, Anna telah menjadi sahabatnya yang rutin menjenguk tiap libur kerja sebagai barista di kedai kopi pusat kota Hamburg.


"Alex, aku akan menyudahi treatmentku." kata Hans menatap Alexandra.


"Kapan?" Alexandra dengan terkejut.


"Kemungkinan Oktober, kami akan menikah di bulan November."


"Wow, selamat bro. Aku senang mendengarnya." Alexandra langsung memeluk Hans.


"Aku juga mendapatkan pekerjaan, sebagai guru di SMP sekolahku dulu sebagai guru sejarah." ucap Hans sambil tersenyum lebar.


"Wow." seru Alexandra dengan bahagia.


"Jadi kapan kamu akan keluar dari tempat ini?" Tanya Hans menatap temannya.

__ADS_1


"Aku belum tahu, tapi mendengar kau akan keluar membuatku akan memikirkan hal itu juga."


"Aku melihat kesehatan kau sudah bagus, Lexy."


Lexy merupakan panggilan sayang Anna dan Hans kepadanya.


Alexandra menerawang kedepan, selain ingatannya belum pulih sepenuhnya namun patut disyukuri badannya sudah lebih kuat, ia juga sudah mengurangi obat penenang yang membantu kala insomianya kembali kambuh.


"Sayang, kau sudah memberitahunya?" Suara renyah menyadarkan Alexandra dari lamunan.


"Annaaa!" Alexandra langsung melompat ke arah gadis berambut blonde yang baru saja datang.


"I miss you, Babe" Ucap Anna sambil mencium pipi Alexandra.


Anna dan Alexandra langsung tertawa mendengar ucapan Hans.


"Biar aku lupa ingatan tapi aku masih normal, Brother" ucap Alexandra sambil menatap mereka berdua yang sudah saling berciuman.


"Aku sungguh cemburu melihat kalian berdua." Lanjut Alexandra sambil duduk di kursi sementara Anna di atas pangkuan Hans.


"Kamu kan punya Mike, Lexy." kata Anna sambil mengedipkan matanya.


"Tiap minggu dia ke sini, menemanimu. Dia sangat tampan, tinggi, dan seorang pengacara handal pula. Semua wanita pasti ingin berkencan dengannya." kata Anna bersemangat sambil turun dari pangkuan Hans, dan merangkul tangan Alexandra.

__ADS_1


"Aku ingat sejak kecil menyukainya, bahkan saat sekolah menengah kami berpacaran, namun sekarang saat bersamanya aku tidak merasakan apa-apa selain perasaan nyaman." sahut Alexandra kemudian menghela napas panjang.


"Nah, kan yang dibutuhkan untuk bersama adalah perasaan nyaman, Lexy sayangku." sahut Anna mengompori.


"Aku ingin cinta yang membuat dada berdebar." kata Alexandra meragu.


"Itu cinta jaman sekolah, Lex" balas Hans dengan tertawa menimpali kedua gadis yang sangat kompak membahas hal pribadi.


"Seperti itukah? Jadi aku perlu memikirkan Mike?" Tanya Alexandra.


"Tentu saja!" jawab Anna antusias.


Mike Braun, gumam lirih Alexandra.


Mike yang semakin matang di mata Alexandra dan sekarang Mike telah menjadi mitra di firma hukum papanya. Schuberg and Braun. Mike yang sejak lulus kuliah menjadi pengacara yunior di Schuberg, namun berkat kepiawaiannya menyelesaikan banyak kasus hukum dan investasi besar membuat Stefan Schuberg mengajaknya untuk bermitra. Firma hukum Schuberg and Braun pun masuk top ten best law firm di Jerman.


Mike saat memasang muka pengacaranya dia terkesan keren dan mematikan. Namun saat bercanda, wanita siapapun akan jatuh cinta pada senyuman lebarnya. Kecuali Alexandra.


Alexandra selalu memikirkan kehidupan apa yang telah dijalaninya saat di Korea. Sepertinya sesuatu besar pernah terjadi hingga Alexandra tidak merasakan ketertarikan atau debaran saat bersama dengan Mike.


Mike Braun ❤️


__ADS_1


__ADS_2