
Di parkiran restoran Edward melepaskan genggamannya dan kemudian memeluk Alexandra.
"Miss Bae, tolong ini terakhir kalinya kamu ikut perjodohan atau dinner seperti ini." peluk erat Edward.
"Kenapa?" Tanya Alexandra separuh berbisik karena dadanya sesak penuh dengan debaran.
"Karena kau milikku Alexandra Bae Schuberg, karena aku mencintaimu!" Tegas Edward sambil melonggarkan pelukannya dan menatap Alexandra.
Seketika Alexandra menangis, air matanya tumpah. Air mata bahagia, setelah 2 hari hari penuh kebimbangan. Apa yang dikatakan Edward barusan adalah kejelasan arah hubungan mereka berdua.
"Crying Noona." senyum lebar Edward menggoda karena tahu perasaannya juga berbalas.
"Ich liebe dich, Edward Lee" ucap Alexandra membenamkan wajahnya ke dada Edward.
Edward pun mencium puncak kepala Alexandra, perlahan mengangkat wajah Alexandra, berakhir dengan mencium bibir kekasihnya. Dalam dan lebih dalam dengan rasa manis dan menuntut.
Trrrr trrrrrr...
Getar handphone Edward di saku dan menyadarkan mereka bahwa keduanya melakukan deep kiss di muka publik. Untungnya keadaan sunyi tak ada orang di parkiran selain mereka.
"Tunggu sayang, aku jawab telepon ini dulu." ucap Edward melihat nama yang tertera di layar handphonenya.
Yooo mannn, kau ada di mana? Kami sudah di tempat. Teriak laki-laki di telepon sampai Alexandra pun bisa mendengar dengan jelas walau tanpa pengeras suara.
"Oke tunggu kami di sana." kata Edward sambil menutup telepon.
"Miss Bae, saatnya kamu bertemu dengan sahabatku." sambil membuka pintu mobil untuk Alexandra
__ADS_1
"Kamu bawa mobil?" Tanya Alexandra.
"Iya, karena aku memang ingin mengajakmu makan malam, long story sayang" ucap Edward melirik Alexandra.
Mobil Edward Lee sedan brand lokal Korea, namun keluaran terbaru yang ia dapatkan secara cuma-cuma karena didapuk sebagai Brand Ambassador produk tersebut.
Sesampainya di The Korean BBQ, mereka berjalan beriringan memasuki restoran yang hampir penuh dengan orang.
"Yoooo man, di sini." teriak salah satu cowok memanggil Edward. Di meja itu terdapat dua pemuda yang sepantaran umur dengan Edward. Tampilan mereka modis, berwajah tampan, dengan rambut diwarnai.
"Jun, Ryu ini pacarku Alexandra Bae." ucap Edward dengan senyum lebar menyeringai.
Kedua cowok itu nampak terkejut, menatap Alexandra dengan lekat-lekat.
"Eh, bukannya dia si wallpaper girl." seru si rambut pirang
..........
Desember 3 minggu sebelum perpindahan tahun, suhu malam itu di bawah nol derajat. Tepatnya minus 11 derajat.
"Aku turun di sini saja, Hyung." ucap Edward kepada sopir van agensinya .
Setelah mobil van itu berlalu ia berjalan menuju mini mart dekat apartemennya. Langkah Edward terhenti. Matanya menatap takjub pada sosok indah di meja panjang dalam minimart. Nampak seorang gadis yang duduk dengan mata terpejam mendengarkan musik via earphone handphonenya. Tanpa sadar Edward memotret pemandangan indah itu. Gadis dengan rambut hitam tergerai, wajah perpaduan ras, alis hitam melengkung indah, bibir penuh dan seksi. Sang gadis mengenakan coat hitam, blus hijau daun, rok dark green dengan stiletto merah.
Edward yang tadinya berniat membeli soju malah berakhir dengan segelas kopi panas dan memilih duduk di samping sang gadis. Dia tidak menggubris kedatangan Edward, melirik pun tidak, malah dengan tenang menghabiskan ramennya dan beranjak pergi.
"Siapa itu bro, wallpapermu." tanya Jun dengan Ryu berapa hari setelah kejadian mini mart.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu." tawa Edward lalu tergelak tawa.
"Sempurna bro! Tapi yang seperti ini gak bakal mau ma kamu yang k*mpret." ledek Jun terkekeh.
"Setidaknya aku pernah ketemu." dengan acuh Edward menjawab.
........
"Woii Edward Lee, Hyung sudah di bawah depan apartemenmu, cepat turun atau Hyung naik dan menyeretmu, kita sudah terlambat." teriak managernya Park Jae Sun di telepon.
"Tunggu ini sudah mau turun." balas teriak Edward menutup telepon sambil membuka pintu apartemennya.
Edward tertegun, gadis yang menghiasi wallpaper handphonenya sedang berdiri mengangkat box dengan rambut dicepol. Edward hanya bisa menatap lekat-lekat dengan hati jumpalitan, gadis itu kemudian hanya membungkukkan badan dan berlalu masuk ke apartemennya.
"What's up?" Heran manajernya melihat Edward dengan senyum lebar ketika masuk di van.
"Sepertinya dewi cinta sedang menghampiriku, Hyung" ucap Edward disambut keplakan halus manajernya.
~~
Minggu pagi sehabis dihajar syuting, Edward melangkah dengan berat karena mata yang saling melengket seakan telah berdemo meminta tidur panjang. Saat mendengar suara pintu depan tetangganya terbuka, Edward mendadak bersemangat. Gadis itu muncul dengan pakaian olahraga, baju orange dan legging hitam sepatu ad***s hitam.
Edward memandang dari atas ke bawah, Sempurna! Si tetangga cantik tak seperti kebanyakan wanita ditemuinya, semua sesuai porsi di tiap lekukan.
"Hei." sapa Edward.
###
__ADS_1