Miss Bae

Miss Bae
Aku Ingin Bersamamu


__ADS_3

Sudah 10 hari Edward berada di Pulau Jeju untuk syuting drama terbarunya, sejak saat itu juga mereka tidak pernah bertemu. Kedua sejoli yang dimabuk asmara hanya bisa saling memberi kabar lewat pesan dan telepon.


Edward chat,


Akhirnya ada jeda syuting, aku akan pulang penerbangan jam 10 malam ini


Alexandra chat,


Yeahhh, betulkah?


Edward chat


Iya sayang, aku akan pulang


Alexandra chat,


Aku akan menunggu, dengan ikon hati


Edward chat,


Aku merindukanmu Miss Bae, ikon sedih


Alexandra chat,


Kita akan bertemu beberapa jam lagi Edward Lee, ikon kiss


Edward chat,


Aku ingin bersamamu malam ini, tidur bersamamu di tempat tidurku, memelukmu hingga pagi tiba.


DEG !.


Jantung Alexandra hampir copot membacanya

__ADS_1


Alexandra chat,


Babe, berapa nomer pin apartemenmu?


Edward chat


Pin kita sama.


Tak lama kemudian Alexandra sudah mulai penjejalahan di setiap sudut apartemen Edward, ini pertama kalinya dia masuk ke kediaman kekasihnya. Selama mereka dekat, mereka lebih banyak menghabiskan waktu di tempat Alexandra. Tidak banyak perabotan lebih terkesan minimalis, dan yang paling mencolok adalah grand piano Steinway and Sons menghadap jendela besar yang menyajikan pemandangan satu kota. Alexandra mencoba memainkan sebuah lagu dari pianis korea, agak kaku mengingat terakhir ia duduk di belakang piano ketika menginjak usia sekolah menengah.


Bosan menunggu, Alexandra memutuskan masuk di kamar Edward, kemudian berbaring di tempat tidur sambil meneruskan novel The Handmaid's Tale.


.....


Jam 12 malam Edward tiba di apartemennya, ia melangkah dengan pelan menuju kamar tidur kemudian terhenti. Orang yang paling dirindukan berapa hari ini sedang tertidur dengan novel di tangannya.


"Tuhan, please stop the time" gumam Edward sembari naik ke tempat tidur dan memeluk kekasihnya.


"Aku sudah pulang, Sayang." bisiknya sambil mengecup bibir Alexandra.


"Haruskah kita teruskan?" Tanya Edward menatap lurus Alexandra yang bersemu merah.


Alexandra menggangguk dengan malu. Kemudian sisanya hanya tembok kamar dan tempat tidur jadi saksi bisu percintaan mereka.


"Kenapa, Miss Bae?" Kenapa kau tidak menghentikanku?" Kata Edward sambil memeluk erat Alexandra setelahnya.


"Karena aku juga ingin."


"Tapi ini pertama kalimu dan aku merenggutnya."


"Aku ingin memberikannya kepadamu, aku ingin kau tak pernah melupakanku sampai kapanpun." pelan Alexandra dengan hati tanpa penyesalan.


"Miss Bae, seumur hidupku kau akan selalu berada di sampingku. Aku tidak akan pernah melepaskanmu, Sayang." ucapnya sambil mengecup dalam puncak kepala kekasihnya, separuh hatinya berbahagia dan separuh hatinya terluka.

__ADS_1


..........


"Sayang, kamu tidak mau bangun dan berlari?" bisik Edward di telinga Alexandra sesaat ia terbangun keesokan paginya.


"Arrrrrrrrrrr... Jika kamu sebut kata lari lagi aku akan membunuhmu Edward Lee, badanku semua remuk karena dirimu." jawab Alexandra sembari menarik selimut menutupi kepalanya.


Edward pun kemudian tertawa lepas, hingga tubuhnya tergoncang dengan mata berkaca-kaca.


"Hey, Alexandra Bae I Love You!" teriak Edward dengan kencang "Ayo bangun sayang, kita makan di luar, kencan. Jika kita di apartemen terus, aku akan memakanmu lagi." ancam Edward.


Secepat kilat Alexandra bangun dan berlari keluar dari kamar tidurm


"Aku mandi di apartemenku." teriaknya sambil berlalu.


"Mandi bareng yuk?" balas Edward berteriak.


"In your dreams, Tuan." sahut Alexandra diikuti bunyi pintu tertutup.


Sejam kemudian mereka sudah berada di jalan raya dan berdebat ringan dalam menentukan tempat untuk bersantap siang. Edward berkeinginan makan di restoran mewah namun Alexandra tidak ingin lagi masuk di lini masa berita infotainment. Akhirnya mereka pun sepakat drive thru makanan cepat saji, dan menyantapnya di parkiran mobil.


"Sayang, kenapa kamu takut jalan berdua di publik?" Tanya Edward sambil menggigit burgernya.


"Aku belum siap, banyak yang aku harus hadapi. Belum juga fans kamu." elak Alexandra.


"Aku tidak peduli fans atau siapapun itu, aku cuma butuh kamu." kata Edward sambil menyeringai.


"Gombal." Alexandra melirik dengan mulut manyun.


"Aku tidak pernah main-main semua tentang kamu sayang! Coba lihat dari kemarin kamu gak follow back aku di inst*gram, pacar plus selebriti pula yang follow duluan." Edward dengan akting sedih memperlihatkan akun instagramnya.


"Jarak apartemen kita cuma berapa langkah, sekarang malah kita sudah berbagi tempat tidur. Buat apa saling mengikuti di dunia maya, toh di dunia nyata kita tak berjarak." jelas Alexandra menatap kekasihnya dengan lekat dan memuja.


"Auwwww, my heart!" Edward langsung memeluk kekasihnya.

__ADS_1


"Baiklah kau tak perlu mengikutiku, biar aku yang mengikutimu. Aku akan mengikutimu seperti bayangan di sisa hidupku."


###


__ADS_2