MISTERI ARINA

MISTERI ARINA
21. SEBUAH CELAH


__ADS_3

Ki Darta benar-benar dibuat penasaran oleh seseorang yang telah mematahkan serangannya. Dan orang itu bukanlah Panji. Anehnya lagi dia tidak menyadari keberadaan penyusup itu. Ditatapnya Lestari yang duduk menggigil ketakutan dengan memeluk lututnya erat-erat. Kemudian menyiratkan dia seditpun tidak merasa gentar.


Sementara ditempat lain.


Panji tengah berdiri diatas tebing, dimana Safitri menceburkan dirinya kedasar jurang yang terjal dan curam itu. Dan kejadian itu terulang kepada Dea beberapa waktu yang lalu dan Panji bersyukur masih bisa menolong gadis itu. Di atas ketinggian dimana dirinya berada, Panji merasa ada kekuatan yang kasat mata melindungi lembah itu. Dalam diamnya dia merasakan Ki Darta sudah menguasai lembah itu dan memasang pagar pelindung untuk melindungi tempat itu.


Beberapa saat yang lalu Panji menerima bisikan keberadaan Dea. Tiba-tiba tubuh Panji melesat seperti angin menerobos pelindung itu yang bercelah. Rupanya Panji berhasil menerobos pelindung buatan Ki Darta.


Dari tempat lain yang tersembunyi. Gadis kecil itu tersenyum. Dia selalu bersiaga menjaga setiap kemungkinan Ki Darta melancarkan serangan ke arah Dea. Tiba-tiba....


"Bangsat !"maki Ki Darta.


"Rupanya dia berhasil memasuki wilayahku. seharusnya ini tidak terjadi !"


Matanya nanar menatap Dea.


"Ternyata aku salah menilaimu manusia !"


"Siapa sebenarnya orang yang selalu melindungimu ?"


Mendapat tatapan yang penuh amarah, seditpun Dea tidak merasa gentar.


"Tunggu....sekarang kamu boleh menatapku seperti itu, lihat nanti kau akan betekuk lutut dihadapan ku !"Kata Ki Darta mengancam Dea.


Tak sedikitpun Dea berpaling menatap Ki Darta mendengar ancamannya.


Diantara kebimbangan Ki Darta melesat keluar secepat angin meninggalkan ruangan goa itu. Secepatnya dia harus menemukan Panji dan membereskannya karena Panji satu-satunya penghalang semua rencanannya.


Ki Darta yang telah merubah dirinya menyerupai angin menerjang apa saja yang menghalanginya. Suara bergerumuh memecah kesunyian lemah itu, menerjang apa saja menumbangkan pohon-pohon, mematahkan ranting-ranting yang terkena terjangannya. Suaranya menderu sampai terdengar dari dalam goa.


Dari arah berlawanan terdengar pula suara gemuruh angin. Dua pusaran angin saling menghantam, menggulung berputar-putar seperti ****** beliung. Rupanya alam sehati dengan mereka yang saling bertarung.

__ADS_1


Di kaki langit mendung hitam bergumpal-gumpal.sesekali terlihat kilatan cahaya dan menyusul bunyi petir yang menggelegar memecah angkasa sebentar kemudian hujan tercurah dari langit dengan derasnya.


Dua manusia yang tengah bertarung tak membuat surut pertarungannya. Mereka masih tetap saling menggulung memporak-poradakan kawasan lembah itu.


Sementara di dalam goa. Suara yang bergerumuh,serta petir yang menggelegar membuat Lestari semakin duduk meringkuk ketakutan. Dea menghampirinya dan duduk disebelah Lestari menenangkan gadis itu.


"Rupanya tuanku tengah bertarung !"kata Arin kepada Dea. Dea menatap lurus kedepan didalam hati dia berharap semoga tidak terjadi sesuatu dengan Panji.


Dua manusia yang tengah mengadu kekuatan masih juga belum menghentikan pertarungannya. Ki Darta yang basah kuyup masih berdiri dengan tegaknya. Demikian pula dengan Panji masih berdiri kokoh dibawah guyuran hujan yang deras.


"Bangsat kau bocah ingusan,. bagaimana kau bisa masuk kewilayahanku ?"Ki Darta mengumpat marah.


"Semua itu tidak penting orang tua ! sekerakahan dan kejahatan suatu saat akan kalah dengan kebenaran."kata Panji dengan tenang.


"Bocah edan !"umpat Ki Darta.


Terpancing emosi Ki Darta kembali mengambil sikap kuda-kuda. Kedua tangannya bergerak memutar tercipta gumpalan hitam yang siap dilontarkan kearah Panji. Dan sekali dia mendorong kedua tangannya gumpalan sinar hitam itu meluncur kearah Panji. Rupanya Panji sudah siap mengambil sikap kuda-kuda menggerakkan kedua tangannya sinar tercipta dan kedua tangannya didorong kedapan sinar itu meluncur menghantam sinar hitam yang dilontarkan Ki Darta.


Kedatangan Ki Darta yang tiba-tiba mengejutkan Dea dan Lestari. Dea yang masih duduk disebelah Lestari terperanjat. Secepatnya Dea berdiri dihadapan Lestari. Dengan tubuh gemetaran Lestari berusaha berdiri.


Sebuah kesalahan yang dilakukan Ki Darta melepaskan sel penjara buatannya dan dia melangkah mendekati Dea. Dea menarik lengan Lestari dan berlari menerobos keluar ruangan goa.


"Bangsat !"sekali lagi Ki Darta mengumpat kesal. Tangannya segera terangkat,telapak tangannya mengelurkan sinar hitam dan dihantamkan kearah tubuh Dea dari belakang. Tanpa diketahui datangnya gadis kecil muncul menahan serangan yang dilontarkan Ki Darta tepat dibelakang Dea.


"Bangsat ! Rupanya kamu yang selama ini melindungi Dea."


"Cepat tinggalkan tempat ini kak Dea !"perintah Arina.


"Tidak, bagaimana dengan keselamatanmu !"kata Dea.


"Cepat kak keluar, biar Arin menahan Ki Darta untuk sementara !"

__ADS_1


Melihat tawanannya lengah kesempatan itu digunakan oleh Ki Darta. Dengan cepat dia meleset meraih tubuh Dea dan membawa kabur dengan tertawa membahana.


"Ha....ha....ha....ha !"


"Ariiinnnn.....!"teriak Dea.


Arina akan mengejar Ki Darta begitu melihat Lestari dia mengurungkan niatnya. Bersamaan dengan itu muncul sosok Panji dihadapan mereka. Rupanya dia terlambat datang.


"Maaf aku tidak bisa menjaga keselamatan kak Dea !"kata Arin menyesal.


"Kamu tidak salah sahabat kecilku. Memang Ki Darta manusia licik dalam segala hal dia akan gunakan kelicikannya untuk setiap kepentingannya. Sekarang tugasmu temani gadis ini dan keluar dari sini cari tempat yang aman !"


Ditatapnya wajah Arin dan beralih menatap Lestari yang selalu pucat ketakutan.


"Arin, jangan perlihatkan wajah aslimu, membuat takut gadis itu !"kata Panji berbisik ketelinga Arin.


Arina tersenyum wajar saja Lestari ketakutan dia memperlihatkan jasadnya pada saat meninggal. Arina mengubah penampilannya semasa hidupnya.


"Bah begitu, dengan wajah cantikmu itu bisa membuat gadis itu lebih merasa tenang !"kata Panji memuji Arin.


"Tuanku juga sering memuji cantik kak Dea?"tanya Arin tiba-tiba.


Sejenak Panji terdiam menahan malu.


"Jaga gadis itu, aku harus selamatkan Dea !"kata Panji mengelak dari pertanyaan Arina.


"Baik tuanku !"


Sesaat kemudian Panji melesat pergi meninggalkan ruangan goa itu. Dia tahu dimana Ki Darta membawa pergi tawanannya.


Panji melesat menuju lembah kematian.

__ADS_1


__ADS_2