
Seorang remaja tengah duduk di kursi sambil menonton televisi. Handphone nya bergetar menyatakan ada yang menelpon. Dia mengambil ponselnya lalu mengangkat nya.
"Hallo, ada perlu apa?"
( Kita akan adakan pertemuan, datanglah ke taman kota)
"Baiklah."
Remaja itu langsung pergi menggunakan kemeja dan celana polos warna abu-abu.
"Hei, kau akan pergi kemana?" tanya David.
Dia adalah ayah dari anak bernama Daniel Bernat Linome. nama panjang ayahnya David Linome, sedangkan nama ibunya Hany Linome. Mereka adalah Keluarga dari golongan kaya karena penghasilan orang tua mereka yang bisa dibilang Tinggi.
"Ke taman kota." ucap Daniel dengan singkat.
Daniel pergi menggunakan mobil warna hitam, dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di sana, teman-temannya sudah menunggu nya sejak tadi,
"Hai, kawan kenapa kau lama sekali?" ucap temannya yang bernama Leo Beckham sambil menepuk pundak Daniel yang sedang berjalan.
"Hai lama tak berjumpa dengan mu." ucap Nico Saputra.
"Daniel kau tampak lebih tampan sekarang." ucap Elviyan Candra yang tak lain adalah pacar Daniel sendiri.
"Elvi, apakah itu temanmu?" ucap Daniel sambil menunjuk pada gadis yang memakai rok warna merah selutut.
"Hai perkenalkan namaku Yosi Noviyanti." ucapnya sambil tersenyum pada Daniel.
"Kawan kenalkan juga ini teman baru kita namanya Joshua Ferdinand De. dan yang disebelah kiri adalah saudara perempuannya, Oktavianus Halawa." ucap Nico.
"Semuanya, kita kan sedang libur tengah semester, bagaimana jika kita pergi berlibur?" tanya Leo.
"Kalo ide yang kayak gitu sih, aku setuju." ucap Elvi dan Yosi.
"Baik, apa semuanya setuju?" ucap Nico sambil menatap mereka satu persatu.
Dan semuanya pun mengangguk.
"Kalo boleh tau emang kita mau liburan kemana?" tanya Joshua.
"Gimana kalo kita ke NTT." ucap Okta.
"Iyah benar, kita ke NTT satelah itu aku ingin nginap di villa. Aku tau ada villa yang jaraknya cukup dekat dari pantai di labuan bajo." ucap Elvi.
"kalo gitu kita berangkat besok. ok." ucap Joshua.
"Jadi, kita berlibur ke NTT tepatnya di labuan bajo, nginep di villa yang kata Elvi, dan berangkat besok." jelas Nico.
"Baik apa semuanya setuju." ucap Yosi.
"Setuju." ucap mereka semua dengan serempak.
"Yasudah besok kita kumpul di kedai depan rumah Yosi. ok" ucap Leo.
"Bye aku pulang dulu." ucap Nico pergi meninggalkan mereka.
"Sampai jumpa besok." ucap Joshua dan saudaranya Okta.
__ADS_1
"Yasudah kita pulang dulu. dahh" ucap Yosi dan Leo.
Mereka pulang kerumahnya masing-masing. untuk mempersiapkan segala sesuatunya buat besok nanti.
"Elvi apakah kau mau pulang dengan ku?" tanya Daniel.
"Baiklah."
saat didalam mobil Daniel...
"Daniel bolehkah aku bercerita padamu?" tanya Elvi.
"Silahkan."
"Tadi malam aku terbangun jam 2 pagi, Aku mau pergi ke dapur untuk minum, tiba-tiba aku mendengar suara dari kamar mandi seperti ada yang menyalakan shower. pas aku buka pintu kamar mandinya, tidak ada siapapun di sana. Aku takut Daniel." ucap Elvi
"Seperti apa kelanjutan ceritanya, Aku penasaran." ucap Daniel
"Ih.. Daniel aku kan takut, yaudah deh aku lanjutin.''
"Waktu aku mau masuk kamar, Aku melihat di pinggir Jendela, ada sosok perempuan rambutnya panjang Warna putih. Dan saat aku ingin mendekati nya, dia menghilang entah kemana." lanjut Elvi
"Yaudah jangan dipikirkan."
Setelah sampai di rumah Elvi, Daniel pergi meninggalkan nya.
Sampai dirumah...
"Aku akan pergi besok." ucap Daniel sembari berjalan pergi ke ruang tengah.
"Pergi kemana?" tanya ibu Hany.
"Jangan sia-siakan kesempatan liburan mu itu." ucap Ayh. David.
"Hmm."
Daniel membereskan barang-barang nya untuk dibawa pergi besok.
Jam sudah pukul 9 malam..
Daniel pun sudah tertidur pulas menjalani mimpinya.
Saat dirumah Elvi.
Elvi sedang menonton acara kesukaannya di kamar. tiba-tiba dia mendengar suara kegaduhan dari dapur belakang.
"Ibu, ayah apakah itu kalian?" ucap Elvi yang sedang gemetar.
Tidak ada yang menjawabnya sama sekali, ibu dan ayah Elvi pun sudah tertidur pulas dikamar milik mereka sejak tadi.
Karena ketakutan, Elvi mematikan televisi nya, dan Dia langsung beranjak ke tempat tidur nya sambil menarik selimut hingga wajah nya tertutup.
***
"Daniel, Kau sudah bangun atau masih tidur?" ucap Ibu Hany dari luar kamar Daniel.
Daniel pun terbangun dari tidurnya.
"Huaahh" dia menguap. "Iyah ibu aku sudah bangun."
__ADS_1
"Yasudah cepat mandi nanti sarapan." ucap Bu hany lalu pergi ke dapur.
Daniel beranjak dari tempat tidur nya, lalu dia mandi setelah itu pergi ke ruang makan untuk sarapan bersama keluarga nya.
"Daniel, Jaga baik-baik dirimu di sana nanti." ucap Ayh. David yang sedang duduk sambil mengoleskan selai pada roti.
"Tentu." ucap Daniel sambil mengambil sendok.
"Silahkan dimakan. semuanya sudah siap." ucap Bu Hany yang sedang meletakkan makanan di meja.
Mereka memakan makanan yang sudah disiapkan oleh Bu Hany tanpa ada suara sedikitpun kecuali suara sendok dan garpu yang sedang mereka pegang.
"Aku sudah selesai, dan akan pamit. Sampai jumpa Minggu yang akan datang. Dahh..." ucap Daniel meninggalkan orang tua mereka sambil melambaikan tangan padanya.
"Dah, hati-hati di jalan." teriak Bu Hany sambil tersenyum pada Daniel.
Daniel pergi menjemput Elvi terlebih dahulu. Ternyata Elvi sudah menunggu kedatangannya sejak tadi.
"Daniel, ayo kita pergi. Aku sudah tidak tahan ada disini!" ucap Elvi yang sedang ketakutan.
"Ada apa dengan mu?" tanya Daniel dengan wajah heran.
"Gak usah dibahas. Ayo pergi!" ucap Elvi lalu menaiki mobil Daniel.
Daniel, mengangkat barang-barang Elvi kedalam mobil bagian belakang. Lalu masuk kedalam mobilnya dan pergi menuju kedai depan rumah Yosi.
Sampai di depan Rumah Yosi..
"Apakah semua sudah berkumpul?" tanya Daniel pada Leo.
"Kelihatannya." jawab Leo.
Daniel pun melihat sekeliling. Ternyata ada satu lagi yang belum datang yaitu si ceroboh Nico Saputra. Dia belum datang sejak tadi.
"Dasar tuh anak, Lama banget datangnya!" ucap Yosi yang sedang kesal.
"Triiddiit" Suara klakson mobil dari kejauhan. Tampak mobil berwarna putih menghampiri mereka. Dan keluarlah seseorang dari dalamnya.
"Hai semuanya." ucap Nico sambil melepaskan kacamata yang dipakai nya.
"Hei, kanapa kau lama sekali!" teriak Daniel.
"Iyah, kita sudah menunggu mu dari tadi." ucap Okta sambil mengerutkan dahinya.
"Maafkan saya." ucap Nico yang sedang memohon pada teman-teman nya itu.
"Yasudah, ayo berangkat." ucap Joshua.
Sambil menaiki mobil miliknya.
Joshua dan Okta menaiki mobil miliknya. sedangkan, Elvi, Yosi, Dan Leo menaiki mobil Daniel. Saat Leo ingin menaiki mobil Daniel, tangannya ditarik oleh Nico.
"Leo, kau tidak boleh menaiki mobil Daniel nanti aku bersama siapa?" ucap Nico.
"Sama Hantu!!" ucap Leo.
"Janganlah seperti itu. Ayo naik mobil ini dan temani aku." ucap Nico memasang wajah melas.
Like👍..
__ADS_1
Next eps....