
"Leo, kau tidak boleh menaiki mobil Daniel nanti aku bersama siapa?" ucap Nico.
"Sama Hantu!!" ucap Leo.
"Janganlah seperti itu. Ayo naik mobil ini dan temani aku." ucap Nico memasang wajah melas.
"Baiklah, aku akan naik... Minggir!" Ucap leo sembari membuka pintu mobil milik Nico.
"Yeah... Terimakasih leo." Ucap Nico penuh semangat.
"Ayo berangkat!" Ucap Okta yang geram.
Saat diperjalanan, mobil Daniel di depan, sedangkan mobil Joshua di tengah dan mobil Nico di belakang mereka.
"Daniel Stop!!" teriak Elvi. merasa dirinya melihat seorang wanita yang melewati jalan.
"Elvi, ada apa dengan mu?" Tanya Daniel sambil menginjak rem mendadak.
"Hei . Kenapa berhenti!" Teriak Joshua dan Nico.
Elvi keluar dari mobil Daniel dan mencoba untuk mencari kemana perginya wanita itu.
"Ada apa Elvi?" Tanya Daniel yang ikut keluar dari mobil.
"Daniel apakah kau tak sadar, tadi kita hampir menabrak seorang wanita." Ucap Elvi penuh kecemasan.
"Wanita?" Ucap Daniel dengan heran. "Apa maksudmu?".
"Kalian, ada masalah apa sih.." ucap Okta menghampiri mereka berdua.
Sementara Elvi masih sibuk mencari perempuan tadi.
"Tadi ada wanita yang menyebrang jalan. Dan Daniel hampir menabraknya!" Jelas Elvi.
"Tapi aku tidak melihat siapapun Elvi!" Bentak Daniel.
"Aku melihat nya!" Teriak Elvi.
"Stop. Kembali masuk mobil dan cepat jalan!" Teriak Okta menghentikan pertengkaran mereka.
Dan mereka pun kembali masuk mobil. Lalu pergi meninggalkan tempat tadi.
Saat didalam mobil Yosi bertanya pada Elvi.
"Kau yakin melihat nya?" Tanya Yosi sambil menepuk pundak Elvi.
"Aku yakin." Ucap Elvi tanpa menengok sedikit pun.
Yosi pun terdiam. Dan dirinya merasa ada yang tidak beres dengan Elvi.
Sampai di depan Villa...
"Hei kalian mau kemana?" Tanya pak satpam sambil menghentikan mobil mereka.
"Pak kami ingin menginap di villa." Ucap Yosi.
"Oh begitu.. tapi villa yang mana?" Tanya pak satpam.
"Villa yang dekat dengan pantai disini." Ucap Elvi.
"Ada sih tapi jaraknya cukup jauh juga. Sekitar lebih dari 5Km. Apakah kalian mau?" Ucap pak satpam.
"Lokasinya dimana pak?" Tanya Daniel.
"Lokasinya lurus aja. Nanti ada Villa yang luas. Tapi kalian harus berhati-hati." Ucap pak satpam.
"Emangnya kenapa pak?" Tanya Elvi.
"Soalnya pernah ada kejadian yang tak terduga di villa itu.''
"Ok pak. Yaudah ayo cepat maju!" Ucap Nico.
"Ini kuncinya."
__ADS_1
"Terimakasih pak."
Mereka pergi meninggalkan pak satpam. Lalu sampai di villa itu. Yaitu villa no.31.
Saat mereka memasuki kawasan villa tersebut, mereka di sambut oleh keadaan villa yang begitu aneh. Seperti cat yang sudah agak pudar, pintu gerbang macet, suasana yang sepi, dan banyak pepohonan yang rimbun.
"Elvi kok seram banget sih.. katanya indah?" Tanya Joshua sambil memberhentikan mobilnya.
"Mana aku tau. Dan siapa bilang villa ini indah?" Ucap Elvi turun dari mobil.
"Sudah jangan banyak bicara. Ayo buka gerbangnya." Ucap Nico.
"Baiklah."
Daniel dan Joshua membantu Nico mendorong gerbang yang cukup berat.
"Haduh kok susah banget si.." ucap Nico berhenti sejenak.
"Seperti nya gerbangnya macet." Ucap leo sembari melihat roda gerbang yang berwarna hitam.
"Yasudah ayo dorong lagi." Teriak Okta.
Mereka mendorong sekuat tenaga yang mereka miliki. Dan pada akhirnya, gerbang pun terbuka.
"Fiuhh.. lelah juga ternyata." Ucap Nico yang sedang mengelap keringat nya.
Daniel, Joshua, dan Nico melajukan mobilnya memasuki villa tersebut, dan diparkirkan dipinggir taman.
Lalu mereka mengeluarkan barang-barang nya masing-masing.
Dan Elvi pun mulai membuka pintu villa menggunakan kunci tadi yang sudah diberikan pak satpam.
Braak.. brak...
Suara pintu villa yang terbuka.
"Iyeek.. menjijikkan banyak debu dimana-mana." Ucap Okta sambil menutup hidungnya.
"Sepertinya hari ini kita harus membersihkan villa ini terlebih dahulu." Ucap Yosi.
Daniel membersihkan kolam renang, Leo membersihkan dedaunan di taman dan halaman depan, Yosi dan Okta membersihkan kotoran dilantai, Elvi membersihkan debu yang menempel di jendela, kursi, meja maupun lainnya. Sedangkan Nico membersihkan halaman belakang.
Setelah lamanya membersihkan villa itu, tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan dari halaman belakang.
"Semuanya ayo kemari. Lihatlah ini!" Teriak Nico.
Ternyata itu suara Nico yang memanggil teman-temannya.
Dan temannya pun mulai menghampiri nya.
"Ada apa sih. Pake teriak-teriak segala!" Ucap Elvi.
"Lihat ini." Ucap Nico sambil menunjukan sesuatu pada mereka.
Ternyata, Nico menemukan Sebuah kotak warna coklat yang sudah lusuh di dalam tanah. berarti kotak itu dikubur dong:v
"Apa ini Nico?" tanya Elvi sambil memegang kotak itu.
"Mana ku tau." ucap Nico sambil mengangkat bahunya.
"Yaudah kita ambil aja." ucap Joshua.
Tapi sebelum Elvi ingin mengambil nya, tangan nya ditahan oleh Yosi.
Yosi menggeleng, tapi Elvi tidak mengerti apa maksud nya.
"Ada apa Yosi?" tanya Elvi.
"Apakah kalian Yakin akan melihat isi dari kotak itu?" tanya Yosi dengan muka datar.
"Iya kami yakin, karena kami penasaran." ucap Elvi lalu mengangkat kotak itu dari tanah.
Tapi kotak itu diraih oleh Yosi.
__ADS_1
"Sebaiknya jangan, Aku takut ini adalah rahasia pemilik rumah ini sebelum dijadikan villa." ucap Yosi sambil mengambil kotak dari Elvi, lalu mengubur nya kembali.
"ihh.. gak penting banget si. Yaudah ayo masuk semuanya udah beres." ajak Okta.
Mereka pun masuk kedalam villa tersebut. sambil membereskan barang-barang nya masing-masing.
"Karena disini cuma ada 3 kamar tidur, jadi Daniel dengan Leo di lantai bawah sebelah kiri, Nico dan Joshua disebelah kanan kamar Daniel, lalu kita bertiga di lantai atas." jelas Yosi.
"Baiklah."
semuanya mulai masuk kedalam kamarnya.
"Hei, bisakah kalian bantu kami angkat barang-barang ini!" teriak Elvi.
Leo memutar bola matanya malas, dengan terpaksa, mereka pun membantunya.
"Joshua, bantuin dong!" ucap Okta.
"Hei Leo kenapa kau diam saja hah..!" bentak Yosi. Leo pun menjawab. "Emangnya aku harus berbuat apa?"
"Bantuin lah" jawab Yosi sambil melipat kedua tangannya didepan dada.
"Daniel tolong angkat barang-barang ku! jangan sampai ada yang rusak. Paham!" ucap Elvi sambil menunjuk Daniel.
Daniel pun meliriknya.
"Apakah harus sekarang, Elvi?" tanya Daniel.
"besok angkat barang-barangnya. Yaa Sekarang lakh!" Bentak Elvi.
Daniel pun tersenyum geli. Lalu mengangkat barang milik Elvi kedalam kamar nya.
Okta turun ke bawah.. menuju ruang televisi. dan disana dia melihat Nico.
"Nico, Apa yang telah kau lakukan!!?" teriak Okta.
Semuanya pun kaget. Lalu mereka turun kebawah untuk memastikan keadaan. Dan...
Next. Eps....
__________ _______ _______ ______________
Bagi kalian yang Penasaran, dibawah adalah gambaran tokoh-tokoh dalam cerita ini.
Ingat yaaa.. cuma Gambaran doang!!
Dan author minta maaf kalo gambar nya gak sesuai dengan keinginan kalian:)
* Daniel Bernat Linome👇
*Joshua Ferdinand De.
* Leo Beckham.
* Nico Saputra.
* Elviyan Candra.
* Yosi Noviyanti.
* Oktavianus Halawa.
__ADS_1