
"Di buku pun tertulis sosok wanita itu terus mencari orang yang telah membunuh keluarga nya." Ucap Yosi.
"Apakah kau yakin besok kita kembali mencari Joshua?" tanya Elvi.
"Aku yakin!" ucap Yosi sambil mengangguk kan kepalanya.
"Ini sudah malam. Ayo tidur." ajak Yosi.
"Baiklah." ucap Elvi. Mereka berdua pun berjalan menaiki tangga menuju kamar.
Sedangkan diruang tv masih ada Daniel dan kedua temannya yang sedang menonton film horor.
"Kenapa harus nonton film ini sih.." ucap Nico yang merasa takut karena film yang ditonton adalah film horor.
"Bilang aja kalo takut." ucap Leo sambil mengeraskan volume.
"Kata siapa takut." ucap Nico.
"Apakah Elvi dan kedua temannya sudah tidur?" tanya Daniel yang masih fokus melihat layar handphone miliknya.
"Sudah." ucap Nico.
.......
Hihihi...
Tiba-tiba terdengar suara wanita yang sedang tertawa, entah dari mana asalnya tapi itu terdengar sangat lah keras.
"Ehh. kalian dengar gak itu suara apa?" ucap Nico sambil memegang pundak Leo.
"Suara apaan si.." ucap Leo sambil bergeser menjauhi Nico.
Karena takut, Mereka tidak melihat bahwa ada gambar sosok perempuan di layar tv yang bergerak sendiri.
Dia berjalan mendekat, terus mendekat hingga semakin dekat.
"Heh.. kok dia bergerak mendekati kita sih.." ucap Leo yang merasa ketakutan.
"Berisik dehh. kalo nonton ya tinggal diam jangan nakut-nakutin." ucap Daniel.
"Bro, liat itu dia bergerak mendekat kearah kita." Ucap Nico sambil memegang wajah Daniel dan mengarahkan nya ke tv.
__ADS_1
Saat itulah daniel terkejut karena sosok perempuan yang tadinya di layar televisi, tiba-tiba keluar muncul dari layar televisi dengan sendirinya dan menampilkan wajahnya yang menyeramkan dengan rambut yang terurai panjang, tak lupa juga memakai jubah putih yang sudah banyak berlumuran darah.
**Di waktu yang sama, tempat yang berbeda...
Selimut yang di pakai untuk menyelimuti tubuh Elvi dan Yosi, tiba-tiba seperti ada yang menariknya kebawah hingga selimut itu jatuh.
Elvi yang merasakan adanya pergerakan terhadap selimut, dia langsung menarik selimut tadi hingga menutupi tubuhnya.
Tapi tak lama kemudian, selimut itu ditarik lagi kebawah entah oleh siapa.
Elvi pun kesal, dia langsung menarik selimut itu dengan keras. Tapi saat ditarik, selimut itu seperti ada yang menariknya kembali membuatnya tertahan.
Elvi pun membuka matanya perlahan, dia mencoba menariknya lagi, tapi seperti ada tarikan yang lainnya. terjadi lah tarik-menarik merebutkan selimut tersebut.
Elvi mencoba melepaskan selimut itu dengan sengaja.
apakah akan ada yang menariknya lagi, atau tidak.
__ dugaan Elvi ternyata benar, selimut itu kembali ditarik oleh seseorang yang berada dibawah.
Elvi penasaran, dia bangun dan menengok kebawah kasur. Saat dia menengok, tiba-tiba selimut itu Berdiri dengan sendirinya, seakan-akan ada orang didalamnya yang tertutupi oleh selimut.
"Aaaaa. Apaan tuh." Teriak Elvi terkejut, dia langsung beranjak dari tempatnya tidurnya.
Membuat kedua temannya terbangun.
"Ada apa sih pake teriak-teriak segala." ucap Okta sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.
"Kalian coba liat kesana." ucap Elvi yang gemetar sambil menunjuk ke arah selimut yang sedang berdiri itu.
"Sepertinya didalam selimut itu ada sesosok makhluk ghaib." Ucap Yosi penuh yakin.
Dengan berani, Yosi mendekati selimut itu sambil berjalan perlahan.
Setelah dekat, Yosi menarik selimut itu dan dengan anehnya, ketika Yosi menarik selimut, didalam selimut itu tidak ada siapapun dan kembali jatuh kelantai.
"Kita harus kebawah." ucap Yosi sambil terburu-buru keluar dari kamar dan menuruni tangga. begitu juga Elvi dan Okta.
Mata mereka terbelalak ketika melihat Daniel dan kedua temannya itu sedang ditakuti oleh sesosok hantu perempuan yang baru saja keluar dari layar televisi.
__ADS_1
"Huaaaahhhh." teriak Elvi yang tiba-tiba kakinya ditarik oleh sosok hantu perempuan tadi.
Yosi dan Daniel langsung menghampiri elvi, mereka berdua langsung menarik tangan Elvi dengan keras. Tapi tidak berhasil karena tarikan yang diberikan oleh sosok itu sangat lah kuat, sehingga membuat Kaki Elvi banyak mengeluarkan darah yang dihasilkan dari cengkeraman sosok hantu itu.
Begitu juga Okta, dia dikejar oleh sosok hantu perempuan lain tapi hantu ini adalah anak remaja yang kira-kira usianya masih 14 tahun lalu meninggal.
Dengan Cepat Okta langsung berlari ke arah Pojok Pinggir gorden.
Sama halnya dengan Elvi, kakinya di tarik oleh sosok hantu itu. Membuat Okta terjatuh telungkup ke lantai. Okta langsung berusaha dengan menarik gorden yang ada disampingnya.
Krreeerkk...
Atas dari pengait gorden itu patah, membuat gorden yang ditarik Okta menjadi ikut terbawa dengannya. Usahanya jadi sia-sia tak membuahkan hasil.
Bagaimana dengan Leo dan Nico, dia tidak bisa membantu Okta dan para temannya karena tubuh mereka sudah terikat dengan tali di dinding oleh sosok hantu perempuan itu.
"Yosi tolong aku!!" Teriak Okta meminta tolong.
"Yosi cepat kau tolong Okta, sementara aku menolong Elvi." ucap Daniel dengan tegas.
Lalu Yosi melepaskan genggaman tangannya pada Elvi, dan langsung berlari menghampiri Okta.
"Cepat tarik tanganku." ucap Okta meraih tangan Yosi.
Okta pun berhasil meraihnya, tapi tubuhnya masih ditarik oleh sosok itu.
"Lepaskan mereka!" teriak Yosi pada makhluk itu.
"Kenapa kami harus melepaskan kalian, Kalian harus mati ditangan kami!" ucap Kedua hantu itu dengan lantang membuat semuanya semakin takut.
*******BAGAIMANA Kelanjutan ceritanya.. Tetap tunggu terus yahhh....
DI EPISODE SELANJUTNYA...
BYE... SEE YOU NEXT EPS...
๐
Salam Author.
@Tryaaaa_96
__ADS_1