
Daniel pun tersenyum geli. Lalu mengangkat barang milik Elvi kedalam kamar nya.
Okta turun ke bawah.. menuju ruang televisi. dan disana dia melihat Nico.
"Nico, Apa yang telah kau lakukan!!?" teriak Okta.
Semuanya pun kaget. Lalu mereka turun kebawah untuk memastikan keadaan. Dan...
Ternyata Nico sudah membuat kekacauan, banyak Snack yang berjatuhan, saus tumpah kemana-mana, dan banyak kotoran dilantai.
Tapi Nico malah tersenyum seperti orang yang tak melakukan kesalahan apapun.
"Pokoknya kamu harus membereskan semua ini!" teriak Okta.
Daniel, Joshua, dan Leo duduk di kursi panjangan berwarna coklat.
"Makanya kalo makan harus hati-hati." ucap Joshua pada Nico.
"Iyah, aku tau!" teriak Nico.
Lalu Nico membereskan kekacauan yang telah diperbuatnya tadi.
"Berikan padaku." ucap Leo sambil merebut remote tv dari tangan Nico.
"Cih... Sono." ucap Nico membuang muka.
Daniel merogoh sakunya untuk mengambil handphone miliknya. Lalu dia mulai berselancar di media sosial.
"Aku akan bikin makanan dulu." ucap Elvi pergi ke dapur.
"Aku ikut." ucap Yosi mengikuti Elvi dari belakang.
"Okta, tolong bikinin aku martabak telor. ok" teriak Joshua dari ruang tv.
"Baiklah." jawab Okta.
Elvi mempersiapkan bahan dan alat untuk membuat makanan. begitu juga Okta dan Yosi.
Elvi bikin makanan kesukaan Daniel yaitu pancake isi coklat dan madu diatasnya.
"Oke. tinggal di goreng." ucap Okta memasukan minyak kedalam wajan.
"Aauuu. Sakit tau!" ucap Okta yang terkena cipratan minyak panas.
Elvi dan Yosi hanya bisa tersenyum melihat temannya itu.
"Bukannya ditolong, malah diketawain. Dasar." ucap Yosi yang kesal.
"Sini. Biar aku yang goreng." ucap Yosi mengambil kodekan dari tangan Okta.
"Ambil kotak P3K tuhh dikamar." ucap Elvi.
Okta memancarkan mata harapannya. membuat Elvi semakin jijik padanya.
"Cepat ambil atau aku tak akan mengobati mu!!" tegas Elvi.
"Dasar." ucap Okta pergi mengambil kotak P3K.
Okta kembali menemui Elvi sambil membawa sebuah kotak yang ada ditangannya.
"Nih. cepat obatin aku Bu dokter Elvi." ucap Okta malas.
"Apa katamu." teriak Elvi.
"Tidak."
"Heehh. bikin kesal aja." ucap Elvi.
selesai mengobati Okta, mereka menuju ruang tv.
Makanan sudah siap. Lalu mereka bertiga membawa makanan tersebut ke ruang tv.
__ADS_1
"Makanan sudah jadi." ucap Elvi sambil menaruh makanan diatas meja.
Mereka pun mulai memakannya sambil mengobrol.
Tanpa sadari malam pun tiba.
"Kita tidur dulu. Bye." ucap Okta dan kedua temannya lalu pergi menaiki tangga.
"Aku dan Nico mau tidur. Selamat malam." ucap Joshua lalu pergi ke kamar nya bersama Nico.
2 Jam Kemudian...
Daniel dan Leo masih menonton televisi.
"Ayo tidur." ucap Daniel menarik tangan Leo.
"Aku bisa jalan sendiri." ucap Leo melepaskan tangan Daniel.
"Yasudah." ucap Daniel meninggalkan Leo yang masih dibelakang.
Leo berjalan dengan pelan. Tiba-tiba matanya terbelalak ketika melihat bayangan hitam melintas didepannya.
"Tadi siapa yang lewat?" ucap Leo ketakutan, lalu dia langsung berlari pergi ke kamar dan mengunci pintu kamar dari dalam.
"Ada apa dengan mu?" tanya Daniel.
Leo masih terengah-engah, dia mengatur napas terlebih dahulu.
"ta-di aada yang le-wat dihadapan ku." ucap Leo terbata-bata.
Tapi Daniel tak menghiraukan nya, dia sudah terlelap tidur.
"Yaelah, tadi nanya sekarang udah tidur." ucap Leo lalu tidur.
Dikamar Elvi, Yosi dan Okta....
"Selamat malam." ucap Okta lalu mematikan lampu kamar.
Elvi dan Yosi tidur di atas, sedangkan Okta tidur dibawah.
********
"Tolong jangan ambil barang-barang kami.. Kami mohon." ucap Seorang pria sambil berlutut.
"ibu, Aku takut.." ucap Seorang anak kecil memeluk tubuh ibunya.
"Iyah sayang.. tidak apa-apa ibu ada disini." ucap Wanita itu memeluk erat tubuh anaknya.
"Kembalikan uang kami !!" ucap pria itu.
Dorr...
Dorr....
Bunyi pistol yang digunakan. Peluru tersebut keluar mengenai kepala dan dada pria tadi. Darah keluar dari tubuhnya, membuat pria itu merenggang nyawa.
"Bapak.. pak.. Bangun pak." Teriak seorang wanita sambil mengguncangkan tubuh suaminya, dan meneteskan air mata.
"Ibu, apa yang terjadi dengan ayah Bu.." tanya anak itu sambil menangis. Tapi ibunya tidak menjawabnya, dia malah terus menangis tanpa henti.
"Ayo, Kalian ikut kami !" ucap Seorang pria bertubuh besar dan memakai jas hitam.
"Tidak mau, Toloong.. tolong kami." Ucap wanita itu, sementara anaknya masih menangis.
"Kamu melawan. Hahh.." ucap Pria jas hitam itu.
Street... Sreeeet....
Sebuah pisau menancap di perut wanita itu dan di tangan anaknya.
Darah keluar kemana-mana dan membasahi lantai. Bau anyir pun sangat menyengat.
__ADS_1
Mereka berdua pun meninggal dunia.
"Bos, mereka semua sudah tiada. Kita apakan jasadnya?" tanya salah satu anak buahnya.
"Kita bakar saja di halaman belakang." ucap Bos itu dengan senyuman penuh kemenangan.
*********
"Haaaaaahhh..." teriak Elvi bangun dari tidurnya, lalu duduk.
Ternyata kejadian tadi adalah Mimpi buruk yang dialami oleh Elvi.
"Ada apa sih?" tanya Okta yang terbangun dari tidurnya.
"Ada masalah apa Elvi?" tanya Yosi penasaran.
Elvi memegang tangan Yosi, napasnya masih terengah-engah. Elvi ketakutan, keringat dingin membasahi wajahnya.
Yosi mengambil segelas air minum dari dapur lalu memberikannya pada Elvi.
"Nih.. minum dulu lalu ceritakan apa yang terjadi." ucap Yosi.
Elvi mengangguk pelan. Lalu meminum air yang diberikan Yosi.
"Tadi aku mimpi buruk, ada sekelompok orang menyerang seorang keluarga, dan mereka mendapatkan perlakuan yang kasar. Lalu salah satu dari sekelompok itu ada yang ingin me---" ucap Elvi, tapi sebelum melanjutkan nya tiba-tiba angin bertiup kencang, hujan deras mulai turun dari langit ditambah dengan suara petir yang menakutkan.
Suasana semakin mencekam.
Elvi menggeleng ketakutan lalu dia kembali membaringkan tubuhnya di kasur.
Yosi mengerti keadaan Elvi sekarang, jadi dia minta Okta untuk tidur. dan Okta pun menuruti nya.
"Sudah tidak apa-apa." ucap Yosi sambil mengelus rambut Elvi.
Elvi membalikkan badannya menghadap Yosi.
dia menangis dan masih ketakutan.
"Yosi, aku takut." ucap Elvi memeluk tubuh Yosi.
Dan Yosi membalasnya pelukan temannya itu.
Dikamar Daniel dan Leo......
"Daniel. Tadi kamu mendengar suara gak?" tanya Leo.
"Hmm."
"Daniel kamu denger gak." teriak Leo ditelinga Daniel.
Membuat Daniel menutup telinganya itu.
"Suara apaan?" tanya Daniel membuat Leo semakin kesal padanya.
"Kamu sihh.. suara teriakan tau!!" ucap Leo dengan nada malas.
"Apaan si.. aku gak dengar apa-apa kok." teriak Daniel sambil memeluk erat guling yang ada dipinggir nya.
"Yasudah lahh. kalo gitu." ucap Leo lalu tidur kembali.
Hihihi... Hihihi...
Leo dan Daniel tidak menyadari, bahwa dia sedang diawasi sesosok wanita berambut putih dari jendela.
Tak lama kemudian, Sosok itu hilang pergi dengan sendirinya.
*
*
*
__ADS_1
See you next eps...